Mengerikan, Melihat Video Di RSUD Bekasi Pasien Geletakan Di Jalan, Panas-panasan Di Losbak

Membludaknya pasien Covid-19 bikin rumah sakit keketeran. Rumah sakit sudah tidak bisa lagi menampung gelombang pasien yang datang. Kondisi paling parah dan mengerikan terjadi di RSUD Kota Bekasi. Dalam sebuah video yang viral kemarin, terlihat pasien bergeletakan di jalan. Ada juga pasien yang terbaring kepanasan di mobil bak terbuka alias losbak.

Lonjakan kasus Corona di Kota Bekasi sudah terasa sejak awal pekan lalu. Sejak Senin lalu, pasien Corona yang datang ke RS Chasbullah Abdulmadjid atau lebih dikenal RSUD Bekasi, yang berada di Pramuka, terus berdatangan. Akibatnya, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit ini meningkat nyaris 90 persen.

Mengantisipasi membludaknya pasien, pengelola kemudian mendirikan tiga tenda darurat, pada Rabu lalu. Ukurannya lumayan luas. Satu tenda bisa menampung 20 sampai 30 pasien. Pengelola memastikan, tenda darurat ini bukan untuk ruang perawatan. Hanya tempat skrining pasien sebelum dirawat di ruangan.

Namun, pasien datang seperti gelombang. Tenda darurat pun tak mampu menampung pasien. Akibatnya, ada pasien yang harus dirawat di kursi roda dan bahkan di jalan. Penampakan pasien yang tergeletak di lantai ini terlihat dalam video yang viral di media sosial, kemarin. Video ini juga menyebar di grup-grup WhatsApp.

Dalam video berdurasi tak sampai satu menit ini, suasana tenda darurat RSUD Bekasi tampak crowded. Belasan pasien duduk di kursi roda mengantre di pintu tenda. Sementara, petugas medis dengan pakaian APD lengkap hilir mudik menangani pasien yang terus berdatangan. 

Paling mencengangkan, saat kamera menyorot pasien yang tergeletak di atas jalan aspal hanya beralas tikar. Posisinya persis di samping pintu masuk tenda. Satu pasien tampak terbaring lemas dengan selang infus menancap di tangan kirinya. 

Tak jauh dari sana, seorang pasien ibu-ibu tergeletak di atas mobil losbak putih dengan selang infus dan oksigen. Seorang petugas medis menggunakan hazmat lengkap memeriksa kondisi pasien sambil menuliskan sesuatu di dokumen yang dibawanya. Keluarga pasien melihat pemeriksaan itu dari belakang mobil. 

Direktur RSUD Kota Bekasi, Kusnanto Said membenarkan video viral itu. Kata dia, video diambil saat dokter melakukan skrining atau pemeriksaan awal terhadap pasien, kemarin pagi. Pasien yang datang tak langsung dirawat. Tapi dites PCR dulu.

 

Persoalannya, sebagian pasien sudah datang dalam kondisi cukup parah dan akhirnya memilih tiduran daripada menunggu di kursi roda. “Kami kan nggak bisa menolak orang datang,” kata Kusnadi, kemarin. 

Selain mendirikan tenda, pihaknya juga menjadikan lorong rumah sakit untuk tempat skrining dan mengubah IGD jadi ruang rawat. Tak hanya itu, RSUD juga menambah 45 ranjang sehingga total 400 tempat tidur. Namun, masih tak cukup untuk menampung pasien yang datang. Semua ranjang sudah terisi 100 persen.

Tak hanya RSUD Bekasi, RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, juga sudah full. Karena sudah tak ada lagi ranjang, pasien Corona di sana terpaksa dirawat di kursi roda di selasar rumah sakit. 

Gara-gara video ini, kata kunci “RSUD Bekasi” jadi trending topic di jagat Twitter, kemarin. Sampai tadi malam, ada 11 ribu pengguna yang mencuitkan kata kunci tersebut. Sejumlah selebtwit ikut mengunggah ulang video tersebut. Beberapa di antaranya adalah dokter Berlian Idris di akun @berlianidris.

“Kalau masih ada yang bilang masalah Covid ini dibesar-besarkan, maka nuraninya patut dipertanyakan. Kita doakan yang sakit segera diberi kesembuhan,” kicaunya. 

Dokter Andi Khomeini Takdir juga membagikan video tersebut sambil mengabarkan bahwa hampir semua  rumah sakit saat ini sudah full. Ia meminta maaf kepada keluarga dan kerabat lantaran tak bisa membantu mencari kamar perawatan.

“Saya sendiri sulit sekali menemukan kamar perawatan untuk kerabat dan kawan-kawan saya. Saat ini advis yang bisa beri minum vitamin d-zinc-dkk, susu, madu, yogurt, air-putih-hangat & jus buah,” kicaunya di akun @dr_koko28. [BCG]

]]> Membludaknya pasien Covid-19 bikin rumah sakit keketeran. Rumah sakit sudah tidak bisa lagi menampung gelombang pasien yang datang. Kondisi paling parah dan mengerikan terjadi di RSUD Kota Bekasi. Dalam sebuah video yang viral kemarin, terlihat pasien bergeletakan di jalan. Ada juga pasien yang terbaring kepanasan di mobil bak terbuka alias losbak.
Lonjakan kasus Corona di Kota Bekasi sudah terasa sejak awal pekan lalu. Sejak Senin lalu, pasien Corona yang datang ke RS Chasbullah Abdulmadjid atau lebih dikenal RSUD Bekasi, yang berada di Pramuka, terus berdatangan. Akibatnya, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit ini meningkat nyaris 90 persen.
Mengantisipasi membludaknya pasien, pengelola kemudian mendirikan tiga tenda darurat, pada Rabu lalu. Ukurannya lumayan luas. Satu tenda bisa menampung 20 sampai 30 pasien. Pengelola memastikan, tenda darurat ini bukan untuk ruang perawatan. Hanya tempat skrining pasien sebelum dirawat di ruangan.
Namun, pasien datang seperti gelombang. Tenda darurat pun tak mampu menampung pasien. Akibatnya, ada pasien yang harus dirawat di kursi roda dan bahkan di jalan. Penampakan pasien yang tergeletak di lantai ini terlihat dalam video yang viral di media sosial, kemarin. Video ini juga menyebar di grup-grup WhatsApp.
Dalam video berdurasi tak sampai satu menit ini, suasana tenda darurat RSUD Bekasi tampak crowded. Belasan pasien duduk di kursi roda mengantre di pintu tenda. Sementara, petugas medis dengan pakaian APD lengkap hilir mudik menangani pasien yang terus berdatangan. 
Paling mencengangkan, saat kamera menyorot pasien yang tergeletak di atas jalan aspal hanya beralas tikar. Posisinya persis di samping pintu masuk tenda. Satu pasien tampak terbaring lemas dengan selang infus menancap di tangan kirinya. 
Tak jauh dari sana, seorang pasien ibu-ibu tergeletak di atas mobil losbak putih dengan selang infus dan oksigen. Seorang petugas medis menggunakan hazmat lengkap memeriksa kondisi pasien sambil menuliskan sesuatu di dokumen yang dibawanya. Keluarga pasien melihat pemeriksaan itu dari belakang mobil. 
Direktur RSUD Kota Bekasi, Kusnanto Said membenarkan video viral itu. Kata dia, video diambil saat dokter melakukan skrining atau pemeriksaan awal terhadap pasien, kemarin pagi. Pasien yang datang tak langsung dirawat. Tapi dites PCR dulu.

 

Persoalannya, sebagian pasien sudah datang dalam kondisi cukup parah dan akhirnya memilih tiduran daripada menunggu di kursi roda. “Kami kan nggak bisa menolak orang datang,” kata Kusnadi, kemarin. 
Selain mendirikan tenda, pihaknya juga menjadikan lorong rumah sakit untuk tempat skrining dan mengubah IGD jadi ruang rawat. Tak hanya itu, RSUD juga menambah 45 ranjang sehingga total 400 tempat tidur. Namun, masih tak cukup untuk menampung pasien yang datang. Semua ranjang sudah terisi 100 persen.
Tak hanya RSUD Bekasi, RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, juga sudah full. Karena sudah tak ada lagi ranjang, pasien Corona di sana terpaksa dirawat di kursi roda di selasar rumah sakit. 
Gara-gara video ini, kata kunci “RSUD Bekasi” jadi trending topic di jagat Twitter, kemarin. Sampai tadi malam, ada 11 ribu pengguna yang mencuitkan kata kunci tersebut. Sejumlah selebtwit ikut mengunggah ulang video tersebut. Beberapa di antaranya adalah dokter Berlian Idris di akun @berlianidris.
“Kalau masih ada yang bilang masalah Covid ini dibesar-besarkan, maka nuraninya patut dipertanyakan. Kita doakan yang sakit segera diberi kesembuhan,” kicaunya. 
Dokter Andi Khomeini Takdir juga membagikan video tersebut sambil mengabarkan bahwa hampir semua  rumah sakit saat ini sudah full. Ia meminta maaf kepada keluarga dan kerabat lantaran tak bisa membantu mencari kamar perawatan.
“Saya sendiri sulit sekali menemukan kamar perawatan untuk kerabat dan kawan-kawan saya. Saat ini advis yang bisa beri minum vitamin d-zinc-dkk, susu, madu, yogurt, air-putih-hangat & jus buah,” kicaunya di akun @dr_koko28. [BCG]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories