Menteri Siti Apresiasi Rimbawan Berhasil Cegah Kerusakan Hutan Hingga 75 Persen

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memberi apresiasi kepada para Rimbawan (pengawas kekayaan hutan) atas kerja kerasnya menurunkan deforestasi atau kerusakan hutan hingga 75,03 persen di lahan seluas 115,46 ribu hektare pada periode 2019-2020. 

“Pencapaian ini merupakan deforestasi dengan angka terendah sepanjang sejarah di masa pandemi,” kata Siti, Rabu (17/3).

Selain itu, Siti juga memberi apresiasi atas kerja keras meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hutan sosial dan pekerjaan pemulihan lingkungan dengan penanaman pohon dan mangrove secara luas, termasuk rehabilitasi gambut. 

“Upaya-upaya lain yang patut diapresiasi di antaranya perlindungan dan patroli hutan kawasan konservasi, penyelamatan satwa liar dan keanekaragaman hayati, usaha hutan lestari dan penegakan hukum,” ujar Siti. 

Siti juga mengapresiasi kerja-kerja preparasi kebijakan, peningkatan SDM, pengawasan dan inovasi serta penelitian murni dan kerja laboratorium juga dilakukan di masa pandemi. Dan yang tidak kalah penting, peran policy advice untuk menjawab berbagai persoalan yang ada di lapangan. 

Demikian pula dalam diplomasi internasional, menyangkut upaya-upaya sektor kehutanan dalam pengendalian perubahan iklim.

“Saya tahu persis, bukan pekerjaan yang mudah, tantangan sangat berat pada semua bidang-bidang tugas tersebut,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Puncak Hari Bakti Rimbawan Ke-38 dengan tema Terus Berbakti di Tengah Pandemi untuk Lingkungan dan Hutan Lestari ini dilakukan dengan upacara bendera secara hibrid yang dipimpin oleh Menteri LHK di Jakarta, Selasa (16/3). 

Pada kesempatan tersebut, Siti meminta konsolidasi Rimbawan Indonesia ditingkatkan untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para Rimbawan yang telah memberikan kinerja yang baik selama masa pandemi Covid-19, dalam mendukung pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang berkelanjutan,” kata Siti.

Siap Hadapi Perubahan

Lebih lanjut Siti mengingatkan, ke depan tugas yang dihadapi tidak akan berkurang dan akan lebih besar tantangannya. Dia meminta seluruh jajarannya siap menghadapi setiap perubahan yang terjadi.

“Saya mengajak semua mencermati dengan sebaik-baiknya, melakukan internalisasi, dan terus mempersiapkan berbagai instrumen kebijakan, dan kerja. Termasuk membuat personel KLHK lebih well-equiped, lebih melengkapi diri dengan segala pengetahuan, dan pemahaman kerja, serta skill lapangan yang memenuhi standar, dan kebutuhan panggilan tugas,” pesan Siti.

Sementara di tahun ini, Siti menyebutkan beberapa kegiatan yang masih perlu ditingkatkan, antara lain pemantapan perhutanan sosial dan pemulihan lingkungan secara sistematis, masif, meluas dan melembaga. 

Kemudian, peningkatan penanganan biodiversity dan kawasan konservasi secara keseluruhan. 

Selanjutnya, peningkatan produktivitas dunia usaha dengan sistem multi usaha, dan modernisasi kerja birokrasi dengan sistem dan penyederhanaan perizinan berusaha. 

Berikutnya, membangun penataan kawasan hutan, dan membangun kesadaran bersama bahwa hutan dan lingkungan sangat penting untuk produktivitas bangsa dan untuk kesejahteraan masyarakat. 

Berbagai kegiatan di atas, tentu dengan tetap menerapkan standar pengelolaan, dan disertai perlindungan lingkungan, bagi kegiatan berusaha dan kegiatan masyarakat. 

Pengawasan standar dan law enforcement pun secara ketat dijalankan dengan satu tujuan, yaitu menciptakan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“Saatnya, konsolidasi Rimbawan, di seluruh penjuru Tanah Air mulai sekarang. Mari kita bangkitkan lagi jiwa korsa Rimbawan Indonesia. Bersama-sama kita berjuang untuk alam Indonesia, untuk negara dan bangsa Indonesia,” ajak Siti penuh semangat.

Pada kesempatan tersebut, Siti juga menyematkan Penghargaan Satyalancana Wira Karya kepada 10 orang, atas jasanya  dalam memberikan darmabaktinya yang besar kepada negara dan bangsa, sehingga dapat dijadikan teladan bagi orang lain. [WHY]

]]> Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memberi apresiasi kepada para Rimbawan (pengawas kekayaan hutan) atas kerja kerasnya menurunkan deforestasi atau kerusakan hutan hingga 75,03 persen di lahan seluas 115,46 ribu hektare pada periode 2019-2020. 

“Pencapaian ini merupakan deforestasi dengan angka terendah sepanjang sejarah di masa pandemi,” kata Siti, Rabu (17/3).

Selain itu, Siti juga memberi apresiasi atas kerja keras meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hutan sosial dan pekerjaan pemulihan lingkungan dengan penanaman pohon dan mangrove secara luas, termasuk rehabilitasi gambut. 

“Upaya-upaya lain yang patut diapresiasi di antaranya perlindungan dan patroli hutan kawasan konservasi, penyelamatan satwa liar dan keanekaragaman hayati, usaha hutan lestari dan penegakan hukum,” ujar Siti. 

Siti juga mengapresiasi kerja-kerja preparasi kebijakan, peningkatan SDM, pengawasan dan inovasi serta penelitian murni dan kerja laboratorium juga dilakukan di masa pandemi. Dan yang tidak kalah penting, peran policy advice untuk menjawab berbagai persoalan yang ada di lapangan. 

Demikian pula dalam diplomasi internasional, menyangkut upaya-upaya sektor kehutanan dalam pengendalian perubahan iklim.

“Saya tahu persis, bukan pekerjaan yang mudah, tantangan sangat berat pada semua bidang-bidang tugas tersebut,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Puncak Hari Bakti Rimbawan Ke-38 dengan tema Terus Berbakti di Tengah Pandemi untuk Lingkungan dan Hutan Lestari ini dilakukan dengan upacara bendera secara hibrid yang dipimpin oleh Menteri LHK di Jakarta, Selasa (16/3). 

Pada kesempatan tersebut, Siti meminta konsolidasi Rimbawan Indonesia ditingkatkan untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para Rimbawan yang telah memberikan kinerja yang baik selama masa pandemi Covid-19, dalam mendukung pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang berkelanjutan,” kata Siti.

Siap Hadapi Perubahan

Lebih lanjut Siti mengingatkan, ke depan tugas yang dihadapi tidak akan berkurang dan akan lebih besar tantangannya. Dia meminta seluruh jajarannya siap menghadapi setiap perubahan yang terjadi.

“Saya mengajak semua mencermati dengan sebaik-baiknya, melakukan internalisasi, dan terus mempersiapkan berbagai instrumen kebijakan, dan kerja. Termasuk membuat personel KLHK lebih well-equiped, lebih melengkapi diri dengan segala pengetahuan, dan pemahaman kerja, serta skill lapangan yang memenuhi standar, dan kebutuhan panggilan tugas,” pesan Siti.

Sementara di tahun ini, Siti menyebutkan beberapa kegiatan yang masih perlu ditingkatkan, antara lain pemantapan perhutanan sosial dan pemulihan lingkungan secara sistematis, masif, meluas dan melembaga. 

Kemudian, peningkatan penanganan biodiversity dan kawasan konservasi secara keseluruhan. 

Selanjutnya, peningkatan produktivitas dunia usaha dengan sistem multi usaha, dan modernisasi kerja birokrasi dengan sistem dan penyederhanaan perizinan berusaha. 

Berikutnya, membangun penataan kawasan hutan, dan membangun kesadaran bersama bahwa hutan dan lingkungan sangat penting untuk produktivitas bangsa dan untuk kesejahteraan masyarakat. 

Berbagai kegiatan di atas, tentu dengan tetap menerapkan standar pengelolaan, dan disertai perlindungan lingkungan, bagi kegiatan berusaha dan kegiatan masyarakat. 

Pengawasan standar dan law enforcement pun secara ketat dijalankan dengan satu tujuan, yaitu menciptakan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“Saatnya, konsolidasi Rimbawan, di seluruh penjuru Tanah Air mulai sekarang. Mari kita bangkitkan lagi jiwa korsa Rimbawan Indonesia. Bersama-sama kita berjuang untuk alam Indonesia, untuk negara dan bangsa Indonesia,” ajak Siti penuh semangat.

Pada kesempatan tersebut, Siti juga menyematkan Penghargaan Satyalancana Wira Karya kepada 10 orang, atas jasanya  dalam memberikan darmabaktinya yang besar kepada negara dan bangsa, sehingga dapat dijadikan teladan bagi orang lain. [WHY]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories