Memperkuat Hubungan Kedua Negara Dubes Dewi-Menteri Media Massa Sri Lanka Sepakat Gali Potensi Kerja Sama

Duta Besar RI untuk Kolombo, Dewi Gustina Tobing, dan Menteri Media Massa Sri Lanka, Dullas Alahapperuma, sepakat menggali potensi kerja sama guna lebih memperkuat hubungan kedua negara.

“Hal tersebut mengemuka pada pertemuan keduanya yang berlangsung Rabu (2/3), di kantor Menteri Media Massa,” ucap Minister Counsellor KBRI Kolombo Heru Prayitno, dalam keterangan yang diterima RM.id, Kamis (3/3).

Dubes Dewi dan Menteri Dullas berbagi informasi mengenai ikatan sejarah hubungan Indonesia-Sri Lanka yang telah terjalin sejak sebelum abad ke-15 dan semakin menguat setelah pembukaan hubungan diplomatik pada 6 Agustus 1952. Keduanya juga berbagi informasi mengenai peran pemimpin kedua negara dalam menggagas Konferensi Asia Afrika yang melahirkan Gerakan Non-Blok.

Secara khusus, Dubes Dewi menginformasikan mengenai kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan ke-144 Inter-Parliamentary Union (IPU) yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada 20-24 Maret 2024. “Sebagai tuan rumah, Indonesia telah mempersiapkan layanan sebaik mungkin untuk menyambut kedatangan Delegasi Parlemen dari seluruh dunia pada kegiatan dimaksud, termasuk penyiapan protokol kesehatan guna menekan penyebaran virus Covid-19” jelas Dubes Dewi. 

Menteri Dullas menyatakan akan hadir pada pertemuan ke-144 IPU di Bali bersama Ketua Parlemen Sri Lanka dan delegasi Parlemen lainnya. Dia pun berharap dapat bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia dalam kunjungannya nanti. 

Dubes Dewi menyambut baik konfirmasi kehadiran Menteri Dullas selaku anggota Parlemen Sri Lanka dalam pertemuan ke-144 IPU di Bali. Keinginan pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika RI akan ditindak lanjuti.

Dubes Dewi selanjutnya menyampaikan mengenai berbagai peluang kerja sama dengan Sri Lanka yang perlu dimanfaatkan, termasuk di bidang komunikasi dan ekonomi. 

Di bidang media massa dan komunikasi, Menteri Dullas berminat untuk mempelajari Peraturan Indonesia di bidang media dan informatika, gagasan melakukan kerja sama kedua Kementerian melalui MoU, serta ketertarikan pada lembaga pendidikan jurnalisme di Indonesia. “Menteri Dullas sangat berminat mempelajari lembaga jurnalisme di Indonesia untuk diterapkan di Sri Lanka” ucap Dubes Dewi.

Untuk hubungan ekonomi, Dubes Dewi menekankan, kedua negara memiliki hubungan yang komplementer di bidang industri dan untuk produk lainnya. Sri Lanka dapat memanfaatkan keunggulan produk Indonesia untuk dapat memenuhi kebutuhan domestiknya. 

Dubes Dewi juga menginformasikan upaya yang sedang berlangsung tentang perundingan Preferential Trade Agreement (PTA) Indonesia-Sri Lanka. Dia mengharapkan dukungan Menteri Dullas untuk rencana ini. 

“Perundingan PTA akan membuka jalan bagi peningkatan kerja sama Indonesia-Sri Lanka, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan” jelas Dubes Dewi. Dalam kaitan ini, Menteri Dullas sepakat perlunya dorongan bagi dimulainya perundingan PTA tersebut.

“Topik lain yang juga mengemuka pada pembicaraan dalam pembicaraan kedua pejabat adalah mengenai Presidensi Indonesia di G20, dan vaksinasi masyarakat serta penanganan pandemi” pungkas Heru. [USU]

]]> Duta Besar RI untuk Kolombo, Dewi Gustina Tobing, dan Menteri Media Massa Sri Lanka, Dullas Alahapperuma, sepakat menggali potensi kerja sama guna lebih memperkuat hubungan kedua negara.

“Hal tersebut mengemuka pada pertemuan keduanya yang berlangsung Rabu (2/3), di kantor Menteri Media Massa,” ucap Minister Counsellor KBRI Kolombo Heru Prayitno, dalam keterangan yang diterima RM.id, Kamis (3/3).

Dubes Dewi dan Menteri Dullas berbagi informasi mengenai ikatan sejarah hubungan Indonesia-Sri Lanka yang telah terjalin sejak sebelum abad ke-15 dan semakin menguat setelah pembukaan hubungan diplomatik pada 6 Agustus 1952. Keduanya juga berbagi informasi mengenai peran pemimpin kedua negara dalam menggagas Konferensi Asia Afrika yang melahirkan Gerakan Non-Blok.

Secara khusus, Dubes Dewi menginformasikan mengenai kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan ke-144 Inter-Parliamentary Union (IPU) yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada 20-24 Maret 2024. “Sebagai tuan rumah, Indonesia telah mempersiapkan layanan sebaik mungkin untuk menyambut kedatangan Delegasi Parlemen dari seluruh dunia pada kegiatan dimaksud, termasuk penyiapan protokol kesehatan guna menekan penyebaran virus Covid-19” jelas Dubes Dewi. 

Menteri Dullas menyatakan akan hadir pada pertemuan ke-144 IPU di Bali bersama Ketua Parlemen Sri Lanka dan delegasi Parlemen lainnya. Dia pun berharap dapat bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia dalam kunjungannya nanti. 

Dubes Dewi menyambut baik konfirmasi kehadiran Menteri Dullas selaku anggota Parlemen Sri Lanka dalam pertemuan ke-144 IPU di Bali. Keinginan pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika RI akan ditindak lanjuti.

Dubes Dewi selanjutnya menyampaikan mengenai berbagai peluang kerja sama dengan Sri Lanka yang perlu dimanfaatkan, termasuk di bidang komunikasi dan ekonomi. 

Di bidang media massa dan komunikasi, Menteri Dullas berminat untuk mempelajari Peraturan Indonesia di bidang media dan informatika, gagasan melakukan kerja sama kedua Kementerian melalui MoU, serta ketertarikan pada lembaga pendidikan jurnalisme di Indonesia. “Menteri Dullas sangat berminat mempelajari lembaga jurnalisme di Indonesia untuk diterapkan di Sri Lanka” ucap Dubes Dewi.

Untuk hubungan ekonomi, Dubes Dewi menekankan, kedua negara memiliki hubungan yang komplementer di bidang industri dan untuk produk lainnya. Sri Lanka dapat memanfaatkan keunggulan produk Indonesia untuk dapat memenuhi kebutuhan domestiknya. 

Dubes Dewi juga menginformasikan upaya yang sedang berlangsung tentang perundingan Preferential Trade Agreement (PTA) Indonesia-Sri Lanka. Dia mengharapkan dukungan Menteri Dullas untuk rencana ini. 

“Perundingan PTA akan membuka jalan bagi peningkatan kerja sama Indonesia-Sri Lanka, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan” jelas Dubes Dewi. Dalam kaitan ini, Menteri Dullas sepakat perlunya dorongan bagi dimulainya perundingan PTA tersebut.

“Topik lain yang juga mengemuka pada pembicaraan dalam pembicaraan kedua pejabat adalah mengenai Presidensi Indonesia di G20, dan vaksinasi masyarakat serta penanganan pandemi” pungkas Heru. [USU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories