Moeldoko Serukan Semangat Gotong Royong Dalam Hadapi Krisis Global

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, saat ini ketangguhan Indonesia sedang diuji dengan situasi dunia yang tidak baik-baik saja. Mulai dari ancaman krisis pangan, energi, hingga krisis keuangan global. Menghadapi itu, dibutuhkan semangat gotong royong dalam keberagaman untuk menciptakan stabilitas di masyarakat.

“Pemerintah Daerah harus berkontribusi dalam menciptakan situasi yang kondusif. Sehingga kita bisa fokus pada antisipasi dampak krisis dunia, dan tidak ada masyarakat yang jatuh ke jurang kemiskinan,” kata Moeldoko, dalam sambutannya pada Konferensi Pengarusutamaan Kabupaten/Kota Ramah HAM, di Jakarta, Rabu (19/10).

Moeldoko menerangkan, berbagai persoalan terkait politik identias berbasis etnis dan agama, serta persekusi ketidakadilan gender masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Daerah membentuk tata kelola yang akuntabel dan inklusif, yang menjamin keseteraan akses dan memberikan ruang partisipasi secara luas.

“Melalui konferensi ini, saya berharap Pemerintah Daerah saling berbagi pengalaman terkait upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam rangka penghormatan terhadap keberagaman dan inklusi,” pesan Moeldoko.

Pada akhir sambutannya, Panglima TNI 2013-2015 ini juga mengajak para pemimpin daerah agar bisa menyikapi berbagai persoalan HAM dengan aktif dan bijak dalam bingkai Human Right City. Sehingga, Indonesia tetap kokoh dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.

Konferensi Pengarusutamaan Kabupaten/Kota Ramah HAM 2022 digelar Komnas HAM bersama Kantor Staf Presiden dan International NGO Forum on Indonesia Development (INFID), pada 19-20 Oktober 2022. Mengusung tema “Memperkokoh Keberagaman dan Inklusi Mewujudkan Indonesia yang Tangguh dan Harmonis”, konferensi ini menjadi ruang bagi Pemerintah Daerah dalam pengarusutamaan nilai-nilai HAM.■

]]> Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, saat ini ketangguhan Indonesia sedang diuji dengan situasi dunia yang tidak baik-baik saja. Mulai dari ancaman krisis pangan, energi, hingga krisis keuangan global. Menghadapi itu, dibutuhkan semangat gotong royong dalam keberagaman untuk menciptakan stabilitas di masyarakat.

“Pemerintah Daerah harus berkontribusi dalam menciptakan situasi yang kondusif. Sehingga kita bisa fokus pada antisipasi dampak krisis dunia, dan tidak ada masyarakat yang jatuh ke jurang kemiskinan,” kata Moeldoko, dalam sambutannya pada Konferensi Pengarusutamaan Kabupaten/Kota Ramah HAM, di Jakarta, Rabu (19/10).

Moeldoko menerangkan, berbagai persoalan terkait politik identias berbasis etnis dan agama, serta persekusi ketidakadilan gender masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Daerah membentuk tata kelola yang akuntabel dan inklusif, yang menjamin keseteraan akses dan memberikan ruang partisipasi secara luas.

“Melalui konferensi ini, saya berharap Pemerintah Daerah saling berbagi pengalaman terkait upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam rangka penghormatan terhadap keberagaman dan inklusi,” pesan Moeldoko.

Pada akhir sambutannya, Panglima TNI 2013-2015 ini juga mengajak para pemimpin daerah agar bisa menyikapi berbagai persoalan HAM dengan aktif dan bijak dalam bingkai Human Right City. Sehingga, Indonesia tetap kokoh dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.

Konferensi Pengarusutamaan Kabupaten/Kota Ramah HAM 2022 digelar Komnas HAM bersama Kantor Staf Presiden dan International NGO Forum on Indonesia Development (INFID), pada 19-20 Oktober 2022. Mengusung tema “Memperkokoh Keberagaman dan Inklusi Mewujudkan Indonesia yang Tangguh dan Harmonis”, konferensi ini menjadi ruang bagi Pemerintah Daerah dalam pengarusutamaan nilai-nilai HAM.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories