Motifnya, Dendam Organisasi Polisi Jepang Pastikan, Shinzo Abe Ditembak Pakai Pistol Rakitan

Kepolisian Jepang memastikan, mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe ditembak dengan menggunakan pistol rakitan.

“Tersangka telah mengaku, dialah yang menembak Abe,” ungkap polisi dalam konferensi pers seperti dikutip BBC, Jumat (8/7).

Seperti diketahui, Abe ditembak seorang warga lokal bernama Tetsuya Yamagami (41) di Prefektur Nara, saat menyampaikan pidato kampanye Partai Demokratik Liberal. Jelang Pemilihan Majelis Tinggi pada 10 Juli mendatang.

Abe yang ditembak dua kali dari belakang, mengalami luka pada bagian dada dan leher. Dia pun langsung mengalami henti jantung.

Sekitar lima jam setelah ditangani tim dokter di Nara University Hospital, Abe tutup usia.

Motif Dendam

Dalam penyelidikan, Yamagami mengaku, dia menembak Abe karena didasari dendam kepada organisasi tertentu. Yamagami percaya, Abe adalah bagian dari kelompok tersebut.

Yamagami yang pengangguran, datang ke Nara naik kereta api. Namun, polisi tak menjelaskan, kapan dia datang.

Saat menggeledah rumah Yamagami, polisi menemukan beberapa pistol rakitan. Mirip dengan yang digunakan dalam insiden penembakan.

Polisi menyebut, pistol rakitan itu berbahan kayu dan logam.

Selain pistol rakitan, polisi juga menemukan sejumlah bahan peledak.

Karena itu, polisi meminta warga sekitar untuk mengungsi, hingga kawasan tersebut dinyatakan aman. 

Level keamanan dalam acara kampanye Partai Demokratik Liberal untuk Pemilihan Majelis Tinggi pada 10 Juli mendatang, mengemuka dalam konferensi pers. 

Seorang wartawan juga bertanya, mengapa orang masih memiliki akses mendekat saat Abe berpidato.

Soal ini, polisi mengaku tak mau berspekulasi tentang siapa yang bersalah, atau siapa yang mesti bertanggung jawab. Tim penyelidik yang terdiri dari 90 orang, masih bekerja menuntaskan tugasnya. ■

 

]]> Kepolisian Jepang memastikan, mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe ditembak dengan menggunakan pistol rakitan.

“Tersangka telah mengaku, dialah yang menembak Abe,” ungkap polisi dalam konferensi pers seperti dikutip BBC, Jumat (8/7).

Seperti diketahui, Abe ditembak seorang warga lokal bernama Tetsuya Yamagami (41) di Prefektur Nara, saat menyampaikan pidato kampanye Partai Demokratik Liberal. Jelang Pemilihan Majelis Tinggi pada 10 Juli mendatang.

Abe yang ditembak dua kali dari belakang, mengalami luka pada bagian dada dan leher. Dia pun langsung mengalami henti jantung.

Sekitar lima jam setelah ditangani tim dokter di Nara University Hospital, Abe tutup usia.

Motif Dendam

Dalam penyelidikan, Yamagami mengaku, dia menembak Abe karena didasari dendam kepada organisasi tertentu. Yamagami percaya, Abe adalah bagian dari kelompok tersebut.

Yamagami yang pengangguran, datang ke Nara naik kereta api. Namun, polisi tak menjelaskan, kapan dia datang.

Saat menggeledah rumah Yamagami, polisi menemukan beberapa pistol rakitan. Mirip dengan yang digunakan dalam insiden penembakan.

Polisi menyebut, pistol rakitan itu berbahan kayu dan logam.

Selain pistol rakitan, polisi juga menemukan sejumlah bahan peledak.

Karena itu, polisi meminta warga sekitar untuk mengungsi, hingga kawasan tersebut dinyatakan aman. 

Level keamanan dalam acara kampanye Partai Demokratik Liberal untuk Pemilihan Majelis Tinggi pada 10 Juli mendatang, mengemuka dalam konferensi pers. 

Seorang wartawan juga bertanya, mengapa orang masih memiliki akses mendekat saat Abe berpidato.

Soal ini, polisi mengaku tak mau berspekulasi tentang siapa yang bersalah, atau siapa yang mesti bertanggung jawab. Tim penyelidik yang terdiri dari 90 orang, masih bekerja menuntaskan tugasnya. ■

 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories