Membangun Budaya Kolaborasi Peserta Didik .

Tema kaloborasi menjadi penting bagi dunia pendidikan kita. Karena kenyataannya, kaloborasi menjadi budaya global untuk meningkatkan produktivitas dan pencapaian prestasi lain.

Banyak inovasi dihasilkan dari proses kaloborasi yang dilakukan beragam pihak atau stakeholder. Inovasi dalam bidang apapun akan spektakuler jika kaloborasi berjalan dengan baik dan tertib. Tim sepakbola misalnya, dapat menjadi juara liga, karena proses kaloborasi antara pelatih, pemain, staf medis, pemasaran dan lainnya. Begitu pula dalam pembuatan pesawat terbang yang merupakan buah karya kaloborasi banyak orang yang kompeten di bidangnya.

Kaloborasi begitu penting dalam kehidupan masyarakat global, terutama terkait inovasi-inovasi yang dihasilkan di berbagai bidang. Karena pada dasarnya, setiap orang tidak dapat menghasilkan inovasi aplikatif jika hanya bekerja sendiri, bahkan, hal yang dikerjakan tidak akan menghasilkan apa-apa bagi perubahan di masyarakat.

Berdasarkan kenyataan di atas, membangun dan menumbuhkan nilai serta budaya di kalangan peserta didik menjadi penting. Karena ini merupakan budaya yang tumbuh pada masyarakat global, di mana peserta didik jika sudah lulus sekolah akan bertemu kultur ini.

 

Karena itu, sekolah sudah semestinya melakukan proses internalisasi bagi peserta didik tentang pentingnya kaloborasi antar siswa, guru, staf sekolah, bahkan dengan dunia di luar sekolah.

Menumbuhkan budaya kaloborasi di sekolah memerlukan faktor pendukungnya. Salah satunya, seluruh pemangku kepentingan dalam mengelola institusi pendidikan mesti mengedepankan atau memprioritaskan keramahan pada potensi dan kompetensi siswa.

Artinya, setiap siswa dengan potensi kecerdasan dan kompetensi yang beragam dihargai dan difasilitasi secara berkeadilan. Tidak ada siswa dengan potensi dan kompetensi tertentu saja yang diprioritaskan untuk ditingkatkan. Jika prioritas untuk difasilitasi siswa yang kecerdasan tertentu saja, justru akan menjadi benih yang tidak baik dalam membangun budaya kaloborasi tersebut.

Karena itu, sekolah perlu menjadi tempat yang nyaman sekaligus menyenangkan untuk proses aktualisasi potensi kecerdasan dan kompetensi yang beragam pada peserta didiknya. Peserta didik pun akan tumbuh dan berkembang dengan potensi beragam.

Tentu saja, ini akan menjadi warna-warni yang indah dalam proses pendidikan kita. Peserta didik pun akan lebih percaya diri untuk berkaloborasi, karena apa yang mereka miliki dihargai dan difasilitasi. Hal ini akan menjadi input bagi penguatan budaya kaloborasi di peserta didik.

Salah satu faktor masih lemahnya budaya kolaborasi di sekolah adalah, karena belum sepenuhnya ada penghargaan terhadap potensi dan kompetensi yang beragam. Sehingga pada peserta didik kita tidak tumbuh rasa percaya diri terhadap kemampuan sebagai jalan untuk berkaloborasi dengan siswa lain atau individu lainnya.

Penumbuhan budaya kaloborasi di sekolah perlu memperhatikan nilai-nilai seperti kesetaraan, penghormatan, tanggung jawab dan kerelaan berbagi. Sehingga proses kaloborasi akan mewujud menjadi gerak dan tindakan bersama, yang dapat menghasilkan program dan inovasi untuk kebaikan peserta didik atau masyarakat dan lingkungannya.

Secara praksis, penumbuhan dan penguatan budaya kolaborasi di sekolah untuk peserta didik dapat dilaksanakan pada kegiatan, misalnya, bakti sosial. Kegiatan ini akan melibatkan partisipasi peserta didik, di mana mereka berproses untuk bekerjasama, komunikasi dalam kelompok, merencanakan kegiatan, mengambil keputusan, mendelegasikan tugas, melakukan negosiasi, dan lain sebagai.

Hal ini akan menjadi pembelajaran yang bermanfaat untuk mengasah keterampilan kalaborasi mereka. Sehingga mereka akan memiliki keterampilan dalam mengelola kaloborasi dengan benar dan baik. Semoga.

[Muhtadi adalah Doktor Bidang Ilmu Penyuluhan Pembangunan Institut Pertanian Bogor (IPB), Ketua Program Studi (Kaprodi) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Email: muhtadi@uinjkt.ac.id]

]]> .
Tema kaloborasi menjadi penting bagi dunia pendidikan kita. Karena kenyataannya, kaloborasi menjadi budaya global untuk meningkatkan produktivitas dan pencapaian prestasi lain.

Banyak inovasi dihasilkan dari proses kaloborasi yang dilakukan beragam pihak atau stakeholder. Inovasi dalam bidang apapun akan spektakuler jika kaloborasi berjalan dengan baik dan tertib. Tim sepakbola misalnya, dapat menjadi juara liga, karena proses kaloborasi antara pelatih, pemain, staf medis, pemasaran dan lainnya. Begitu pula dalam pembuatan pesawat terbang yang merupakan buah karya kaloborasi banyak orang yang kompeten di bidangnya.

Kaloborasi begitu penting dalam kehidupan masyarakat global, terutama terkait inovasi-inovasi yang dihasilkan di berbagai bidang. Karena pada dasarnya, setiap orang tidak dapat menghasilkan inovasi aplikatif jika hanya bekerja sendiri, bahkan, hal yang dikerjakan tidak akan menghasilkan apa-apa bagi perubahan di masyarakat.

Berdasarkan kenyataan di atas, membangun dan menumbuhkan nilai serta budaya di kalangan peserta didik menjadi penting. Karena ini merupakan budaya yang tumbuh pada masyarakat global, di mana peserta didik jika sudah lulus sekolah akan bertemu kultur ini.

 

Karena itu, sekolah sudah semestinya melakukan proses internalisasi bagi peserta didik tentang pentingnya kaloborasi antar siswa, guru, staf sekolah, bahkan dengan dunia di luar sekolah.

Menumbuhkan budaya kaloborasi di sekolah memerlukan faktor pendukungnya. Salah satunya, seluruh pemangku kepentingan dalam mengelola institusi pendidikan mesti mengedepankan atau memprioritaskan keramahan pada potensi dan kompetensi siswa.

Artinya, setiap siswa dengan potensi kecerdasan dan kompetensi yang beragam dihargai dan difasilitasi secara berkeadilan. Tidak ada siswa dengan potensi dan kompetensi tertentu saja yang diprioritaskan untuk ditingkatkan. Jika prioritas untuk difasilitasi siswa yang kecerdasan tertentu saja, justru akan menjadi benih yang tidak baik dalam membangun budaya kaloborasi tersebut.

Karena itu, sekolah perlu menjadi tempat yang nyaman sekaligus menyenangkan untuk proses aktualisasi potensi kecerdasan dan kompetensi yang beragam pada peserta didiknya. Peserta didik pun akan tumbuh dan berkembang dengan potensi beragam.

Tentu saja, ini akan menjadi warna-warni yang indah dalam proses pendidikan kita. Peserta didik pun akan lebih percaya diri untuk berkaloborasi, karena apa yang mereka miliki dihargai dan difasilitasi. Hal ini akan menjadi input bagi penguatan budaya kaloborasi di peserta didik.

Salah satu faktor masih lemahnya budaya kolaborasi di sekolah adalah, karena belum sepenuhnya ada penghargaan terhadap potensi dan kompetensi yang beragam. Sehingga pada peserta didik kita tidak tumbuh rasa percaya diri terhadap kemampuan sebagai jalan untuk berkaloborasi dengan siswa lain atau individu lainnya.

Penumbuhan budaya kaloborasi di sekolah perlu memperhatikan nilai-nilai seperti kesetaraan, penghormatan, tanggung jawab dan kerelaan berbagi. Sehingga proses kaloborasi akan mewujud menjadi gerak dan tindakan bersama, yang dapat menghasilkan program dan inovasi untuk kebaikan peserta didik atau masyarakat dan lingkungannya.

Secara praksis, penumbuhan dan penguatan budaya kolaborasi di sekolah untuk peserta didik dapat dilaksanakan pada kegiatan, misalnya, bakti sosial. Kegiatan ini akan melibatkan partisipasi peserta didik, di mana mereka berproses untuk bekerjasama, komunikasi dalam kelompok, merencanakan kegiatan, mengambil keputusan, mendelegasikan tugas, melakukan negosiasi, dan lain sebagai.

Hal ini akan menjadi pembelajaran yang bermanfaat untuk mengasah keterampilan kalaborasi mereka. Sehingga mereka akan memiliki keterampilan dalam mengelola kaloborasi dengan benar dan baik. Semoga.

[Muhtadi adalah Doktor Bidang Ilmu Penyuluhan Pembangunan Institut Pertanian Bogor (IPB), Ketua Program Studi (Kaprodi) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Email: muhtadi@uinjkt.ac.id]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories