Menko Airlangga: Kartu Prakerja Bantu UMKM Tingkatkan Skill Dan Usaha

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Kartu Prakerja membawa banyak manfaat khususnya untuk membantu pengusaha UMKM yang ingin meningkatkan skillnya sekaligus mendapatkan tambahan modal dari insentif. 

“Kartu prakerja juga membantu bagi mereka yang terkena PHK akibat pandemi Covid-19,” kata Menko Airlangga melalui keterangannya, Sabtu (4/9). 

Ia mencatat, secara nasional, Kartu Prakerja telah menerima sebanyak 10.081.935 orang dari Gelombang 1-19, dari pendaftar sejumlah 69.311.037 orang. 

Khusus untuk Provinsi Papua, selama 19 gelombang itu terdapat 225.051 orang pendaftar, dan yang diterima sebanyak 77.796 orang. 

Sementara, untuk Kota Jayapura ada 35.064 orang yang mendaftar dalam 19 gelombang, dan yang diterima sebanyak 14.661 orang. 

Dalam kunjungan kerjanya ke Papua, Airlangga  menyempatkan untuk bertemu dengan 12 orang penerima Kartu Prakerja di Kota Jayapura.

Salah satunya, Verly Nomi Pelmelai yang mengikuti pelatihan ‘Berdandan untuk Diri Sendiri. Pada kesempatan itu, Verly mengaku, pelatihan tersebut sangat berguna bagi dirinya karena dapat diaplikasikan kepada anaknya sendiri sehingga berhasil meraih Juara II dalam kontes Puteri Cilik Papua.

Selain itu, ia juga mengikuti pelatihan Microsoft Excel yang sangat membantu tugasnya sebagai bendahara gereja yang harus membuat laporan triwulanan.

Insentif Kartu Prakerja ia gunakan untuk membeli peralatan makeup dan kebutuhan sehari-hari. Verly juga pernah diundang ke Istana Negara untuk bertemu Presiden RI beberapa waktu lalu.

“Waktu itu, saya dapat telepon (dari PMO Kartu Prakerja) untuk bertemu dengan Pak Presiden Jokowi dan Pak Menko. Saya sangat senang dan hal ini tidak akan saya lupakan,” ungkap Verly.

Verly bercerita bahwa setelah menjadi penerima pada Gelombang ke-6, Ia menjadi alumni aktif dalam forum alumni Kartu Prakerja dan juga menjadi salah seorang pelopor yang merawat alumni prakerja.

Dia menuturkan, bahwa forum itu menjadi wadah di media sosial (Facebook dan Instagram) untuk menuangkan ide-ide tentang kewirausahaan supaya alumni Prakerja pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, dapat berpartisipasi dalam wadah itu.

Selain Verly, ada juga pria berusia 40 tahun, John Wempi Wona, yang memaksimalkan manfaat yang diterima dari Kartu Prakerja dengan mengambil tujuh jenis pelatihan.

Tiga pelatihan di antara tujuh tersebut adalah Sukses Jualan Online di Marketplace, Kursus Akuntansi Dasar dan Keuangan Bisnis – Bersertifikat, dan Bisnis Rumahan/UMKM Harus Tahu Menentukan Badan Usaha.

Melalui pelatihan tersebut, John kini berwirausaha online yang menjual berbagai jenis barang, seperti busana wanita, tas wanita, aksesoris wanita, kosmetik, dan ramuan tradisional. 

Penjualannya dikirim ke area Papua dengan mengambil barang dari Jakarta dan Surabaya. Pada kesempatan tersebut John menjadi salah satu alumni Kartu Prakerja yang mendapatkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BNI senilai Rp30 juta.

John menuturkan dana tersebut, akan dia gunakan untuk membangun usaha offline yang menjual berbagai merchandise PON XX 2020 yang akan berlangsung bulan depan. 

Hal ini akan dia gunakan untuk membangun usaha offline ke depannya, yang menjual berbagai merchandise PON XX 2020 yang akan berlangsung bulan depan.  Selain John, KUR juga diberikan BNI kepada alumni Kartu Prakerja lainnya yang memenuhi syarat. 

Turut hadir, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian, Sekretaris Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wali Kota Jayapura, Pimpinan Wilayah 16 (Papua/Papua Barat) BNI, dan VP Divisi Hubungan Kelembagaan BNI. [KPJ]
 

]]> Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Kartu Prakerja membawa banyak manfaat khususnya untuk membantu pengusaha UMKM yang ingin meningkatkan skillnya sekaligus mendapatkan tambahan modal dari insentif. 

“Kartu prakerja juga membantu bagi mereka yang terkena PHK akibat pandemi Covid-19,” kata Menko Airlangga melalui keterangannya, Sabtu (4/9). 

Ia mencatat, secara nasional, Kartu Prakerja telah menerima sebanyak 10.081.935 orang dari Gelombang 1-19, dari pendaftar sejumlah 69.311.037 orang. 

Khusus untuk Provinsi Papua, selama 19 gelombang itu terdapat 225.051 orang pendaftar, dan yang diterima sebanyak 77.796 orang. 

Sementara, untuk Kota Jayapura ada 35.064 orang yang mendaftar dalam 19 gelombang, dan yang diterima sebanyak 14.661 orang. 

Dalam kunjungan kerjanya ke Papua, Airlangga  menyempatkan untuk bertemu dengan 12 orang penerima Kartu Prakerja di Kota Jayapura.

Salah satunya, Verly Nomi Pelmelai yang mengikuti pelatihan ‘Berdandan untuk Diri Sendiri. Pada kesempatan itu, Verly mengaku, pelatihan tersebut sangat berguna bagi dirinya karena dapat diaplikasikan kepada anaknya sendiri sehingga berhasil meraih Juara II dalam kontes Puteri Cilik Papua.

Selain itu, ia juga mengikuti pelatihan Microsoft Excel yang sangat membantu tugasnya sebagai bendahara gereja yang harus membuat laporan triwulanan.

Insentif Kartu Prakerja ia gunakan untuk membeli peralatan makeup dan kebutuhan sehari-hari. Verly juga pernah diundang ke Istana Negara untuk bertemu Presiden RI beberapa waktu lalu.

“Waktu itu, saya dapat telepon (dari PMO Kartu Prakerja) untuk bertemu dengan Pak Presiden Jokowi dan Pak Menko. Saya sangat senang dan hal ini tidak akan saya lupakan,” ungkap Verly.

Verly bercerita bahwa setelah menjadi penerima pada Gelombang ke-6, Ia menjadi alumni aktif dalam forum alumni Kartu Prakerja dan juga menjadi salah seorang pelopor yang merawat alumni prakerja.

Dia menuturkan, bahwa forum itu menjadi wadah di media sosial (Facebook dan Instagram) untuk menuangkan ide-ide tentang kewirausahaan supaya alumni Prakerja pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, dapat berpartisipasi dalam wadah itu.

Selain Verly, ada juga pria berusia 40 tahun, John Wempi Wona, yang memaksimalkan manfaat yang diterima dari Kartu Prakerja dengan mengambil tujuh jenis pelatihan.

Tiga pelatihan di antara tujuh tersebut adalah Sukses Jualan Online di Marketplace, Kursus Akuntansi Dasar dan Keuangan Bisnis – Bersertifikat, dan Bisnis Rumahan/UMKM Harus Tahu Menentukan Badan Usaha.

Melalui pelatihan tersebut, John kini berwirausaha online yang menjual berbagai jenis barang, seperti busana wanita, tas wanita, aksesoris wanita, kosmetik, dan ramuan tradisional. 

Penjualannya dikirim ke area Papua dengan mengambil barang dari Jakarta dan Surabaya. Pada kesempatan tersebut John menjadi salah satu alumni Kartu Prakerja yang mendapatkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BNI senilai Rp30 juta.

John menuturkan dana tersebut, akan dia gunakan untuk membangun usaha offline yang menjual berbagai merchandise PON XX 2020 yang akan berlangsung bulan depan. 

Hal ini akan dia gunakan untuk membangun usaha offline ke depannya, yang menjual berbagai merchandise PON XX 2020 yang akan berlangsung bulan depan.  Selain John, KUR juga diberikan BNI kepada alumni Kartu Prakerja lainnya yang memenuhi syarat. 

Turut hadir, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian, Sekretaris Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wali Kota Jayapura, Pimpinan Wilayah 16 (Papua/Papua Barat) BNI, dan VP Divisi Hubungan Kelembagaan BNI. [KPJ]
 
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories