Menko PMK Ajak Ambil Pelajaran Pembatasan Ramadan Kedua Dari Pandemi .

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengajak umat Islam untuk mengambil ibrah (pelajaran) dari pandemi Covid-19. 

Di antaranya, yaitu dengan selalu disiplin protokol kesehatan, serta meraih hikmah Ramadan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT .

“Marilah pada kesempatan ini kita menjadi umat yang bisa mengambil hikmah dari wabah dengan terus mematuhi hidup yang disiplin terhadap kesehatan terutama mematuhi protokol kesehatan, selalu menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan menghindari kerumunan,” pesan Muhadjir di acara Khotmil Quran Dalam Rangka Peringatan Nuzulul Quran 1442 H yang diadakan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, pada Kamis (29/4).

“Serta kita harus meningkatkan toleransi, gotong-royong taawun dan terus menunjung tinggi asma Allah SWT,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Menko PMK memberikan pujian terhadap organisasi Nahdlatul Wathan. Organisasi yang dibentuk oleh Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada 1 Maret 1953 tersebut dinilainya, sudah banyak sekali kontribusi dan sumbangsih  untuk Islam dan bangsa ini. 

“Sesuai dengan namanya Nahdlatul Wathan, nahdlah berarti kebangkitan pergerakan, pembangunan, al-wathan berarti tanah air atau negara, jadi Nahdlatul Wathan adalah kebangkitan tanah air, pembangunan negara atau membangun negara,” ujarnya.

Muhadjir mengatakan, Nahdlatul Wathan juga telah turut andil dalam mengahantarkan Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan.

“Kemerdekaan dalam artian merdeka dalam berfikir, bersosial dan bebas untuk menyampaikan dakwah-dakwah Islamiyah yang berlandaskan ajaran Ahlussunnah waljamaah serta tidak bertentangan dengan Undang Undang Dasar dan Pancasila,” katanya.

Selain itu, menurutnya, organisasi Nahdlatul Wathan dalam bidang pendidikan melalui pondok pesantren, diniyah, madrasah/sekolah dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, serta bidang sosial dan dakwah Islamiyah sudah membawa dampak perubahan corak positif untuk Indonesia.

“Serta mewujudkan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945, yaitu mercerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Ketua Umum PBNW, Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atasni mengucapkan terima kasih karena Menko PMK yang bersedia menghadiri acara pembacaan Al-Quran itu. 

Khotmil Quran itu diikuti oleh 10 ribu peserta dari seluruh Indonesia.Mereka berpartisipasi secara daring via zoom. Acara luring dalam rangka peringatan Nuzulul Quran dipusatkan di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani di NTB. Acara ini juga dihadiri secara daring guru hafiz Masjidil Haram dan Madrasah Assaulatiyah Makkah, Syaikh Ahmad Muhammad Yar. [DIR]
 

]]> .
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengajak umat Islam untuk mengambil ibrah (pelajaran) dari pandemi Covid-19. 

Di antaranya, yaitu dengan selalu disiplin protokol kesehatan, serta meraih hikmah Ramadan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT .

“Marilah pada kesempatan ini kita menjadi umat yang bisa mengambil hikmah dari wabah dengan terus mematuhi hidup yang disiplin terhadap kesehatan terutama mematuhi protokol kesehatan, selalu menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan menghindari kerumunan,” pesan Muhadjir di acara Khotmil Quran Dalam Rangka Peringatan Nuzulul Quran 1442 H yang diadakan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, pada Kamis (29/4).

“Serta kita harus meningkatkan toleransi, gotong-royong taawun dan terus menunjung tinggi asma Allah SWT,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Menko PMK memberikan pujian terhadap organisasi Nahdlatul Wathan. Organisasi yang dibentuk oleh Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada 1 Maret 1953 tersebut dinilainya, sudah banyak sekali kontribusi dan sumbangsih  untuk Islam dan bangsa ini. 

“Sesuai dengan namanya Nahdlatul Wathan, nahdlah berarti kebangkitan pergerakan, pembangunan, al-wathan berarti tanah air atau negara, jadi Nahdlatul Wathan adalah kebangkitan tanah air, pembangunan negara atau membangun negara,” ujarnya.

Muhadjir mengatakan, Nahdlatul Wathan juga telah turut andil dalam mengahantarkan Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan.

“Kemerdekaan dalam artian merdeka dalam berfikir, bersosial dan bebas untuk menyampaikan dakwah-dakwah Islamiyah yang berlandaskan ajaran Ahlussunnah waljamaah serta tidak bertentangan dengan Undang Undang Dasar dan Pancasila,” katanya.

Selain itu, menurutnya, organisasi Nahdlatul Wathan dalam bidang pendidikan melalui pondok pesantren, diniyah, madrasah/sekolah dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, serta bidang sosial dan dakwah Islamiyah sudah membawa dampak perubahan corak positif untuk Indonesia.

“Serta mewujudkan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945, yaitu mercerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Ketua Umum PBNW, Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atasni mengucapkan terima kasih karena Menko PMK yang bersedia menghadiri acara pembacaan Al-Quran itu. 

Khotmil Quran itu diikuti oleh 10 ribu peserta dari seluruh Indonesia.Mereka berpartisipasi secara daring via zoom. Acara luring dalam rangka peringatan Nuzulul Quran dipusatkan di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani di NTB. Acara ini juga dihadiri secara daring guru hafiz Masjidil Haram dan Madrasah Assaulatiyah Makkah, Syaikh Ahmad Muhammad Yar. [DIR]
 
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories