Melesat Lagi, Rupiah Bikin Dolar Tak Berkutik

Pagi ini rupiah kembali perkasa. Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,05 persen ke level Rp 14.258 per dolar AS, dibanding posisi perdagangan kemarin di level Rp 14.265 per dolar AS.

Mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Dolar Singapura berhasil naik 0,02 persen, rupee India mengua 0,26 persen, yuan China naik 0,05 persen, ringgit Malaysia naik 0,2 persen. Namun yen Jepang melemah 0,14 persen, peso Filipina turun 0,04 persen, dan bath Thailand minus 0,05 persen.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,21 persen pada 89,951. Sementara, nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,01 persen ke level Rp 17.410, terhadap poundsterling Inggris juga naik 0,01 persen ke level Rp 20.246, dan terhadap dolar Hong Kong menguat 0,05 persen ke level Rp 1.840.

Chief Economist PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede melihat, sepanjang hari ini rupiah masih berpeluang menguat. Hal ini didorong sentimen tidak ada rilis data ekonomi AS baru. Ditambah hal ini juga terdapat lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif Rp 30 triliun.

“Lelang SUN berpotensi mendorong permintaan rupiah oleh investor asing. Sehingga mendorong rupiah menguat terbatas,” imbuhnya di Jakarta, Selasa (8/6).

Selain itu, pasar menunggu data cadangan devisa dari BI, yang bisa menyuntik tenaga rupiah. “Rupiah diperkirakan bergerak di rentang antara Rp 14.200- Rp 14.300 per dolar AS,” pungkasnya. [DWI]

]]> Pagi ini rupiah kembali perkasa. Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,05 persen ke level Rp 14.258 per dolar AS, dibanding posisi perdagangan kemarin di level Rp 14.265 per dolar AS.

Mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Dolar Singapura berhasil naik 0,02 persen, rupee India mengua 0,26 persen, yuan China naik 0,05 persen, ringgit Malaysia naik 0,2 persen. Namun yen Jepang melemah 0,14 persen, peso Filipina turun 0,04 persen, dan bath Thailand minus 0,05 persen.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,21 persen pada 89,951. Sementara, nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,01 persen ke level Rp 17.410, terhadap poundsterling Inggris juga naik 0,01 persen ke level Rp 20.246, dan terhadap dolar Hong Kong menguat 0,05 persen ke level Rp 1.840.

Chief Economist PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede melihat, sepanjang hari ini rupiah masih berpeluang menguat. Hal ini didorong sentimen tidak ada rilis data ekonomi AS baru. Ditambah hal ini juga terdapat lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif Rp 30 triliun.

“Lelang SUN berpotensi mendorong permintaan rupiah oleh investor asing. Sehingga mendorong rupiah menguat terbatas,” imbuhnya di Jakarta, Selasa (8/6).

Selain itu, pasar menunggu data cadangan devisa dari BI, yang bisa menyuntik tenaga rupiah. “Rupiah diperkirakan bergerak di rentang antara Rp 14.200- Rp 14.300 per dolar AS,” pungkasnya. [DWI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories