Mengenal Filler Hybrid, Solusi Masalah Kulit Saat Pandemi .

Jakarta Aesthetic Center (JAC) memperkenalkan metode kecantikan Filler Hybrid. Gabungan teknologi filler premium sesuai kebutuhan pasien.

“Hasilnya lebih cepat, lebih nyata, bukan hanya mengkontur tapi mengangkat dan memperbaiki kualitas kulit, yang jadi masalah banyak orang di masa pandemi,” kata Medical Director Jakarta Aesthetic Clinic Olivia Ong.

Kenyataannya, selama masa pandemi, treatment filler masih menjadi primadona.

Filler hybrid memberi keuntungan lebih bagi siapa pun yang menjalaninya, sehingga dapat menghemat pengeluaran dan mendapat hasil yang lebih maksimal.

Selain itu, dapat menjangkau area perawatan yang lebih luas. Misalnya, wajah sampai leher atau leher dan punggung tangan.

Dikombinasikan dengan ketajaman analisa dan teknik menyuntik khusus tim dokter JAC, membuat pasien merasa bahagia mencapai kecantikan yang diinginkan.

“Hasilnya dapat bertahan lama. Cukup lakukan perawatan dengan filler hybrid setahun dua kali,” jelas Olivia.

JAC, klinik asal Indonesia yang terkenal di Asia Pasifik ini menerapkan protokol kesehatan cukup ketat. Seluruh karyawan dan dokter melakukan swab tiap tujuh hari sekali.

Pasien yang datang pun wajib swab antigen. Seluruh tim dokter dan tim yang bertugas di klinik, termasuk pasien, wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) level-2 yang lengkap sesuai standar internasional praktik kedokteran estetika selama pandemi Covid-19.

“Satu pasien, satu waktu, satu ruangan adalah komitmen yang JAC jalani untuk mencegah adanya penularan virus,” ujar Olivia.

JAC juga membatasi jumlah pasien yang datang, hanya maksimal 30 pasien per harinya. Seluruh ruangan klinik juga wajib disemprotkan disinfektan untuk memastikan klinik aman dan terbebas dari Covid-19.

“JAC berharap bisa terus membantu menyuntikkan kepercayaan diri ke setiap orang, terutama wanita Indonesia, yang sadar maupun tidak disadari juga terkena dampak pandemi secara mental,” tandas Olivia. [MER]

]]> .
Jakarta Aesthetic Center (JAC) memperkenalkan metode kecantikan Filler Hybrid. Gabungan teknologi filler premium sesuai kebutuhan pasien.

“Hasilnya lebih cepat, lebih nyata, bukan hanya mengkontur tapi mengangkat dan memperbaiki kualitas kulit, yang jadi masalah banyak orang di masa pandemi,” kata Medical Director Jakarta Aesthetic Clinic Olivia Ong.

Kenyataannya, selama masa pandemi, treatment filler masih menjadi primadona.

Filler hybrid memberi keuntungan lebih bagi siapa pun yang menjalaninya, sehingga dapat menghemat pengeluaran dan mendapat hasil yang lebih maksimal.

Selain itu, dapat menjangkau area perawatan yang lebih luas. Misalnya, wajah sampai leher atau leher dan punggung tangan.

Dikombinasikan dengan ketajaman analisa dan teknik menyuntik khusus tim dokter JAC, membuat pasien merasa bahagia mencapai kecantikan yang diinginkan.

“Hasilnya dapat bertahan lama. Cukup lakukan perawatan dengan filler hybrid setahun dua kali,” jelas Olivia.

JAC, klinik asal Indonesia yang terkenal di Asia Pasifik ini menerapkan protokol kesehatan cukup ketat. Seluruh karyawan dan dokter melakukan swab tiap tujuh hari sekali.

Pasien yang datang pun wajib swab antigen. Seluruh tim dokter dan tim yang bertugas di klinik, termasuk pasien, wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) level-2 yang lengkap sesuai standar internasional praktik kedokteran estetika selama pandemi Covid-19.

“Satu pasien, satu waktu, satu ruangan adalah komitmen yang JAC jalani untuk mencegah adanya penularan virus,” ujar Olivia.

JAC juga membatasi jumlah pasien yang datang, hanya maksimal 30 pasien per harinya. Seluruh ruangan klinik juga wajib disemprotkan disinfektan untuk memastikan klinik aman dan terbebas dari Covid-19.

“JAC berharap bisa terus membantu menyuntikkan kepercayaan diri ke setiap orang, terutama wanita Indonesia, yang sadar maupun tidak disadari juga terkena dampak pandemi secara mental,” tandas Olivia. [MER]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories