Menteri Teten Targetkan 30 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki mengklaim, bahwa setidaknya 12 juta pelaku usaha di Indonesia telah hadir dalam ekosistem digital. Jumlah tersebut sama dengan 19 persen total populasi pelaku UMKM di Tanah Air.

Karenanya, pemerintah saat ini juga telah mendorong digitalisasi pagi pelaku usaha kecil tersebut. “Transformasi digitalisasi UMKM akan terus kita dorong. Pemerintah beserta semua pemangku kepentingan akan terus berkolaborasi demi target 30 juta UMKM telah terdigitalisasi pada 2023. Diharapkan terdapat 500 ribu UMKM produk artisan onboarding digital setiap bulannya,” kata Teten dalam keterangan resminya, Minggu (4/4). 

Menurutnya, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Gernas BBI menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada kebangkitan UMKM melalui akselerasi transformasi digital. Kendati demikian, Menkop UKM menekankan digitalisasi tidak cukup hanya hadir semata, isu literasi digital, pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga peningkatan kapasitas produksi dan kualitas turut pula harus terus dikawal. 

Selain itu, rangkaian kegiatan BBI pada bulan April tidak hanya akan fokus di aspek hilir pemasaran, tetapi juga akan mengulas total hingga ke hulu, aspek SDM, dan proses bisnis. Teten mengatakan bahwa Gernas BBI adalah sebuah pengejawantahan terlahir dari semangat “sauyunan” atau gotong royong, bersinergi dalam upaya bersama mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, melalui penguatan UMKM dalam negeri. 

“UMKM memiliki arti penting bagi perekonomian nasional. Lebih dari 64 juta UMKM berkontribusi 14 persen terhadap total ekspor nonmigas, 60 persen total investasi, 97 persen total tenaga Kerja, dan 61 persen total PDB [produk domestik bruto] nasional. Angka-angka ini menjadi bukti bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian bangsa,” ujarnya. [EFI]
 

]]> Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki mengklaim, bahwa setidaknya 12 juta pelaku usaha di Indonesia telah hadir dalam ekosistem digital. Jumlah tersebut sama dengan 19 persen total populasi pelaku UMKM di Tanah Air.

Karenanya, pemerintah saat ini juga telah mendorong digitalisasi pagi pelaku usaha kecil tersebut. “Transformasi digitalisasi UMKM akan terus kita dorong. Pemerintah beserta semua pemangku kepentingan akan terus berkolaborasi demi target 30 juta UMKM telah terdigitalisasi pada 2023. Diharapkan terdapat 500 ribu UMKM produk artisan onboarding digital setiap bulannya,” kata Teten dalam keterangan resminya, Minggu (4/4). 

Menurutnya, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Gernas BBI menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada kebangkitan UMKM melalui akselerasi transformasi digital. Kendati demikian, Menkop UKM menekankan digitalisasi tidak cukup hanya hadir semata, isu literasi digital, pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga peningkatan kapasitas produksi dan kualitas turut pula harus terus dikawal. 

Selain itu, rangkaian kegiatan BBI pada bulan April tidak hanya akan fokus di aspek hilir pemasaran, tetapi juga akan mengulas total hingga ke hulu, aspek SDM, dan proses bisnis. Teten mengatakan bahwa Gernas BBI adalah sebuah pengejawantahan terlahir dari semangat “sauyunan” atau gotong royong, bersinergi dalam upaya bersama mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, melalui penguatan UMKM dalam negeri. 

“UMKM memiliki arti penting bagi perekonomian nasional. Lebih dari 64 juta UMKM berkontribusi 14 persen terhadap total ekspor nonmigas, 60 persen total investasi, 97 persen total tenaga Kerja, dan 61 persen total PDB [produk domestik bruto] nasional. Angka-angka ini menjadi bukti bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian bangsa,” ujarnya. [EFI]
 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories