Miliki Nahkoda Baru BTN Pede Raup Laba Rp 2,8 T .

Jajaran direksi baru PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk diharapkan bisa mengerek realisasi program Sejuta Rumah yang pada tahun lalu, capaiannya rendah.

Rapat Umum Pemegang Sa­ham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memberhentikan dengan hor­mat Pahala Nugraha Mansury sebagai Direktur Utama BTN. Dan, Yossi Istanto dari posisi sebagai Direktur Human Capi­tal, Legal, and Compliance. Pe­megang saham menunjuk Haru Koesmahargyo sebagai Direktur Utama BTN yang baru. Haru sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Selain itu, RUPST mengangkat Nofry Rony Poetra sebagai Direk­tur Finance, Planning, and Treasury, dan Eko Waluyo selaku Direktur Compliance and Legal. RUPST juga mengangkat Iqbal Latanro sebagai Wakil Komisaris Utama, merangkap Komisaris Independen.

Corporate Secretary BTN, Ari Kurniaman menyatakan, dengan adanya direksi dan komisaris baru, menambah optimisme perseroan untuk mencapai target bisnis 2021

“Di tahun ini, BTN membidik laba bersih naik ke kisaran Rp 2,5 hingga 2,8 triliun,” ujar Aria dalam konferensi pers RUPST BTN secara virtual, Rabu (10/3).

Selain itu, lanjut Ari, jajaran baru menambah kepercayaan diri (pede) BTN mampu meraih posisi sebagai The Best Mortgage Bank in Southeast Asia in 2025. Hal itu juga didukung infrastruktur perumahan yang kuat dan inovasi yang terus di­lakukan. Sehingga dapat memberi­kan kesempatan bagi masyarakat Indonesia memiliki hunian yang terjangkau dengan mudah.

Ada beberapa target kinerja keuangan yang juga ditetapkan BTN di tahun Kerbau Logam ini. Yaitu, kredit dan pembiayaan dibidik naik sebesar 7-9 persen. Dana Pihak Ketiga berada dalam pertumbuhan yang sejajar dengan kredit, atau di kisaran 7-9 persen.

 

Untuk mencapai itu, lanjut Ari, BTN akan terus berinovasi demi meningkatkan pembiayaan di sektor perumahan. Apalagi, sektor perumahan memiliki mul­tiplier effect terhadap 174 sektor lainnya. Sehingga dapat menjadi lokomotif pendorong perbaikan ekonomi nasional.

“Kami yakin jajaran baru ini juga akan solid membawa BTN mendu­kung program pemerintah, yakni Sejuta Rumah dan PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional),” ujarnya.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Wahyu Sulistio ber­harap, bos BTN yang baru, tetap mendukung kebijakan relaksasi uang muka yang menarik.

“Saat ini ada masalah dengan daya beli masyarakat. Kami ber­harap pemerintah pusat, daerah dan perbankan dalam hal ini BTN juga mendukung kebijakan yang men­dorong konsumsi rumah,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Trang­handa menyambut baik penyegaran di tubuh bank dengan core business pembiayaan properti ini. Dia yakin, setiap perubahan pasti ada harapan baru yang lebih baik.

“Yang terpenting, transformasi digital harus terus dilaku­kan utk memberikan efisiensi dan efektivitas BTN dalam penyaluran KPR (Kredit Pemilikan Rumah) subsidi,” tutur Ali kepada Rakyat Merdeka.

Menyoal program Sejuta Rumah pemerintah, Ali mengatakan memang di tahun lalu kurang bergairah dan tak mencapai target akibat pandemi. Hingga akhir 2020 Program Sejuta Rumah mencapai 965.217 unit.

Capaian program sejuta rumah tersebut terbagi menjadi dua, yakni pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 772.324 unit dan rumah untuk non-MBR 192.893 unit. [DWI]

]]> .
Jajaran direksi baru PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk diharapkan bisa mengerek realisasi program Sejuta Rumah yang pada tahun lalu, capaiannya rendah.

Rapat Umum Pemegang Sa­ham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memberhentikan dengan hor­mat Pahala Nugraha Mansury sebagai Direktur Utama BTN. Dan, Yossi Istanto dari posisi sebagai Direktur Human Capi­tal, Legal, and Compliance. Pe­megang saham menunjuk Haru Koesmahargyo sebagai Direktur Utama BTN yang baru. Haru sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Selain itu, RUPST mengangkat Nofry Rony Poetra sebagai Direk­tur Finance, Planning, and Treasury, dan Eko Waluyo selaku Direktur Compliance and Legal. RUPST juga mengangkat Iqbal Latanro sebagai Wakil Komisaris Utama, merangkap Komisaris Independen.

Corporate Secretary BTN, Ari Kurniaman menyatakan, dengan adanya direksi dan komisaris baru, menambah optimisme perseroan untuk mencapai target bisnis 2021

“Di tahun ini, BTN membidik laba bersih naik ke kisaran Rp 2,5 hingga 2,8 triliun,” ujar Aria dalam konferensi pers RUPST BTN secara virtual, Rabu (10/3).

Selain itu, lanjut Ari, jajaran baru menambah kepercayaan diri (pede) BTN mampu meraih posisi sebagai The Best Mortgage Bank in Southeast Asia in 2025. Hal itu juga didukung infrastruktur perumahan yang kuat dan inovasi yang terus di­lakukan. Sehingga dapat memberi­kan kesempatan bagi masyarakat Indonesia memiliki hunian yang terjangkau dengan mudah.

Ada beberapa target kinerja keuangan yang juga ditetapkan BTN di tahun Kerbau Logam ini. Yaitu, kredit dan pembiayaan dibidik naik sebesar 7-9 persen. Dana Pihak Ketiga berada dalam pertumbuhan yang sejajar dengan kredit, atau di kisaran 7-9 persen.

 

Untuk mencapai itu, lanjut Ari, BTN akan terus berinovasi demi meningkatkan pembiayaan di sektor perumahan. Apalagi, sektor perumahan memiliki mul­tiplier effect terhadap 174 sektor lainnya. Sehingga dapat menjadi lokomotif pendorong perbaikan ekonomi nasional.

“Kami yakin jajaran baru ini juga akan solid membawa BTN mendu­kung program pemerintah, yakni Sejuta Rumah dan PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional),” ujarnya.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Wahyu Sulistio ber­harap, bos BTN yang baru, tetap mendukung kebijakan relaksasi uang muka yang menarik.

“Saat ini ada masalah dengan daya beli masyarakat. Kami ber­harap pemerintah pusat, daerah dan perbankan dalam hal ini BTN juga mendukung kebijakan yang men­dorong konsumsi rumah,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Trang­handa menyambut baik penyegaran di tubuh bank dengan core business pembiayaan properti ini. Dia yakin, setiap perubahan pasti ada harapan baru yang lebih baik.

“Yang terpenting, transformasi digital harus terus dilaku­kan utk memberikan efisiensi dan efektivitas BTN dalam penyaluran KPR (Kredit Pemilikan Rumah) subsidi,” tutur Ali kepada Rakyat Merdeka.

Menyoal program Sejuta Rumah pemerintah, Ali mengatakan memang di tahun lalu kurang bergairah dan tak mencapai target akibat pandemi. Hingga akhir 2020 Program Sejuta Rumah mencapai 965.217 unit.

Capaian program sejuta rumah tersebut terbagi menjadi dua, yakni pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 772.324 unit dan rumah untuk non-MBR 192.893 unit. [DWI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories