Mitra UMKM Shopee Dinova Store Sukses Ekspor 4 Negara

Shopee Indonesia kembali sukses membawa mitra UMKM nya untuk menciptakan ekonomi mandiri. Melalui aksesoris perempuan, Dinova Store saat ini mampu melakukan ekspor ke empat negara sekaligus, yaitu Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina.

Perkembangan teknologi kini membuat siapa saja tak perlu harus datang ke kota besar untuk mendapatkan penghasilan. Meski hanya tetap di desa, siapapun bisa berkesempatan menciptakan ekosistem ekonomi mandiri yang menguntungkan.

Hal ini dibuktikan oleh UMKM Dinova Store asal Dusun Panggungploso di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Produsen aksesori masker untuk perempuan ini sukses menembus pasar ekspor ke empat negara bersama salah satu e-commerce, yang memampukan dia memberdayakan perempuan desa di daerahnya.

Pemilik Dinova Store, Sri Wigatiningsih mengatakan, banyak perempuan desa yang merupakan warga asli daerah tempat tinggalnya memilih untuk tidak bekerja karena harus tetap berada di rumah untuk menjaga anak-anak dan mengurus rumah tangga.

Sementara, Sri melanjutkan, banyak dari mereka yang mengeluhkan kondisi ekonomi.

“Dari situ saya memiliki tekad untuk suatu saat dapat membuat usaha dengan mengajak mereka bekerja dan akhirnya bisa berpenghasilan tanpa perlu meninggalkan desa ini,” jelas Sri dalam keterangan resminya, Jumat (20/5).

Dinova Store menyediakan berbagai aksesori perempuan seperti strap dan konektor masker, ikat rambut, tas piring, hingga pakaian.

Untuk dapat mengembangkan usahanya, dirinya terus mengikuti tren yang sedang berlaku, sehingga dari yang awalnya hanya memiliki 1 karyawan, kini Dinova Store telah memiliki 9 karyawan dan 7 mitra penjahit.

Awalnya di tahun 2017 , ia hanya bersama 1 orang karyawan membuat bros. Karena tren ini mulai menurun, ia mulai membuat strap dan konektor masker pada tahun 2019.

Mulanya hanya berjualan di media sosial pribadi. Kemudian saya mulai banyak mendengar tentang jualan online di Shopee, lalu saya coba.

“Alhamdulillah ternyata pecah telur di awal tahun 2020. Ditambah setelah itu muncul pandemi, jadi semakin banyak lagi orderan datang,” cerita Sri.

Berbagai optimalisasi penjualan dilakukan Dinova Store agar usahanya kian berkembang,seperti promosi iklan, memaksimalkan fitur-fitur yang ada di e-commerce Shopee, hingga mengikuti program Shopee Ekspor.

Setelah mencoba ekspor di tahun 2020, Dinova Store sukses menjual produknya hingga ke empat negara yaitu Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina.

Sri mengaku, awalnya lokasi bisnisnya yang berada di desa menjadi kendala yang dihadapi Dinova Store. Untuk menyiasati itu, dia bekerja sama dengan banyak ekspedisi yang memiliki komitmen mengejar kecepatan dalam pengiriman.

“Karena dari desa, saya harus punya strategi bagaimana caranya produk saya cepat sampai ke customer. Saya aktifkan ekspedisi mana saja yang punya track record barang sampai dengan cepat dan aman. Jadi pembeli punya banyak pilihan jasa kirim dan cepat sampai,” jelasnya.

Guna semakin mengembangkan usaha Dinova Store, Sri menambah lini bisnis ke produk pakaian wanita seperti pakaian muslim, pakaian formal hingga pakaian rumahan.

“Sekarang, setiap hari juga selalu ada orderan dari luar negeri. Alhamdulillah sekali, dari saya yang enggak punya apa-apa, jadi bisa menggaji 9 karyawan. Saya juga tadinya tinggal di ruko, sampai bisa bangun rumah,” ungkap Sri.

Kini, ratusan pesanan yang datang per hari dilayani oleh Sri dan karyawannya dari rumahnya yang berada di Dusun Panggung Ploso. Tercatat, ekspor produk kerajinan tangan melalui Shopee mengalami kenaikan lebih dari empat kali di sepanjang tahun 2021.

Pertumbuhan ekspor ini merupakan hasil dari meningkatnya penjualan produk UMKM lokal dengan kualitas yang mampu bersaing.

Dinova Store adalah satu dari lebih dari 180 ribu UMKM lokal yang telah berhasil menembus pasar dunia bersama Shopee dan kini menjadi penggerak ekosistem ekonomi mandiri untuk sembilan ibu rumah tangga dan pengusaha konveksi di Kabupaten Tulungagung. ■

]]> Shopee Indonesia kembali sukses membawa mitra UMKM nya untuk menciptakan ekonomi mandiri. Melalui aksesoris perempuan, Dinova Store saat ini mampu melakukan ekspor ke empat negara sekaligus, yaitu Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina.

Perkembangan teknologi kini membuat siapa saja tak perlu harus datang ke kota besar untuk mendapatkan penghasilan. Meski hanya tetap di desa, siapapun bisa berkesempatan menciptakan ekosistem ekonomi mandiri yang menguntungkan.

Hal ini dibuktikan oleh UMKM Dinova Store asal Dusun Panggungploso di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Produsen aksesori masker untuk perempuan ini sukses menembus pasar ekspor ke empat negara bersama salah satu e-commerce, yang memampukan dia memberdayakan perempuan desa di daerahnya.

Pemilik Dinova Store, Sri Wigatiningsih mengatakan, banyak perempuan desa yang merupakan warga asli daerah tempat tinggalnya memilih untuk tidak bekerja karena harus tetap berada di rumah untuk menjaga anak-anak dan mengurus rumah tangga.

Sementara, Sri melanjutkan, banyak dari mereka yang mengeluhkan kondisi ekonomi.

“Dari situ saya memiliki tekad untuk suatu saat dapat membuat usaha dengan mengajak mereka bekerja dan akhirnya bisa berpenghasilan tanpa perlu meninggalkan desa ini,” jelas Sri dalam keterangan resminya, Jumat (20/5).

Dinova Store menyediakan berbagai aksesori perempuan seperti strap dan konektor masker, ikat rambut, tas piring, hingga pakaian.

Untuk dapat mengembangkan usahanya, dirinya terus mengikuti tren yang sedang berlaku, sehingga dari yang awalnya hanya memiliki 1 karyawan, kini Dinova Store telah memiliki 9 karyawan dan 7 mitra penjahit.

Awalnya di tahun 2017 , ia hanya bersama 1 orang karyawan membuat bros. Karena tren ini mulai menurun, ia mulai membuat strap dan konektor masker pada tahun 2019.

Mulanya hanya berjualan di media sosial pribadi. Kemudian saya mulai banyak mendengar tentang jualan online di Shopee, lalu saya coba.

“Alhamdulillah ternyata pecah telur di awal tahun 2020. Ditambah setelah itu muncul pandemi, jadi semakin banyak lagi orderan datang,” cerita Sri.

Berbagai optimalisasi penjualan dilakukan Dinova Store agar usahanya kian berkembang,seperti promosi iklan, memaksimalkan fitur-fitur yang ada di e-commerce Shopee, hingga mengikuti program Shopee Ekspor.

Setelah mencoba ekspor di tahun 2020, Dinova Store sukses menjual produknya hingga ke empat negara yaitu Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina.

Sri mengaku, awalnya lokasi bisnisnya yang berada di desa menjadi kendala yang dihadapi Dinova Store. Untuk menyiasati itu, dia bekerja sama dengan banyak ekspedisi yang memiliki komitmen mengejar kecepatan dalam pengiriman.

“Karena dari desa, saya harus punya strategi bagaimana caranya produk saya cepat sampai ke customer. Saya aktifkan ekspedisi mana saja yang punya track record barang sampai dengan cepat dan aman. Jadi pembeli punya banyak pilihan jasa kirim dan cepat sampai,” jelasnya.

Guna semakin mengembangkan usaha Dinova Store, Sri menambah lini bisnis ke produk pakaian wanita seperti pakaian muslim, pakaian formal hingga pakaian rumahan.

“Sekarang, setiap hari juga selalu ada orderan dari luar negeri. Alhamdulillah sekali, dari saya yang enggak punya apa-apa, jadi bisa menggaji 9 karyawan. Saya juga tadinya tinggal di ruko, sampai bisa bangun rumah,” ungkap Sri.

Kini, ratusan pesanan yang datang per hari dilayani oleh Sri dan karyawannya dari rumahnya yang berada di Dusun Panggung Ploso. Tercatat, ekspor produk kerajinan tangan melalui Shopee mengalami kenaikan lebih dari empat kali di sepanjang tahun 2021.

Pertumbuhan ekspor ini merupakan hasil dari meningkatnya penjualan produk UMKM lokal dengan kualitas yang mampu bersaing.

Dinova Store adalah satu dari lebih dari 180 ribu UMKM lokal yang telah berhasil menembus pasar dunia bersama Shopee dan kini menjadi penggerak ekosistem ekonomi mandiri untuk sembilan ibu rumah tangga dan pengusaha konveksi di Kabupaten Tulungagung. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories