Menristek Tekankan Peran Penting Infrastruktur Telekomunikasi Untuk Industri Keuangan Digital .

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menyebut pembangunan infrastruktur telekomunikasi memiliki peran sangat penting di Indonesia. Infrastruktur telekomunikasi dianggap berpengaruh terhadap digitalisasi di Indonesia.

“Transformasi keuangan digital sangat membutuhkan sebuah infrastruktur,” ujar Bambang dalam ‘Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands Award (Millennials’ Choice)’ 2021, yang digelar Iconomics dikutip Senin (1/ 3).

Dia menilai bahwa infrastruktur telekomunikasi menjadi infrastruktur dasar untuk memajukan industri keuangan digital.

Seperti diketahui sekarang ini masyarakat menerapkan gaya hidup serba digital dari smartphone yang mereka gunakan. Jika infrastruktur telekomunikasi tidak merata perkembangannya maka imbasnya juga berpengaruh pada digitalisasi di sektor keuangan.

Saat ini Indonesia sangat membutuhkan infrastruktur digital. “Digitalisasi keuangan Indonesia itu adalah bagian dari transformasi keuangan Indonesia,” ujarnya.

Bahkan digitalisasi keuangan ini makin terasa ketika kondisi pandemi. Aktivitas pembayaran uang elektronik makin banyak dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Dia juga menjelaskan bahwa pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi itu dibutuhkan oleh banyak sektor bisnis. Tidak hanya untuk digitalisasi keuangan tapi juga kebutuhan untuk pendidikan, kesehatan dan lainnya.

“Artinya infrastruktur digital ini menjadi sama kuat posisinya dengan infrastruktur seperti listrik, air bersih, sanitasi, kesehatan lingkungan, maupun infrastruktur dasar lainnya yang dibutuhkan untuk kehidupan manusia,” jelasnya.

Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute dan Keuangan Digital Imansyah menambahkan, bahwa sinergi digital diperlukan untuk membantu industri jasa keuangan lebih fleksibel.

“Perusahaan akan lebih mudah memberikan pelayanan terhadap nasabah,” terangnya.

Dukungan teknologi bisa mempercepat adaptasi terhadap customer experience. Dalam pengembangan keuangan digital, lanjutnya, patut dipahami bahwa pengaturan dan pengembangan inovasi keuangan digital di OJK akan sangat akomodatif.

“Langkah ini sesuai dengan mandat dari Bapak Presiden di mana OJK diminta tidak hanya menjaga stabilitas sistem keuangan namun juga secara bersamaan harus pro inovasi,” tuturnya.

Arahan tersebut mendorong OJK agar menghasilkan ekosistem inovasi keuangan digital yang bertanggung jawab, aman, dan mengedepankan perlindungan konsumen.

OJK juga mengingatkan agar para perusahaan jasa keuangan menjaga kepercayaan para nasabahnya.

“Tentu kami ingin inovasi digital memberi manfaat besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tukas Imansyah.

Sementara itu, Founder & CEO Iconomics Bram S. Putro, menyebut dalam pengamatannya digitalisasi sudah semakin massif di berbagai sektor di Indonesia.

“Itu yang mendasari Iconomics untuk memberikan apresiasi kepada lembaga jasa keuangan yang terpilih dari sudut pandang milenial di Indonesia,” ujar Bram.

Melalui Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands Award (Millennials’ Choice) pihaknya memberikan apresiasi kepada perusahaan di industri jasa keuangan dengan tingkat popularitas tertinggi.

Standar berdasarkan pemahaman dan apresiasi dari kaum muda milenial terhadap produk/layanan digital.

Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands Award (Millennials’ Choice) ditetapkan melalui kajian popularitas, yakni berdasarkan pemahaman dan apresiasi dari kaum muda milenial Indonesia.

Adapun definisi milenial adalah responden yang pada Januari 2021 berusia antara 21 sampai 38 tahun. Ada sejumlah tahapan yang dilakukan untuk mendapatkan perusahaan-perusahaan masuk dalam jajaran award ini. Antara lain melalui focus group discussion (FGD).

“Kemudian dilanjutkan dengan tahap berikutnya yakni online quantitative survey,” ucapnya.

Survei online dilakukakan kepada 10.000 responden dari 10 kota besar yakni Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, Palembang, Balikpapan, Makassar, dan Ujung Pandang. [JAR]

]]> .
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menyebut pembangunan infrastruktur telekomunikasi memiliki peran sangat penting di Indonesia. Infrastruktur telekomunikasi dianggap berpengaruh terhadap digitalisasi di Indonesia.

“Transformasi keuangan digital sangat membutuhkan sebuah infrastruktur,” ujar Bambang dalam ‘Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands Award (Millennials’ Choice)’ 2021, yang digelar Iconomics dikutip Senin (1/ 3).

Dia menilai bahwa infrastruktur telekomunikasi menjadi infrastruktur dasar untuk memajukan industri keuangan digital.

Seperti diketahui sekarang ini masyarakat menerapkan gaya hidup serba digital dari smartphone yang mereka gunakan. Jika infrastruktur telekomunikasi tidak merata perkembangannya maka imbasnya juga berpengaruh pada digitalisasi di sektor keuangan.

Saat ini Indonesia sangat membutuhkan infrastruktur digital. “Digitalisasi keuangan Indonesia itu adalah bagian dari transformasi keuangan Indonesia,” ujarnya.

Bahkan digitalisasi keuangan ini makin terasa ketika kondisi pandemi. Aktivitas pembayaran uang elektronik makin banyak dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Dia juga menjelaskan bahwa pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi itu dibutuhkan oleh banyak sektor bisnis. Tidak hanya untuk digitalisasi keuangan tapi juga kebutuhan untuk pendidikan, kesehatan dan lainnya.

“Artinya infrastruktur digital ini menjadi sama kuat posisinya dengan infrastruktur seperti listrik, air bersih, sanitasi, kesehatan lingkungan, maupun infrastruktur dasar lainnya yang dibutuhkan untuk kehidupan manusia,” jelasnya.

Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute dan Keuangan Digital Imansyah menambahkan, bahwa sinergi digital diperlukan untuk membantu industri jasa keuangan lebih fleksibel.

“Perusahaan akan lebih mudah memberikan pelayanan terhadap nasabah,” terangnya.

Dukungan teknologi bisa mempercepat adaptasi terhadap customer experience. Dalam pengembangan keuangan digital, lanjutnya, patut dipahami bahwa pengaturan dan pengembangan inovasi keuangan digital di OJK akan sangat akomodatif.

“Langkah ini sesuai dengan mandat dari Bapak Presiden di mana OJK diminta tidak hanya menjaga stabilitas sistem keuangan namun juga secara bersamaan harus pro inovasi,” tuturnya.

Arahan tersebut mendorong OJK agar menghasilkan ekosistem inovasi keuangan digital yang bertanggung jawab, aman, dan mengedepankan perlindungan konsumen.

OJK juga mengingatkan agar para perusahaan jasa keuangan menjaga kepercayaan para nasabahnya.

“Tentu kami ingin inovasi digital memberi manfaat besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tukas Imansyah.

Sementara itu, Founder & CEO Iconomics Bram S. Putro, menyebut dalam pengamatannya digitalisasi sudah semakin massif di berbagai sektor di Indonesia.

“Itu yang mendasari Iconomics untuk memberikan apresiasi kepada lembaga jasa keuangan yang terpilih dari sudut pandang milenial di Indonesia,” ujar Bram.

Melalui Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands Award (Millennials’ Choice) pihaknya memberikan apresiasi kepada perusahaan di industri jasa keuangan dengan tingkat popularitas tertinggi.

Standar berdasarkan pemahaman dan apresiasi dari kaum muda milenial terhadap produk/layanan digital.

Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands Award (Millennials’ Choice) ditetapkan melalui kajian popularitas, yakni berdasarkan pemahaman dan apresiasi dari kaum muda milenial Indonesia.

Adapun definisi milenial adalah responden yang pada Januari 2021 berusia antara 21 sampai 38 tahun. Ada sejumlah tahapan yang dilakukan untuk mendapatkan perusahaan-perusahaan masuk dalam jajaran award ini. Antara lain melalui focus group discussion (FGD).

“Kemudian dilanjutkan dengan tahap berikutnya yakni online quantitative survey,” ucapnya.

Survei online dilakukakan kepada 10.000 responden dari 10 kota besar yakni Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, Palembang, Balikpapan, Makassar, dan Ujung Pandang. [JAR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories