Merger Pelindo, ALFI Ngarep Rantai Pasok Makin Kuat

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menunggu gebrakan setelah PT Pelindo I, II, III, dan IV resmi di merger.  ALFI mengharapkan mergernya Pelindo mampu mendorong penguatan manajemen supply chain (rantai pasok) dan layanan logistik di Indonesia secara jangka panjang.

Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, dengan merger tersebut maka yang berkaitan dengan aset, SDM dan keuangan Pelindo semakin besar dan kuat. Yukki menilai, operator pelabuhan global yang saat ini berada di peringkat teratas mampu mencapainya karena mengakuisisi pelabuhan di luar negeri dan sekaligus meningkatkan kapasitasnya di dalam negeri.

“Jadi, jangan berhenti di aksi korporasi tapi jangka panjang. Misalnya, Kementerian BUMN memperkuat ketahanan pangan dan energi juga kesehatan. Itu kan harus diperkuat supply chain di Indonesia dan dunia. Berani mengambil aksi yang lebih besar terhadap aktivitas rantai pasok,” ujarnya keterangan resminya, Minggu (3/10).

Yukki juga meminta adanya kolaborasi bersama dengan swasta dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam membangun ekosistem. Jangan sampai justru bersaing dengan perusahaan kecil. Menurutnya, merger Pelindo ini harus lebih down to earth.

“Mendukung usaha kecil di lingkungan masing-masing. Perusahaan BUMN memberikan dampak positif terhadap keseluruhan ekosistem,termasuk para UMKM,” katanya.

Yukki yang juga menjabat Chairman Asean Freight Forwarder Association (AFFA) itu menjelaskan, dengan merger Pelindo diharapkan juga mampu menarik investasi disektor transportasi, logistik dan kepelabuhan di Indonesia. Harapannya bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional diatas 7 persen seperti target Pemerintah.

Dengan merger dan integrasi sistem pelayanannya, kata Yukki, Pelindo telah duduk sebagai operator pelabuhan terbesar secara global di posisi 8 besar dari total throughput-nya.

“Tapi, pasca merger dampak operasional Pelindo harus lebih dirasakan oleh semua rantai pasok (supply chain) di Indonesia. Pelindo diharapkan mampu mengelola lebih banyak pelabuhan tak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri,” jelasnya.

Yukki melihat penyatuan BUMN Pelindo itu mendapat reaksi positif dari market, baik di dalam maupun di luar negeri. Market secara general yang namanya corp action seperti merger and acquisition itu ditunggu-tunggu oleh publik karena efek dominonya banyak, setelah itu dan rencana merger Pelindo ini sudah cukup lama.

Ia berharap merger tersebut tak sebatas aksi korporasi tapi juga memudahkan pengguna jasa dengan mengedepankan penyederhanaan birokrasi layanan kepelabuhanan di Indonesia.

“Memang butuh waktu untuk mencapai target-target. Namun secara prinsip bagi pelaku usaha merger tersebut merupakan langkah positif dan progresif yang sepatutnya perlu terus di dukung oleh semua stakeholders terkait,” ucapnya.

Seperti diketahui, merger Pelindo l-IV secara resmi telah direalisasikan pada 1 Oktober 2021. Disahkan langsung Presiden Joko Widodo lewat Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2021 tentang Penggabungan Pelindo I, III, dan IV ke dalam Pelindo II. [KPJ]

]]> Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menunggu gebrakan setelah PT Pelindo I, II, III, dan IV resmi di merger.  ALFI mengharapkan mergernya Pelindo mampu mendorong penguatan manajemen supply chain (rantai pasok) dan layanan logistik di Indonesia secara jangka panjang.

Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, dengan merger tersebut maka yang berkaitan dengan aset, SDM dan keuangan Pelindo semakin besar dan kuat. Yukki menilai, operator pelabuhan global yang saat ini berada di peringkat teratas mampu mencapainya karena mengakuisisi pelabuhan di luar negeri dan sekaligus meningkatkan kapasitasnya di dalam negeri.

“Jadi, jangan berhenti di aksi korporasi tapi jangka panjang. Misalnya, Kementerian BUMN memperkuat ketahanan pangan dan energi juga kesehatan. Itu kan harus diperkuat supply chain di Indonesia dan dunia. Berani mengambil aksi yang lebih besar terhadap aktivitas rantai pasok,” ujarnya keterangan resminya, Minggu (3/10).

Yukki juga meminta adanya kolaborasi bersama dengan swasta dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam membangun ekosistem. Jangan sampai justru bersaing dengan perusahaan kecil. Menurutnya, merger Pelindo ini harus lebih down to earth.

“Mendukung usaha kecil di lingkungan masing-masing. Perusahaan BUMN memberikan dampak positif terhadap keseluruhan ekosistem,termasuk para UMKM,” katanya.

Yukki yang juga menjabat Chairman Asean Freight Forwarder Association (AFFA) itu menjelaskan, dengan merger Pelindo diharapkan juga mampu menarik investasi disektor transportasi, logistik dan kepelabuhan di Indonesia. Harapannya bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional diatas 7 persen seperti target Pemerintah.

Dengan merger dan integrasi sistem pelayanannya, kata Yukki, Pelindo telah duduk sebagai operator pelabuhan terbesar secara global di posisi 8 besar dari total throughput-nya.

“Tapi, pasca merger dampak operasional Pelindo harus lebih dirasakan oleh semua rantai pasok (supply chain) di Indonesia. Pelindo diharapkan mampu mengelola lebih banyak pelabuhan tak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri,” jelasnya.

Yukki melihat penyatuan BUMN Pelindo itu mendapat reaksi positif dari market, baik di dalam maupun di luar negeri. Market secara general yang namanya corp action seperti merger and acquisition itu ditunggu-tunggu oleh publik karena efek dominonya banyak, setelah itu dan rencana merger Pelindo ini sudah cukup lama.

Ia berharap merger tersebut tak sebatas aksi korporasi tapi juga memudahkan pengguna jasa dengan mengedepankan penyederhanaan birokrasi layanan kepelabuhanan di Indonesia.

“Memang butuh waktu untuk mencapai target-target. Namun secara prinsip bagi pelaku usaha merger tersebut merupakan langkah positif dan progresif yang sepatutnya perlu terus di dukung oleh semua stakeholders terkait,” ucapnya.

Seperti diketahui, merger Pelindo l-IV secara resmi telah direalisasikan pada 1 Oktober 2021. Disahkan langsung Presiden Joko Widodo lewat Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2021 tentang Penggabungan Pelindo I, III, dan IV ke dalam Pelindo II. [KPJ]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories