Menkeu Dorong LPEI Jadi Solusi Wujudkan Pembangunan Nasional

Kinerja Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di tahun ini diharapkan terus membaik dan memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama para pelaku usaha kecil dan menengah.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) saat memberikan sambutan, dalam pelantikan Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif, Rijani Tirtoso menggantikan Daniel James Rompas.

Sri Mulyani menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Daniel James Rompas yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk memperbaiki kinerja LPEI bersama seluruh jajaran direksi dan manajemen.

Ia berpesan kepada Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif yang baru dilantik, agar bersama-sama seluruh jajaran untuk terus memperbaiki kinerja LPEI baik dari sisi keuangan, maupun dalam fungsi dan tugas guna mendorong ekspor di Indonesia.

“Beberapa fungsi seperti pemberi kredit atau credit enhancer, sebagai facilitator, accelerator, maupun aggregator adalah fungsi-fungsi yang membutuhkan semua elemen termasuk direksi, pimpinan dan manajemen yang mampu berpikir kreatif dan inovatif,” ucap Sri Mulyani dalam keterangan resminya, Rabu (5/1).

Karena saat ini sambung Sri Mulyani, Indonesia masih dihadapkan pada sebuah lingkungan dunia yang bergerak sangat cepat, ekspor merupakan salah satu engine growth yang sangat penting.

 

Kepada seluruh jajaran LPEI, Sri Mulyani juga menitipkan pesan, sebagai sebuah institusi yang dibentuk dengan undang-undang khusus, sifatnya sui generis, maka LPEI memang dirancang untuk mampu menghadirkan solusi yang tidak bisa diberikan oleh institusi biasa.

Untuk itu kata Sri Mulyani, dalam menjawab permasalahan ekspor yang tidak biasa, terkait hal-hal struktural, fundamental dan kompleks, maka LPEI memang memiliki misi yang sangat berat.

“Untuk bisa mencapai misi yang diharapkan, harus didukung oleh organisasi yang dibangun kuat oleh seluruh leadership, manajemen, dan jajarannya. Itu adalah kewajiban dari internal LPEI,” pintanya.

Ditekankan Sri Mulyani, leadership, sumber daya manusianya, sikapnya, kompetensinya, profesionalismenya, inovasinya, kreativitasnya, integritasnya, itu adalah tanggung jawab internal LPEI yang harus dibangun tidak hanya oleh Direktur Eksekutifnya, tapi seluruh jajaran manajemen dan karyawannya.

Selain memberikan pesan kepada Direksi dan Jajaran LPEI, Sri Mulyani juga memberikan arahan kepada Special Mission Vehicle (SMV) di lingkungan Kementerian Keuangan yang hadir, untuk bisa turut menjadi solusi dalam misi pembangunan.

“SMV diminta mampu melakukan suatu tugas pembangunan yang kompleks, struktural secara sehat, tepat dan berkinerja baik,” tegas Sri Mulyani.

Ia berharap kepada LPEI, agar fokus kepada para pelaku bisnis kecil menengah dan juga berperan memberikan solusi bagi pembangunan.

“Kalau kita bekerja sendiri-sendiri, terkotak-kotak hasilnya pasti lebih buruk dan terbatas. Kalau bisa bersinergi, mampu menjawab bersama, pasti hasilnya jauh lebih powerful dan lebih besar. Itu privilege yang anda miliki dan itu yang disebut misi pembangunan. LPEI agar bekerja jauh lebih kreatif, tidak sekedar menyalurkan kredit,” pungkasnya. [DWI]

]]> Kinerja Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di tahun ini diharapkan terus membaik dan memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama para pelaku usaha kecil dan menengah.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) saat memberikan sambutan, dalam pelantikan Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif, Rijani Tirtoso menggantikan Daniel James Rompas.

Sri Mulyani menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Daniel James Rompas yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk memperbaiki kinerja LPEI bersama seluruh jajaran direksi dan manajemen.

Ia berpesan kepada Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif yang baru dilantik, agar bersama-sama seluruh jajaran untuk terus memperbaiki kinerja LPEI baik dari sisi keuangan, maupun dalam fungsi dan tugas guna mendorong ekspor di Indonesia.

“Beberapa fungsi seperti pemberi kredit atau credit enhancer, sebagai facilitator, accelerator, maupun aggregator adalah fungsi-fungsi yang membutuhkan semua elemen termasuk direksi, pimpinan dan manajemen yang mampu berpikir kreatif dan inovatif,” ucap Sri Mulyani dalam keterangan resminya, Rabu (5/1).

Karena saat ini sambung Sri Mulyani, Indonesia masih dihadapkan pada sebuah lingkungan dunia yang bergerak sangat cepat, ekspor merupakan salah satu engine growth yang sangat penting.

 

Kepada seluruh jajaran LPEI, Sri Mulyani juga menitipkan pesan, sebagai sebuah institusi yang dibentuk dengan undang-undang khusus, sifatnya sui generis, maka LPEI memang dirancang untuk mampu menghadirkan solusi yang tidak bisa diberikan oleh institusi biasa.

Untuk itu kata Sri Mulyani, dalam menjawab permasalahan ekspor yang tidak biasa, terkait hal-hal struktural, fundamental dan kompleks, maka LPEI memang memiliki misi yang sangat berat.

“Untuk bisa mencapai misi yang diharapkan, harus didukung oleh organisasi yang dibangun kuat oleh seluruh leadership, manajemen, dan jajarannya. Itu adalah kewajiban dari internal LPEI,” pintanya.

Ditekankan Sri Mulyani, leadership, sumber daya manusianya, sikapnya, kompetensinya, profesionalismenya, inovasinya, kreativitasnya, integritasnya, itu adalah tanggung jawab internal LPEI yang harus dibangun tidak hanya oleh Direktur Eksekutifnya, tapi seluruh jajaran manajemen dan karyawannya.

Selain memberikan pesan kepada Direksi dan Jajaran LPEI, Sri Mulyani juga memberikan arahan kepada Special Mission Vehicle (SMV) di lingkungan Kementerian Keuangan yang hadir, untuk bisa turut menjadi solusi dalam misi pembangunan.

“SMV diminta mampu melakukan suatu tugas pembangunan yang kompleks, struktural secara sehat, tepat dan berkinerja baik,” tegas Sri Mulyani.

Ia berharap kepada LPEI, agar fokus kepada para pelaku bisnis kecil menengah dan juga berperan memberikan solusi bagi pembangunan.

“Kalau kita bekerja sendiri-sendiri, terkotak-kotak hasilnya pasti lebih buruk dan terbatas. Kalau bisa bersinergi, mampu menjawab bersama, pasti hasilnya jauh lebih powerful dan lebih besar. Itu privilege yang anda miliki dan itu yang disebut misi pembangunan. LPEI agar bekerja jauh lebih kreatif, tidak sekedar menyalurkan kredit,” pungkasnya. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories