Menhub Puji Masyarakat Yang Tidak Mudik .

Pemerintah mengapresiasi masyarakat yang memutuskan tidak mudik selama masa larangan mudik Lebaran 2021 yang berlaku pada 6-17 Mei. 

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, Senin (10/5).

“Kami selaku penyelenggara mengapresiasi masyarakat memberikan suatu respons yang baik tentang upaya peniadaan mudik yang efektif,” ujarnya seperti dikutip dari situs Setkab.

BKS-sapaan Budi Karya Sumadi-mengatakan, dari 6-9 Mei terjadi penurunan pergerakan penumpang baik di angkutan udara, laut, darat, maupun perkeretaapian. Angkutan udara turun sampai 93 persen, angkutan laut dan kereta api kira-kira 90 persen. Sedangkan di darat 40 persen.

Namun, BKS mengungkapkan, terjadi kenaikan jumlah penumpang pada periode sebelum peniadaan mudik, yaitu 22 April- 5 Mei. Kenaikan mencapai 20-30 persen.

BKS juga mengapresiasi semua unsur yang telah berupaya maksimal melakukan penyekatan di sejumlah titik yang dilalui pemudik. Penyekatan berhasil menekan jumlah pemudik.

“Penyekatan tersebut tidak berlaku untuk pergerakan arus barang atau logistik yang hanya turun sekitar 3-5 persen,” bebernya.

Lebih lanjut, kata BKS, pemerintah juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan pemudik pada H-2 dan H-1 Lebaran. “Dari pantauan yang kami lihat dari survei kami, bahwa mudik ini masih bisa terjadi lagi tinggi mungkin besok dan lusa,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga berkonsentrasi mengatur kepulangan para pekerja migran Indonesia (PMI) terutama dari Malaysia, melalui titik kedatangan di Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara. 

“Berkaitan dengan penggunaan pesawat udara, tadi sudah disetujui bahwa tidak ada lagi penerbangan carter selama masa peniadaan mudik ini, sehingga kalau ada tenaga–tenaga kerja disarankan menunda perjalanan. Tetap ke Indonesia tetapi menunda,” ujarnya. 

Selain terus mengintensifkan pelaksanaan kebijakan peniadaan mudik, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi pergerakan arus balik yang diprediksi terjadi mulai H+2 Lebaran. “Dari catatan kami ada 22 persen yang akan balik pada hari Minggu H+2, itu kalau dikuantifikasi kira-kira 3,6 juta pemudik, suatu jumlah yang banyak,” tukas BKS. [DIT]

]]> .
Pemerintah mengapresiasi masyarakat yang memutuskan tidak mudik selama masa larangan mudik Lebaran 2021 yang berlaku pada 6-17 Mei. 

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, Senin (10/5).

“Kami selaku penyelenggara mengapresiasi masyarakat memberikan suatu respons yang baik tentang upaya peniadaan mudik yang efektif,” ujarnya seperti dikutip dari situs Setkab.

BKS-sapaan Budi Karya Sumadi-mengatakan, dari 6-9 Mei terjadi penurunan pergerakan penumpang baik di angkutan udara, laut, darat, maupun perkeretaapian. Angkutan udara turun sampai 93 persen, angkutan laut dan kereta api kira-kira 90 persen. Sedangkan di darat 40 persen.

Namun, BKS mengungkapkan, terjadi kenaikan jumlah penumpang pada periode sebelum peniadaan mudik, yaitu 22 April- 5 Mei. Kenaikan mencapai 20-30 persen.

BKS juga mengapresiasi semua unsur yang telah berupaya maksimal melakukan penyekatan di sejumlah titik yang dilalui pemudik. Penyekatan berhasil menekan jumlah pemudik.

“Penyekatan tersebut tidak berlaku untuk pergerakan arus barang atau logistik yang hanya turun sekitar 3-5 persen,” bebernya.

Lebih lanjut, kata BKS, pemerintah juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan pemudik pada H-2 dan H-1 Lebaran. “Dari pantauan yang kami lihat dari survei kami, bahwa mudik ini masih bisa terjadi lagi tinggi mungkin besok dan lusa,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga berkonsentrasi mengatur kepulangan para pekerja migran Indonesia (PMI) terutama dari Malaysia, melalui titik kedatangan di Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara. 

“Berkaitan dengan penggunaan pesawat udara, tadi sudah disetujui bahwa tidak ada lagi penerbangan carter selama masa peniadaan mudik ini, sehingga kalau ada tenaga–tenaga kerja disarankan menunda perjalanan. Tetap ke Indonesia tetapi menunda,” ujarnya. 

Selain terus mengintensifkan pelaksanaan kebijakan peniadaan mudik, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi pergerakan arus balik yang diprediksi terjadi mulai H+2 Lebaran. “Dari catatan kami ada 22 persen yang akan balik pada hari Minggu H+2, itu kalau dikuantifikasi kira-kira 3,6 juta pemudik, suatu jumlah yang banyak,” tukas BKS. [DIT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories