Menkes: RI Sudah Mampu Uji 1.866 Genome Sequencing Per Bulan

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia sudah mampu menguji sekitar 1.866 Genome Sequencing per bulan dari 21 jaringan laboratorium yang tersebar di sejumlah wilayah.

Begitu kata Menkes Budi saat konferensi pers perpanjangan PPKM seperti dikutip dari Antara, Senin (13/9).

“Sudah ada 21 jaringan lab di Indonesia yang bisa melakukan testing yang sifatnya canggih. Setiap bulan kita sudah mampu melakukan 1.866 Genome Sequencing,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah tes tersebut meningkat berkali-kali lipat ketimbang pada satu tahun lalu yang hanya mampu melakukan 340 tes Genome Sequencing per bulan. Sejak Januari hingga Agustus, Kemenkes sudah melakukan 6.161 tes Genome Sequencing untuk mengidentifikasi varian baru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Kemenkes juga memperkuat jaringan lab uji Genome Sequencing atau WGS agar kita bisa dengan cepat melakukan identifikasi dari varian baru ini,” kata dia.

Budi menambahkan, salah satunya yang diuji yakni varian Delta yang berkarakteristik sulit untuk dikendalikan dan penularannya begitu cepat. Varian Delta ini, terus menjalar ke pelosok dunia sehingga meningkatkan dan menjadikan lonjakan kasus di negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Israel,  Inggris, Malaysia, Singapura, dan Jepang.

Untuk mencegah masuknya mutasi virus baru dari negara luar, Pemerintah memutuskan untuk memperkuat seluruh pintu masuk negara dengan melengkapi dan memperketat proses karantina baik melalui udara, laut, maupun darat.

Ada tiga varian yang menjadi perhatian pemerintah yakni virus Lambda (ditemukan di Peru), Mu (Kolombia), dan C.1.2 (Afrika Selatan). Ketiga virus ini akan menjadi perhatian serius pemerintah agar tak masuk ke Indonesia. [DIT]

]]> Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia sudah mampu menguji sekitar 1.866 Genome Sequencing per bulan dari 21 jaringan laboratorium yang tersebar di sejumlah wilayah.

Begitu kata Menkes Budi saat konferensi pers perpanjangan PPKM seperti dikutip dari Antara, Senin (13/9).

“Sudah ada 21 jaringan lab di Indonesia yang bisa melakukan testing yang sifatnya canggih. Setiap bulan kita sudah mampu melakukan 1.866 Genome Sequencing,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah tes tersebut meningkat berkali-kali lipat ketimbang pada satu tahun lalu yang hanya mampu melakukan 340 tes Genome Sequencing per bulan. Sejak Januari hingga Agustus, Kemenkes sudah melakukan 6.161 tes Genome Sequencing untuk mengidentifikasi varian baru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Kemenkes juga memperkuat jaringan lab uji Genome Sequencing atau WGS agar kita bisa dengan cepat melakukan identifikasi dari varian baru ini,” kata dia.

Budi menambahkan, salah satunya yang diuji yakni varian Delta yang berkarakteristik sulit untuk dikendalikan dan penularannya begitu cepat. Varian Delta ini, terus menjalar ke pelosok dunia sehingga meningkatkan dan menjadikan lonjakan kasus di negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Israel,  Inggris, Malaysia, Singapura, dan Jepang.

Untuk mencegah masuknya mutasi virus baru dari negara luar, Pemerintah memutuskan untuk memperkuat seluruh pintu masuk negara dengan melengkapi dan memperketat proses karantina baik melalui udara, laut, maupun darat.

Ada tiga varian yang menjadi perhatian pemerintah yakni virus Lambda (ditemukan di Peru), Mu (Kolombia), dan C.1.2 (Afrika Selatan). Ketiga virus ini akan menjadi perhatian serius pemerintah agar tak masuk ke Indonesia. [DIT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories