MKD DPR: Anggota Beli Vitamin Pakai Duit Sendiri

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) angkat bicara mengenai anggaran belanja multivitamin Rp 2 miliar yang dianggarkan Sekretariat Jenderal (Setjen) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

Wakil Ketua MKD DPR, Habiburokhman mengatakan, vitamin tersebut bukan untuk anggota DPR, tapi untuk staf. “Seperti Pamdal, Staf PNS dan kesekretariatan,” ujarnya, Kamis (2/9).

Politisi Gerindra ini mengatakan, para staf dan Pamdal harus mendapat proteksi karena intens berinteraksi dengan orang-orang yang berkunjung ke DPR. Pembelian vitamin ini untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Kalau anggota DPR membeli sendiri vitamin dari dana pribadi, termasuk kami juga membeli vitamin untuk keperluan konstituen di dapil juga dengan uang pribadi kami,” katanya.

Sebelumnya, Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Evita Nursanty memastikan, pengadaan multivitamin dengan nilai anggaran Rp 2 miliar, tidak ditujukan untuk anggota DPR.

Menurutnya, itu adalah anggaran Satuan Kerja Sekretariat Jenderal.

“Yang pasti, bukan untuk anggota DPR. Karena kami memiliki asuransi kesehatan, sama dangan pejabat negara lainnya,” ujar Evita kepada RM.id, Kamis (2/9). 

Dijelaskan, selain 575 anggota, DPR terdiri dari 1.358 aparatur sipil negara (ASN), 1.486 pegawai pemerintah non ASN (PPNASN), 187 tenaga ahli Alat Kelengkapan Dewan (TA AKD), 241 tenaga ahli fraksi (TA fraksi), 2.805 tenaga ahli anggota (TA anggota), 1.111 staf administrasi anggota (SA anggota), serta 718 cleaning service dan taman. Sehingga, totalnya ada 7.906 orang di luar anggota DPR. [UMM]

 

]]> Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) angkat bicara mengenai anggaran belanja multivitamin Rp 2 miliar yang dianggarkan Sekretariat Jenderal (Setjen) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

Wakil Ketua MKD DPR, Habiburokhman mengatakan, vitamin tersebut bukan untuk anggota DPR, tapi untuk staf. “Seperti Pamdal, Staf PNS dan kesekretariatan,” ujarnya, Kamis (2/9).

Politisi Gerindra ini mengatakan, para staf dan Pamdal harus mendapat proteksi karena intens berinteraksi dengan orang-orang yang berkunjung ke DPR. Pembelian vitamin ini untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Kalau anggota DPR membeli sendiri vitamin dari dana pribadi, termasuk kami juga membeli vitamin untuk keperluan konstituen di dapil juga dengan uang pribadi kami,” katanya.

Sebelumnya, Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Evita Nursanty memastikan, pengadaan multivitamin dengan nilai anggaran Rp 2 miliar, tidak ditujukan untuk anggota DPR.

Menurutnya, itu adalah anggaran Satuan Kerja Sekretariat Jenderal.

“Yang pasti, bukan untuk anggota DPR. Karena kami memiliki asuransi kesehatan, sama dangan pejabat negara lainnya,” ujar Evita kepada RM.id, Kamis (2/9). 

Dijelaskan, selain 575 anggota, DPR terdiri dari 1.358 aparatur sipil negara (ASN), 1.486 pegawai pemerintah non ASN (PPNASN), 187 tenaga ahli Alat Kelengkapan Dewan (TA AKD), 241 tenaga ahli fraksi (TA fraksi), 2.805 tenaga ahli anggota (TA anggota), 1.111 staf administrasi anggota (SA anggota), serta 718 cleaning service dan taman. Sehingga, totalnya ada 7.906 orang di luar anggota DPR. [UMM]

 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories