Membangun Peradaban Berbasis Masjid (6) Fungsi Masjid Nabi (14): Tempat Latihan Bela Diri (1)

Salah satu fungsi masjid Nabi yang mungkin jarang di­lakukan di masjid-masjid kita sekarang ialah latihan bela diri atau latihan perang-perangan.

Seperti diketahui, di Madinah hampir tiap hari terdapat ancaman bagi umat Islam, baik ancaman perang maupun kasus-kasus sentimental secara personal terhadap komunitas Islam; untuk itu Nabi memandang penting melakukan pelatihan bela diri atau latihan perang-perangan agar umat Islam selalu siap dengan segala kemungkian.

Khusus para prajurit yang akan berangkat perang biasanya dilakukan taktik dan strategi peperangan di da­lam masjid. Khawatir jika dilakukan di luar masjid rahasia strategi perang umat Islam diketahui oleh musuh yang memungkinkan terjadinya kelemahan bagi umat Islam.

Para pelatih pasukan bela diri biasanya diminta untuk menerapkan teknik peperangan menghadapi kaum mayoritas. Pasukan Nabi selain jumlahnya terbatas dibanding musuh juga tidak didukung dengan persenjataan lengkap.

Cara paling efektif melawan musuh dengan jumlah besar disertai senjata lengkap ialah strategi perang. Nabi meng-higer orang untuk melatih praju­rutnya mengahadap musuh yang kuat.

Salahseorang yang terkenal di masa sahabat ialah Salman Al-Farisi, seorang berkebangsaan Persia yang ahli strategi perang. Persia sebuah negeri yang kenyang dengan perang yang panjang melawan musuh bebuyutannya, Eropa- Byzantium. Tidak salah Nabi memilih dia menjadi pelatih dan ahli strategi perang, walaupun pada mulanya bukan seorang muslim, karena ia memang memiliki keahlian dalam dunia peperangan di kawasan Teluk.

Salah satu bukti kehebatan Salman Al-Farisi ialah menyelamatkan Nabi dan pasukannya di dalam Perang Khandaq.

]]> Salah satu fungsi masjid Nabi yang mungkin jarang di­lakukan di masjid-masjid kita sekarang ialah latihan bela diri atau latihan perang-perangan.

Seperti diketahui, di Madinah hampir tiap hari terdapat ancaman bagi umat Islam, baik ancaman perang maupun kasus-kasus sentimental secara personal terhadap komunitas Islam; untuk itu Nabi memandang penting melakukan pelatihan bela diri atau latihan perang-perangan agar umat Islam selalu siap dengan segala kemungkian.

Khusus para prajurit yang akan berangkat perang biasanya dilakukan taktik dan strategi peperangan di da­lam masjid. Khawatir jika dilakukan di luar masjid rahasia strategi perang umat Islam diketahui oleh musuh yang memungkinkan terjadinya kelemahan bagi umat Islam.

Para pelatih pasukan bela diri biasanya diminta untuk menerapkan teknik peperangan menghadapi kaum mayoritas. Pasukan Nabi selain jumlahnya terbatas dibanding musuh juga tidak didukung dengan persenjataan lengkap.

Cara paling efektif melawan musuh dengan jumlah besar disertai senjata lengkap ialah strategi perang. Nabi meng-higer orang untuk melatih praju­rutnya mengahadap musuh yang kuat.

Salahseorang yang terkenal di masa sahabat ialah Salman Al-Farisi, seorang berkebangsaan Persia yang ahli strategi perang. Persia sebuah negeri yang kenyang dengan perang yang panjang melawan musuh bebuyutannya, Eropa- Byzantium. Tidak salah Nabi memilih dia menjadi pelatih dan ahli strategi perang, walaupun pada mulanya bukan seorang muslim, karena ia memang memiliki keahlian dalam dunia peperangan di kawasan Teluk.

Salah satu bukti kehebatan Salman Al-Farisi ialah menyelamatkan Nabi dan pasukannya di dalam Perang Khandaq.
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories