Melantai Di Bursa Avian Tawarkan Sahamnya Rp 930 Per Lembar

PT Avia Avian Tbk resmi melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga saham per lembarnya ditawarkan Rp 930.

Aksi korporasi ini menarik berbagai investor kelas kalap. Seperti investor jangka panjang global, sovereign wealth fund, dan institusi domestik, dan sempat mengalami beberapa kali oversubscription. Adapun jumlah penawaran sebesar Rp 10,951 miliar (771 juta dolar AS).

Pendaftaran ini merupakan IPO terbesar yang pernah ada di Asia untuk sektor cat. IPO kedua terbesar untuk sektor cat secara global. Dan IPO ketiga terbesar di Indonesia sejak 2008.

Presiden Direktur Avia Avian Wijono Tanoko mengatakan, penawaran umum perdana saham ini adalah tonggak pencapaian yang penting bagi karyawan, pelanggan, pemasok, dan seluruh mitra Avian Brands.

Dukungan luar biasa yang diterima atas IPO ini merupakan realisasi dari visi Soetikno Tanoko yang mendirikan Perseroan pada tahun 1978.

Direktur Avia Avian Robert Tanoko menyebut, dengan IPO ini, perusahaan memiliki fleksibilitas keuangan dan operasional yang lebih tinggi untuk dapat senantiasa berinovasi dan meningkatkan praktik ESG kami.

“Kami sangat senang bahwa pemegang saham baru kami telah memutuskan untuk bergabung dengan kami dalam tahap pertumbuhan kami berikutnya dan kami berkomitmen untuk menghasilkan nilai tambah yang terbaik bagi seluruh stakeholder,” ujarnya.

Sebagai bagian dari IPO, perseroan dan beberapa pemegang saham telah menawarkan dengan total 11.775.355.600 saham. Terdiri dari sekitar 52,7 persen saham baru dan sekitar 47,3 persen dari saham yang ditawarkan oleh pemegang saham eksisting. Penerimaan dana bruto dari penawaran saham baru mencapai Rp 5,766 miliar (400 juta dolar AS).

Pasca IPO, Keluarga Tanoko akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas Perseroan dengan 74,7 persen saham. Nantinya, dana segar ini bakal digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan profitabilitas dari perseroan dan mempercepat ekspansi bisnis perseroan di Indonesia, serta untuk pelunasan beberapa utang perseroan.

Avian Brands berkomitmen untuk mengembangkan kemampuan distribusi in-house-nya yang istimewa dan meningkatkan jejak kakinya di seluruh Indonesia. Termasuk kota tier 1-4, untuk memastikan produk-produk perseroan dapat menembus seluruh pasar domestik dan terjangkau bagi konsumen Indonesia.

Bukan hanya itu. Perseroan juga bermaksud akan terus berinvestasi dalam produk-produk yang inovatif guna memperbesar portofolio solusi arsitekturalnya yang luas dengan kesadaran merek yang kuat. Meliputi Sunguard All-in-One, Supersilk Anti Noda, Avitex, No Drop dan Avian.

Selain itu, untuk terus mendukung prospek pertumbuhan dari lini bisnisnya. Avian Brands berencana untuk memulai pembangunan fasilitas manufaktur andalan barunya di Cirebon dengan operasi ditargetkan untuk dapat dimulai pada 2025. [MEN]

]]> PT Avia Avian Tbk resmi melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga saham per lembarnya ditawarkan Rp 930.

Aksi korporasi ini menarik berbagai investor kelas kalap. Seperti investor jangka panjang global, sovereign wealth fund, dan institusi domestik, dan sempat mengalami beberapa kali oversubscription. Adapun jumlah penawaran sebesar Rp 10,951 miliar (771 juta dolar AS).

Pendaftaran ini merupakan IPO terbesar yang pernah ada di Asia untuk sektor cat. IPO kedua terbesar untuk sektor cat secara global. Dan IPO ketiga terbesar di Indonesia sejak 2008.

Presiden Direktur Avia Avian Wijono Tanoko mengatakan, penawaran umum perdana saham ini adalah tonggak pencapaian yang penting bagi karyawan, pelanggan, pemasok, dan seluruh mitra Avian Brands.

Dukungan luar biasa yang diterima atas IPO ini merupakan realisasi dari visi Soetikno Tanoko yang mendirikan Perseroan pada tahun 1978.

Direktur Avia Avian Robert Tanoko menyebut, dengan IPO ini, perusahaan memiliki fleksibilitas keuangan dan operasional yang lebih tinggi untuk dapat senantiasa berinovasi dan meningkatkan praktik ESG kami.

“Kami sangat senang bahwa pemegang saham baru kami telah memutuskan untuk bergabung dengan kami dalam tahap pertumbuhan kami berikutnya dan kami berkomitmen untuk menghasilkan nilai tambah yang terbaik bagi seluruh stakeholder,” ujarnya.

Sebagai bagian dari IPO, perseroan dan beberapa pemegang saham telah menawarkan dengan total 11.775.355.600 saham. Terdiri dari sekitar 52,7 persen saham baru dan sekitar 47,3 persen dari saham yang ditawarkan oleh pemegang saham eksisting. Penerimaan dana bruto dari penawaran saham baru mencapai Rp 5,766 miliar (400 juta dolar AS).

Pasca IPO, Keluarga Tanoko akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas Perseroan dengan 74,7 persen saham. Nantinya, dana segar ini bakal digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan profitabilitas dari perseroan dan mempercepat ekspansi bisnis perseroan di Indonesia, serta untuk pelunasan beberapa utang perseroan.

Avian Brands berkomitmen untuk mengembangkan kemampuan distribusi in-house-nya yang istimewa dan meningkatkan jejak kakinya di seluruh Indonesia. Termasuk kota tier 1-4, untuk memastikan produk-produk perseroan dapat menembus seluruh pasar domestik dan terjangkau bagi konsumen Indonesia.

Bukan hanya itu. Perseroan juga bermaksud akan terus berinvestasi dalam produk-produk yang inovatif guna memperbesar portofolio solusi arsitekturalnya yang luas dengan kesadaran merek yang kuat. Meliputi Sunguard All-in-One, Supersilk Anti Noda, Avitex, No Drop dan Avian.

Selain itu, untuk terus mendukung prospek pertumbuhan dari lini bisnisnya. Avian Brands berencana untuk memulai pembangunan fasilitas manufaktur andalan barunya di Cirebon dengan operasi ditargetkan untuk dapat dimulai pada 2025. [MEN]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories