Menteri PUPR: Bendungan Sindang Heula Bakal Jadi Destinasi Pariwisata

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan bahwa Bendungan Sindang Heula berpotensi menjadi destinasi pariwisata. Adapun, pembangunan bendungan tersebut memakan waktu sekitar 4 tahun hingga 2019. Bendungan Sindang Heula baru diresmikan pemerintah pada hari ini, Kamis (4/3). Bendungan itu memiliki kapasitas tampung sekitar 9,3 juta meter kubik dan berpotensi mengairi lahan seluas 1.280 hektare.

“Saya kira nanti Bendungan Sindang Heula akan menjadi area wisata, karena dekat sekali dengan Kota Serang. Mudah-mudahan dengan adanya tol dari Serang ke Panimbang pasti akan lebih mudah dijangkau,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui keterangan resmi, Kamis (4/3/).

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko bilang, pembangunan bendungan tersebut menelan dana Rp 485 miliar, yang seluruhnya berasal dari anggaran negara. Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), bendungan yang terletak di Provinsi Banten tersebut memiliki kapasitas hingga 9,26 juta meter kubik.  

Selain itu, bendungan yang dibangun oleh PT PP (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero) memiliki potensi irigasi bendungan tersebut mencapai 748 hektare. Selain dapat menyediakan pasokan air baku sekitar 0,8 liter per detik (lpd), Bendungan Sindang Heula dapat mengurangi debit banjir sebesar 50 lpd.  “Pemprov sudah membangun water treatment berkapasitas 400 liter/detik dan membangun intakenya di bendungan ini,” ucapnya. [EFI]
 

 

]]> Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan bahwa Bendungan Sindang Heula berpotensi menjadi destinasi pariwisata. Adapun, pembangunan bendungan tersebut memakan waktu sekitar 4 tahun hingga 2019. Bendungan Sindang Heula baru diresmikan pemerintah pada hari ini, Kamis (4/3). Bendungan itu memiliki kapasitas tampung sekitar 9,3 juta meter kubik dan berpotensi mengairi lahan seluas 1.280 hektare.

“Saya kira nanti Bendungan Sindang Heula akan menjadi area wisata, karena dekat sekali dengan Kota Serang. Mudah-mudahan dengan adanya tol dari Serang ke Panimbang pasti akan lebih mudah dijangkau,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui keterangan resmi, Kamis (4/3/).

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko bilang, pembangunan bendungan tersebut menelan dana Rp 485 miliar, yang seluruhnya berasal dari anggaran negara. Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), bendungan yang terletak di Provinsi Banten tersebut memiliki kapasitas hingga 9,26 juta meter kubik.  

Selain itu, bendungan yang dibangun oleh PT PP (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero) memiliki potensi irigasi bendungan tersebut mencapai 748 hektare. Selain dapat menyediakan pasokan air baku sekitar 0,8 liter per detik (lpd), Bendungan Sindang Heula dapat mengurangi debit banjir sebesar 50 lpd.  “Pemprov sudah membangun water treatment berkapasitas 400 liter/detik dan membangun intakenya di bendungan ini,” ucapnya. [EFI]
 

 
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories