Menko Luhut Tinjau Progres Pembangunan Destinasi Super Prioritas Danau Toba .

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan melakukan sidak untuk mengecek kemajuan pembangunan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba, Sumatera Utara.

Luhut bersama rombongan mengecek pembangunan Danau Toba, selama dua hari, mulai Kamis (11/2) sampai Jumat (12/2).

Di sana, Luhut ikut mengecek berbagai fasilitas penunjang pariwisata, seperti pelabuhan, desa wisata, akses jalan tol, dan berbagai pembangunan lainnya.

“Saya tinjau beberapa lokasi yang ada di sini. Saya ingin lihat perkembangan keseluruhan dari kesiapan Toba sebagai salah satu DPSP,” ungkap Menko Luhut, dalam keterangannya yang diterima RM.id, Sabtu (13/2).

Kunjungan di hari pertama dimulai dengan site visit ke Dermaga Porsea untuk melihat progres pembangunan galangan kapal dan mengecek dua unit Bus Air yang akan segera beroperasi. 

Selanjutnya, rombongan Menko Marves juga melakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Balige, yang merupakan SMKN dengan Kejuruan Pariwisata. 

SMKN ini diharapkan mampu mencetak SDM lokal yang unggul dalam bidang pariwisata untuk mendukung dan pengembangan DPSP Danau Toba. 

Lalu, kunjungan juga dilakukan ke Dermaga Balige dan Desa Wisata Lintong Ni Huta. 

Kedatangan Menko Luhut ke desa wisata tersebut, untuk meninjau pembangunan toilet yang telah diselesaikan oleh Pertamina. 

“Pembangunan ini dibantu oleh Pertamina. Menjadi hal yang penting untuk membangun fasilitas umum, seperti ini supaya calon wisatawan merasa nyaman dan bersih,” lanjutnya. 

Pada hari kedua, Menko Luhut melakukan peninjauan ke Pantai Bebas Parapat untuk melihat penataan kawasan atraksi wisata yang sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). 

Selanjutnya, Menko Marves juga melakukan kunjungan ke calon Creative Hub di Dolok Sipiak. 

Co-working space ini, sebutnya akan menjadi jadi pusat bagi UMKM berkumpul dan menjadi poros roda perputaran ekonomi setempat. 

“Di sini kita juga memajukan budaya yang ada karena dapat dipergunakan pula sebagai tempat latihan kesenian masyarakat,” jelasnya. 

Tempat yang sudah dibangun sejak tahun 2018 ini akan menjadi tempat yang terintegrasi, sebagai tempat beraktivitas dan berkreasi bagi masyarakat setempat. 

Di lokasi lain, pensiunan jenderal ini juga melihat pekerjaan rehabilitasi jalan di Pesanggrahan Soekarno. Bahkan ia juga bertandang ke Pulau Samosir, melalui Pelabuhan Ajibata untuk melihat pembangunan di sana. 

Berlabuh di Pelabuhan Ambarita, rombongan Menko Luhut bergeser ke Huta Siallagan sebagai pusat budaya adat Batak Toba. 

Ia disambut oleh Raja Huta Siallagan dan Kepala Desa setempat. Di sana ia mengatakan, proses rehabilitasi pusat budaya ini segera diselesaikan oleh Kementerian PUPR. 

Proyek Tano Ponggol juga dipantau Luhut. Nantinya, di lokasi ini akan dibangun jembatan layang untuk menyambungkan Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera. 

Ia melihat, pembangunan jembatan di Tano Ponggol sudah berjalan lancar. Tinggal dijalankan dan akan selesai dalam waktu 17 bulan kerja sesuai dengan laporan Bupati Samosir.

“Begitu banyak potensi wisata yang ada di Toba. Tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, budaya dan adat istiadat disini mampu menjadi daya pikat yang luar biasa bagi wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara,” tuturnya. 

Luhut berharap, kawasan pembangunan Danau Toba sebagai salah satu daerah Destinasi Pariwisata Super Prioritas, dapat segera rampung dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. [SAR]
 

]]> .
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan melakukan sidak untuk mengecek kemajuan pembangunan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba, Sumatera Utara.

Luhut bersama rombongan mengecek pembangunan Danau Toba, selama dua hari, mulai Kamis (11/2) sampai Jumat (12/2).

Di sana, Luhut ikut mengecek berbagai fasilitas penunjang pariwisata, seperti pelabuhan, desa wisata, akses jalan tol, dan berbagai pembangunan lainnya.

“Saya tinjau beberapa lokasi yang ada di sini. Saya ingin lihat perkembangan keseluruhan dari kesiapan Toba sebagai salah satu DPSP,” ungkap Menko Luhut, dalam keterangannya yang diterima RM.id, Sabtu (13/2).

Kunjungan di hari pertama dimulai dengan site visit ke Dermaga Porsea untuk melihat progres pembangunan galangan kapal dan mengecek dua unit Bus Air yang akan segera beroperasi. 

Selanjutnya, rombongan Menko Marves juga melakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Balige, yang merupakan SMKN dengan Kejuruan Pariwisata. 

SMKN ini diharapkan mampu mencetak SDM lokal yang unggul dalam bidang pariwisata untuk mendukung dan pengembangan DPSP Danau Toba. 

Lalu, kunjungan juga dilakukan ke Dermaga Balige dan Desa Wisata Lintong Ni Huta. 

Kedatangan Menko Luhut ke desa wisata tersebut, untuk meninjau pembangunan toilet yang telah diselesaikan oleh Pertamina. 

“Pembangunan ini dibantu oleh Pertamina. Menjadi hal yang penting untuk membangun fasilitas umum, seperti ini supaya calon wisatawan merasa nyaman dan bersih,” lanjutnya. 

Pada hari kedua, Menko Luhut melakukan peninjauan ke Pantai Bebas Parapat untuk melihat penataan kawasan atraksi wisata yang sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). 

Selanjutnya, Menko Marves juga melakukan kunjungan ke calon Creative Hub di Dolok Sipiak. 

Co-working space ini, sebutnya akan menjadi jadi pusat bagi UMKM berkumpul dan menjadi poros roda perputaran ekonomi setempat. 

“Di sini kita juga memajukan budaya yang ada karena dapat dipergunakan pula sebagai tempat latihan kesenian masyarakat,” jelasnya. 

Tempat yang sudah dibangun sejak tahun 2018 ini akan menjadi tempat yang terintegrasi, sebagai tempat beraktivitas dan berkreasi bagi masyarakat setempat. 

Di lokasi lain, pensiunan jenderal ini juga melihat pekerjaan rehabilitasi jalan di Pesanggrahan Soekarno. Bahkan ia juga bertandang ke Pulau Samosir, melalui Pelabuhan Ajibata untuk melihat pembangunan di sana. 

Berlabuh di Pelabuhan Ambarita, rombongan Menko Luhut bergeser ke Huta Siallagan sebagai pusat budaya adat Batak Toba. 

Ia disambut oleh Raja Huta Siallagan dan Kepala Desa setempat. Di sana ia mengatakan, proses rehabilitasi pusat budaya ini segera diselesaikan oleh Kementerian PUPR. 

Proyek Tano Ponggol juga dipantau Luhut. Nantinya, di lokasi ini akan dibangun jembatan layang untuk menyambungkan Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera. 

Ia melihat, pembangunan jembatan di Tano Ponggol sudah berjalan lancar. Tinggal dijalankan dan akan selesai dalam waktu 17 bulan kerja sesuai dengan laporan Bupati Samosir.

“Begitu banyak potensi wisata yang ada di Toba. Tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, budaya dan adat istiadat disini mampu menjadi daya pikat yang luar biasa bagi wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara,” tuturnya. 

Luhut berharap, kawasan pembangunan Danau Toba sebagai salah satu daerah Destinasi Pariwisata Super Prioritas, dapat segera rampung dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. [SAR]
 
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories