Menteri PUPR: Bendungan Tapin Untuk Atasi Banjir Kalsel

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, Bendungan Tapin merupakan bendungan kedua yang diresmikan Presiden Jokowi pada awal 2021 setelah Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan.

Selain untuk penanganan banjir Kalimantan Selatan (Kalsel), Bendungan Tapin ini juga untuk menambah kapasitas tampungan air dalam rangka mewujudkan ketahanan air dan pangan di Indonesia.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan air baku dan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke pengguna,” kata Basuki dikutip, Jumat (19/2).

Pj Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal Za menambahkan, Bendungan Tapin, telah bekerja efektif dalam pengendalian banjir, khususnya di Kabupaten Tapin. 

Bendungan Tapin memiliki luas genangan 425 hektar dapat mereduksi banjir sebesar 107 m3/detik. 

“Dalam banjir besar kemarin, salah satu keuntungan multipurpose bendungan ini telah berhasil menahan banjir di Kabupaten Tapin, sehingga Kabupaten Tapin merupakan salah satu daerah yang paling kecil dampak  banjirnya” ujar Safrizal. 

Keberadaan bendungan ini juga diharapkan dapat menyediakan air baku untuk wilayah Rantau sebagai Ibu Kota Kabupaten Tapin, dan sekitarnya sebesar 500 liter/detik, konservasi air, dan untuk PLTA sebesar 3,30 MW. 

Bendungan Tapin dibangun dengan tipe Timbunan Batu Zonal Inti Tegak, dilengkapi dengan jalan akses dan jalan lingkar bendungan, kantor pengelola, rumah dinas, tempat ibadah, toilet, gardu pandang, dan rumah genset. 

Untuk bendungan utama memiliki tinggi 70 meter dengan terowongan pengelak sepanjang 430 meter, cofferdam setinggi 29 meter serta spillway (pelimpah) sepanjang 234 meter.

Pembangunan Bendungan Tapin  telah dimulai akhir 2015 dan selesai akhir 2020 lalu dengan biaya sebesar Rp 986,5 miliar dengan kontraktor PT Brantas Abipraya dan PT Waskita Karya. [FIK]

]]> Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, Bendungan Tapin merupakan bendungan kedua yang diresmikan Presiden Jokowi pada awal 2021 setelah Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan.

Selain untuk penanganan banjir Kalimantan Selatan (Kalsel), Bendungan Tapin ini juga untuk menambah kapasitas tampungan air dalam rangka mewujudkan ketahanan air dan pangan di Indonesia.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan air baku dan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke pengguna,” kata Basuki dikutip, Jumat (19/2).

Pj Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal Za menambahkan, Bendungan Tapin, telah bekerja efektif dalam pengendalian banjir, khususnya di Kabupaten Tapin. 

Bendungan Tapin memiliki luas genangan 425 hektar dapat mereduksi banjir sebesar 107 m3/detik. 

“Dalam banjir besar kemarin, salah satu keuntungan multipurpose bendungan ini telah berhasil menahan banjir di Kabupaten Tapin, sehingga Kabupaten Tapin merupakan salah satu daerah yang paling kecil dampak  banjirnya” ujar Safrizal. 

Keberadaan bendungan ini juga diharapkan dapat menyediakan air baku untuk wilayah Rantau sebagai Ibu Kota Kabupaten Tapin, dan sekitarnya sebesar 500 liter/detik, konservasi air, dan untuk PLTA sebesar 3,30 MW. 

Bendungan Tapin dibangun dengan tipe Timbunan Batu Zonal Inti Tegak, dilengkapi dengan jalan akses dan jalan lingkar bendungan, kantor pengelola, rumah dinas, tempat ibadah, toilet, gardu pandang, dan rumah genset. 

Untuk bendungan utama memiliki tinggi 70 meter dengan terowongan pengelak sepanjang 430 meter, cofferdam setinggi 29 meter serta spillway (pelimpah) sepanjang 234 meter.

Pembangunan Bendungan Tapin  telah dimulai akhir 2015 dan selesai akhir 2020 lalu dengan biaya sebesar Rp 986,5 miliar dengan kontraktor PT Brantas Abipraya dan PT Waskita Karya. [FIK]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories