Mau Tebar Santet Iti Jayabaya Hanya Omdo

Pengurus dan kader Demokrat baik di pusat dan daerah kecewa ke Moeldoko karena dianggapnya telah mengkudeta posisi ketum Partai Demokrat. Begitu pun dengan Iti Jayabaya. Bupati Lebak yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Banten itu, begitu dongkol ke Moeldoko. Saking dongkolnya, Iti sampai berucap akan menebar santet ke Moeldoko. Tapi, kemudian Iti mengklarifikasi omongan tersebut. Dia bilang, hanya ungkapan kekesalan, tapi tak akan sampai beneran melakukan santet. Jadi, hanya omdo alias omong doang nih…

Omongan Iti soal santet ini, keluar pada acara Commader’s Call Ketua DPD Partai Demokrat Se-Indonesia. Acara bertema “Rapatkan Barisan, Jaga Kehormatan dan Kedaulatan Partai” ini digelar di Kantor DPP Partai Demokrat, Minggu (7/3) malam.

Pada acara itu, Iti memastikan tetap setia kepada Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Dia menolak Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Deli Serdang yang menetapkan Moeldoko sebagai ketum.

Dia bersama para Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) di Banten menegaskan, takkan gentar menghadapi kubu Moeldoko. Bahkan, mereka siap turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi.

“Kalau pun kami harus turun berdemo, kami siap. Santet Banten akan dikirim untuk KSP Moeldoko,” celetuk Iti.

Omongan Iti soal santet itu langsung ramai di media sosial. Warganet yang mendukung Iti mengatakan, pernyataan tersebut bentuk kekesalan Iti kepada Moeldoko.

Namun, mereka yang nyinyir mengatakan, sebagai seorang kepala daerah di Banten, Iti tak pantas mengancam-ngancam orang dengan santet. Omongan Iti juga merusak citra Banten.

Tahu omongannya soal santet jadi viral, Iti buru-buru meluruskannya, kemarin. Iti menjelaskan, ucapannya itu hanya bentuk luapan emosinya terhadap KLB abal-abal Partai Demokrat dan Moeldoko.

“Itu hanya bentuk ancaman kita, tapi tidak ada niatan kita melakukan hal tersebut. Kita merasa kesal dan emosi, karena kudeta KLB Demokrat yang dilakukan oleh Moeldoko,” kata Iti di Banten, kemarin.

Lagipula, kata Iti, upaya mengirim santet tidak mungkin dilakukannya. Sebab, jika dia benar menyantet Moeldoko, ibadah yang dijalankannya selama ini akan percuma. Menurutnya, santet merupakan perbuatan yang tidak baik menurut agama.

 

“Mana mungkin saya nyantet, sia-sia atuh salat dan puasa saya. Rugi mengorbankan itu semua untuk seorang perampok partai. Kita siap pasang badan untuk ketum dan Demokrat,” terangnya.

Bahkan, saking setianya kepada AHY, Iti bersama kader Partai Demokrat Banten berencana melakukan cap darah di DPD Demokrat Banten. Hal itu sebagai tanda kesetiaan seluruh kader kepada AHY sebagai ketum yang sah.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra angkat bicara soal omongan Iti. Dia mengatakan, pernyataan Iti hanya analogi atau perumpamaan atas kekecewaannya terhadap KLB yang dilakukan kubu Moeldoko.

Menurutnya, Iti dan jajaran Partai Demokrat di Banten siap melakukan apapun untuk mendukung AHY. “Jadi itu hanya bahasa analogi dan bentuk kekesalannya,” katanya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia mengungkap, kader yang geram dengan peristiwa KLB bodong bukan hanya Iti. Tapi, hampir semua ketua DPD dan DPC marah kepada Moeldoko Cs, karena tidak sesuai secara norma dan etika.

“Selain bu Iti, ada juga yang emosinya tinggi. Seperti Pak Asri dari Riau, Ketua DPD Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Kemudian juga Ketua DPD dari Kalimantan Utara,” ungkapnya.

Bagaimana tanggapan dari kubu Moeldoko cs? Penggagas KLB Demokrat, Hencky Luntungan menilai, pernyataan Iti yang akan menyantet ke Moeldoko tidak mencerminkan sebagai kepala daerah. Kalau mau nyantet, dia menyarankan agar jadi tukang santet, bukan bupati.

Menurut Hencky, pernyataan Bupati Iti juga hanya membuat malu partai. Sebab, selama ini Partai Demokrat tidak pernah menggunakan cara-cara picik.

“Bikin malu Partai Demokrat. Saya pendiri, mana ada Partai Demokrat juru santet,” kata Hencky. [QAR]

]]> Pengurus dan kader Demokrat baik di pusat dan daerah kecewa ke Moeldoko karena dianggapnya telah mengkudeta posisi ketum Partai Demokrat. Begitu pun dengan Iti Jayabaya. Bupati Lebak yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Banten itu, begitu dongkol ke Moeldoko. Saking dongkolnya, Iti sampai berucap akan menebar santet ke Moeldoko. Tapi, kemudian Iti mengklarifikasi omongan tersebut. Dia bilang, hanya ungkapan kekesalan, tapi tak akan sampai beneran melakukan santet. Jadi, hanya omdo alias omong doang nih…

Omongan Iti soal santet ini, keluar pada acara Commader’s Call Ketua DPD Partai Demokrat Se-Indonesia. Acara bertema “Rapatkan Barisan, Jaga Kehormatan dan Kedaulatan Partai” ini digelar di Kantor DPP Partai Demokrat, Minggu (7/3) malam.

Pada acara itu, Iti memastikan tetap setia kepada Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Dia menolak Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Deli Serdang yang menetapkan Moeldoko sebagai ketum.

Dia bersama para Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) di Banten menegaskan, takkan gentar menghadapi kubu Moeldoko. Bahkan, mereka siap turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi.

“Kalau pun kami harus turun berdemo, kami siap. Santet Banten akan dikirim untuk KSP Moeldoko,” celetuk Iti.

Omongan Iti soal santet itu langsung ramai di media sosial. Warganet yang mendukung Iti mengatakan, pernyataan tersebut bentuk kekesalan Iti kepada Moeldoko.

Namun, mereka yang nyinyir mengatakan, sebagai seorang kepala daerah di Banten, Iti tak pantas mengancam-ngancam orang dengan santet. Omongan Iti juga merusak citra Banten.

Tahu omongannya soal santet jadi viral, Iti buru-buru meluruskannya, kemarin. Iti menjelaskan, ucapannya itu hanya bentuk luapan emosinya terhadap KLB abal-abal Partai Demokrat dan Moeldoko.

“Itu hanya bentuk ancaman kita, tapi tidak ada niatan kita melakukan hal tersebut. Kita merasa kesal dan emosi, karena kudeta KLB Demokrat yang dilakukan oleh Moeldoko,” kata Iti di Banten, kemarin.

Lagipula, kata Iti, upaya mengirim santet tidak mungkin dilakukannya. Sebab, jika dia benar menyantet Moeldoko, ibadah yang dijalankannya selama ini akan percuma. Menurutnya, santet merupakan perbuatan yang tidak baik menurut agama.

 

“Mana mungkin saya nyantet, sia-sia atuh salat dan puasa saya. Rugi mengorbankan itu semua untuk seorang perampok partai. Kita siap pasang badan untuk ketum dan Demokrat,” terangnya.

Bahkan, saking setianya kepada AHY, Iti bersama kader Partai Demokrat Banten berencana melakukan cap darah di DPD Demokrat Banten. Hal itu sebagai tanda kesetiaan seluruh kader kepada AHY sebagai ketum yang sah.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra angkat bicara soal omongan Iti. Dia mengatakan, pernyataan Iti hanya analogi atau perumpamaan atas kekecewaannya terhadap KLB yang dilakukan kubu Moeldoko.

Menurutnya, Iti dan jajaran Partai Demokrat di Banten siap melakukan apapun untuk mendukung AHY. “Jadi itu hanya bahasa analogi dan bentuk kekesalannya,” katanya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia mengungkap, kader yang geram dengan peristiwa KLB bodong bukan hanya Iti. Tapi, hampir semua ketua DPD dan DPC marah kepada Moeldoko Cs, karena tidak sesuai secara norma dan etika.

“Selain bu Iti, ada juga yang emosinya tinggi. Seperti Pak Asri dari Riau, Ketua DPD Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Kemudian juga Ketua DPD dari Kalimantan Utara,” ungkapnya.

Bagaimana tanggapan dari kubu Moeldoko cs? Penggagas KLB Demokrat, Hencky Luntungan menilai, pernyataan Iti yang akan menyantet ke Moeldoko tidak mencerminkan sebagai kepala daerah. Kalau mau nyantet, dia menyarankan agar jadi tukang santet, bukan bupati.

Menurut Hencky, pernyataan Bupati Iti juga hanya membuat malu partai. Sebab, selama ini Partai Demokrat tidak pernah menggunakan cara-cara picik.

“Bikin malu Partai Demokrat. Saya pendiri, mana ada Partai Demokrat juru santet,” kata Hencky. [QAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories