Mendes Giatkan Sosialisasi Larangan Mudik Jokowi

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan kebijakan Peniadaan Mudik Idul Fitri 1442 Hijriya secara virtual pada Senin (19/4).

Dalam rapat itu, Mendes melaporkan sejumlah langkah yang dilakukan oleh Kementeriannya dalam rangka pelaksanaan PPKM Mikro untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di desa.

“Kami melaporkan soal Dana Desa yang telah disalurkan, utamanya untuk kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan PPKM Mikro,” katanya, Senin (19/4).

Selain itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), juga melakukan sosialisasi terkait pelarangan Mudik Idul Fitri 1442 H.

“Sosialisasi ini bertujuan agar dipahami secara utuh oleh warga dan kemudian memberikan dukungan agar ikut memberikan arahan kepada keluarga yang di rantau untuk tidak mudik bagi kepentingan kesehatan bersama,” katanya.

Kemendes PDTT jugan menyosialisasikan kebijakan Kementerian/Lembaga lain yang berhubungan dengan penanganan Covid-19 dan pencegahannya. 

Ia mencontohkan, kebijakan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan agar diterapkan di desa. “Harapan kita, kebijakan terkait Larangan Mudik, pembatasan Masa Tarwih, Buka Bersama, termasuk saat Idul Fitri bisa dilaksanakan dengan maksimal di desa-desa,” katanya.

Sebelumnya, Mendes mengimbau warga desa yang saat ini berada di tanah rantau untuk kembali menunda mudik. Ia menyarankan, uang yang telah dipersiapkan untuk mudik tahun ini diberikan saja kepada keluarga di desa.

Uang yang ditransfer oleh perantau kepada keluarganya di desa akan membantu meningkatkan perputaran ekonomi dalam suasana hari raya Idul Fitri di tengah pandemi ini. 

Di samping itu, Mendes mengajak warga desa untuk mengisi kegiatan di bulan Ramadan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Ia berharap, pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi produktivitas ekonomi dan produktivitas sosial masyarakat di desa.

Kebijakan larangan mudik menjadi upaya yang harus dilakukan untuk menekan angka penyebaran Covid 19. Meski demikian, lanjutnya, upaya-upaya pemerintah tetap dijalankan agar perputaran ekonomi di hari raya dapat tetap berjalan. 

Rapat yang dipimpin oleh Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto itu dihadiri oleh sejumlah Menteri dalam Kabinet Indonesia Maju, seperti Menko Pulhukam, Mahfud Md, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Kapolri Jenderal, Listyo Sigit Prabowo. [DIR]
 

]]> Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan kebijakan Peniadaan Mudik Idul Fitri 1442 Hijriya secara virtual pada Senin (19/4).

Dalam rapat itu, Mendes melaporkan sejumlah langkah yang dilakukan oleh Kementeriannya dalam rangka pelaksanaan PPKM Mikro untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di desa.

“Kami melaporkan soal Dana Desa yang telah disalurkan, utamanya untuk kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan PPKM Mikro,” katanya, Senin (19/4).

Selain itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), juga melakukan sosialisasi terkait pelarangan Mudik Idul Fitri 1442 H.

“Sosialisasi ini bertujuan agar dipahami secara utuh oleh warga dan kemudian memberikan dukungan agar ikut memberikan arahan kepada keluarga yang di rantau untuk tidak mudik bagi kepentingan kesehatan bersama,” katanya.

Kemendes PDTT jugan menyosialisasikan kebijakan Kementerian/Lembaga lain yang berhubungan dengan penanganan Covid-19 dan pencegahannya. 

Ia mencontohkan, kebijakan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan agar diterapkan di desa. “Harapan kita, kebijakan terkait Larangan Mudik, pembatasan Masa Tarwih, Buka Bersama, termasuk saat Idul Fitri bisa dilaksanakan dengan maksimal di desa-desa,” katanya.

Sebelumnya, Mendes mengimbau warga desa yang saat ini berada di tanah rantau untuk kembali menunda mudik. Ia menyarankan, uang yang telah dipersiapkan untuk mudik tahun ini diberikan saja kepada keluarga di desa.

Uang yang ditransfer oleh perantau kepada keluarganya di desa akan membantu meningkatkan perputaran ekonomi dalam suasana hari raya Idul Fitri di tengah pandemi ini. 

Di samping itu, Mendes mengajak warga desa untuk mengisi kegiatan di bulan Ramadan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Ia berharap, pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi produktivitas ekonomi dan produktivitas sosial masyarakat di desa.

Kebijakan larangan mudik menjadi upaya yang harus dilakukan untuk menekan angka penyebaran Covid 19. Meski demikian, lanjutnya, upaya-upaya pemerintah tetap dijalankan agar perputaran ekonomi di hari raya dapat tetap berjalan. 

Rapat yang dipimpin oleh Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto itu dihadiri oleh sejumlah Menteri dalam Kabinet Indonesia Maju, seperti Menko Pulhukam, Mahfud Md, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Kapolri Jenderal, Listyo Sigit Prabowo. [DIR]
 
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories