Menkes: Keputusan Transisi Pandemi Ke Endemi Harus Koordinasi WHO, Nggak Bisa Diambil Sendiri

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, Covid-19 merupakan pandemi global yang tidak hanya terjadi di Indonesia.

Karena itu, keputusan untuk melakukan transisi dari pandemi menjadi endemi, tidak dapat ditentukan sendiri oleh Indonesia atau negara mana pun. Harus dikoordinasikan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Ini pandemi global. Indonesia tak bisa mengambil keputusan sendiri, bahwa ini sudah menjadi endemi,” ujar Menkes dalam keterangannya, usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (31/5).

Menkes menjelaskan, ada sejumlah pertimbangan dalam memutuskan transisi pandemi menuju endemi. Salah satunya, kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Secara bertahap, pemerintah akan memindahkan tanggung jawab menjaga kesehatan ke masing-masing individu.

“Kalau itu sudah berhasil, masyarakat sudah paham, sudah teredukasi dengan baik, sudah memahami bagaimana protokol kesehatan seharusnya, sudah memiliki judgement kapan mesti melakukan apa. Itu artinya, masyarakat kita sudah bisa beradaptasi dengan endemi,” jelas Menkes.

Menurutnya, ada tiga faktor transmisi komunitas yang harus dipenuhi, sebelum memutuskan transisi pandemi menuju endemi. Yang harus dipenuhi selama tiga bulan berturut-turut.

“Aturan WHO soal transmisi komunitas yang menyebutkan, untuk menjadi endemi, harus terdata kasus per 100 ribu, kasus masuk rumah sakit per 100 ribu, kasus meninggal per 100 ribu. Data itu harus memenuhi kriteria Level 1 selama tiga bulan berturut-turut,” beber Menkes.

Menkes mengusulkan, keputusan transisi dari pandemi menuju endemi dapat dilakukan apabila capaian vaksinasi dosis kedua sudah mencapai 70 persen. Sedangkan angka laju penularan atau reproduksi efektif, sudah berada di bawah 1.

“Jadi kalau bisa, sudah Level 1, tiga bulan berturut-turut. Reproduction rate-nya di bawah 1, tiga bulan berturut-turut. Vaksinasinya di atas 70 persen, minimal 70 persen dosis kedua. Itu yang menjadi pertimbangan kami dari sektor kesehatan. Kami merasa cukup yakin, bahwa sudah bisa dibuat keputusan transisi dari pandemi menjadi endemi,” terang Menkes.

Dia juga menyebut, transisi dari pandemi menuju endemi tidak hanya mengacu pada pertimbangan sektor kesehatan, tetapi juga ekonomi, sosial, dan politik.

“Pertimbangannya tidak 100 persen kesehatan. Ada pertimbangan ekonominya, sosialnya, politiknya. Sehingga, kalau itu levelnya negara atau kumpulan dari kepala-kepala negara, pengambilan keputusan akan bersifat global,” pungkasnya. ■

]]> Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, Covid-19 merupakan pandemi global yang tidak hanya terjadi di Indonesia.

Karena itu, keputusan untuk melakukan transisi dari pandemi menjadi endemi, tidak dapat ditentukan sendiri oleh Indonesia atau negara mana pun. Harus dikoordinasikan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Ini pandemi global. Indonesia tak bisa mengambil keputusan sendiri, bahwa ini sudah menjadi endemi,” ujar Menkes dalam keterangannya, usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (31/5).

Menkes menjelaskan, ada sejumlah pertimbangan dalam memutuskan transisi pandemi menuju endemi. Salah satunya, kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Secara bertahap, pemerintah akan memindahkan tanggung jawab menjaga kesehatan ke masing-masing individu.

“Kalau itu sudah berhasil, masyarakat sudah paham, sudah teredukasi dengan baik, sudah memahami bagaimana protokol kesehatan seharusnya, sudah memiliki judgement kapan mesti melakukan apa. Itu artinya, masyarakat kita sudah bisa beradaptasi dengan endemi,” jelas Menkes.

Menurutnya, ada tiga faktor transmisi komunitas yang harus dipenuhi, sebelum memutuskan transisi pandemi menuju endemi. Yang harus dipenuhi selama tiga bulan berturut-turut.

“Aturan WHO soal transmisi komunitas yang menyebutkan, untuk menjadi endemi, harus terdata kasus per 100 ribu, kasus masuk rumah sakit per 100 ribu, kasus meninggal per 100 ribu. Data itu harus memenuhi kriteria Level 1 selama tiga bulan berturut-turut,” beber Menkes.

Menkes mengusulkan, keputusan transisi dari pandemi menuju endemi dapat dilakukan apabila capaian vaksinasi dosis kedua sudah mencapai 70 persen. Sedangkan angka laju penularan atau reproduksi efektif, sudah berada di bawah 1.

“Jadi kalau bisa, sudah Level 1, tiga bulan berturut-turut. Reproduction rate-nya di bawah 1, tiga bulan berturut-turut. Vaksinasinya di atas 70 persen, minimal 70 persen dosis kedua. Itu yang menjadi pertimbangan kami dari sektor kesehatan. Kami merasa cukup yakin, bahwa sudah bisa dibuat keputusan transisi dari pandemi menjadi endemi,” terang Menkes.

Dia juga menyebut, transisi dari pandemi menuju endemi tidak hanya mengacu pada pertimbangan sektor kesehatan, tetapi juga ekonomi, sosial, dan politik.

“Pertimbangannya tidak 100 persen kesehatan. Ada pertimbangan ekonominya, sosialnya, politiknya. Sehingga, kalau itu levelnya negara atau kumpulan dari kepala-kepala negara, pengambilan keputusan akan bersifat global,” pungkasnya. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories