Mau Pamerin Kereta Cepat Di Acara G20 Jokowi Seneng Betul

Pemerintah memasukkan kunjungan ke proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dalam rangkaian kegiatan tamu G20 di Indonesia. Rencananya, tamu akan diajak melihat uji coba operasi perdana angkutan masal itu.

Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Kemaritiman dan In­vestasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai jadwal. Karena itu, Pe­merintah berencana Mengajak sejumlah kepala negara G20 untuk melihat uji coba operasional kereta cepat Jakarta-Bandung pada puncak rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT G20) November 2022.

“Nanti waktu G20, trial kereta cepat ini sudah bisa dilakukan dari Plered sampai ke Tegalluar (Jabar). Presiden Jokowi dengan beberapa kepala negara, Presiden China Xi Jinping dan Mohammed bin Zayed dari Abu Dhabi juga akan melihat trial itu,” katanya saat berkunjung ke Depo Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di Jatimulya, Bekasi, Jawa Barat, kemarin.

Mantan Menkopolhukam ini memastikan tidak ada masalah terkait progres pembangunan dan pendanaan di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Namun, pembengkakan biaya (overrun cost) dari proyek terse­but kini sedang diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Seperti diketahui, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mengalami pembengkakan bi­aya menjadi 1,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 26,7 triliun akibat konstruksi atau EPC dan pembebasan lahan. Selain biaya membengkak, proyek tersebut juga molor.

Luhut mengatakan, Presi­den Jokowi sudah memberikan arahan agar jadwal pengerjaan­nya jangan meleset lagi. Luhut menerangkan, melesetnya jadwal pengerjaan proyek ini sebenarnya karena masalah geologi.

“Adanya mata air yang be­sar sekali di tunnel, sehingga tertunda mungkin 3-4 bulan. Kami berharap itu tuntas pada Juni tahun depan. Kita coba sih, mungkin lebih cepat, tapi worst scenario (skenario terburuk) kira-kira itu,” tuturnya.

Walaupun terkendala, Luhut ya­kin kereta cepat Jakarta-Bandung bisa beroperasi pada Juni 2023.

“Tidak ada yang perlu dikha­watirkan mengenai schedule-nya, karena saya dengan Pak Menhub dan Pak Tiko (Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo) memantau betul progres itu,” tegasnya.

Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Rahadian Ratry mengatakan, progres proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung saat ini sudah mencapai 80 persen. Kereta siap diuji coba pada November mendatang.

“Uji coba dilakukan dengan konsep dynamic test, yakni kereta akan melaju dengan ke­cepatan yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada 2 tunnel atau terowongan yang belum tembus. Ditargetkannya, tero­wongan tersebut rampung pada April hingga Mei 2022.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan, membangun infrastruktur perkeretaapian memang tak semu­dah membangun infrastruktur jalan raya seperti jalan tol.

“Hal ini yang menyebabkan banyak investor swasta lebih tertarik membangun jalan tol,” ucap Djoko. [KPJ]

]]> Pemerintah memasukkan kunjungan ke proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dalam rangkaian kegiatan tamu G20 di Indonesia. Rencananya, tamu akan diajak melihat uji coba operasi perdana angkutan masal itu.

Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Kemaritiman dan In­vestasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai jadwal. Karena itu, Pe­merintah berencana Mengajak sejumlah kepala negara G20 untuk melihat uji coba operasional kereta cepat Jakarta-Bandung pada puncak rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT G20) November 2022.

“Nanti waktu G20, trial kereta cepat ini sudah bisa dilakukan dari Plered sampai ke Tegalluar (Jabar). Presiden Jokowi dengan beberapa kepala negara, Presiden China Xi Jinping dan Mohammed bin Zayed dari Abu Dhabi juga akan melihat trial itu,” katanya saat berkunjung ke Depo Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di Jatimulya, Bekasi, Jawa Barat, kemarin.

Mantan Menkopolhukam ini memastikan tidak ada masalah terkait progres pembangunan dan pendanaan di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Namun, pembengkakan biaya (overrun cost) dari proyek terse­but kini sedang diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Seperti diketahui, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mengalami pembengkakan bi­aya menjadi 1,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 26,7 triliun akibat konstruksi atau EPC dan pembebasan lahan. Selain biaya membengkak, proyek tersebut juga molor.

Luhut mengatakan, Presi­den Jokowi sudah memberikan arahan agar jadwal pengerjaan­nya jangan meleset lagi. Luhut menerangkan, melesetnya jadwal pengerjaan proyek ini sebenarnya karena masalah geologi.

“Adanya mata air yang be­sar sekali di tunnel, sehingga tertunda mungkin 3-4 bulan. Kami berharap itu tuntas pada Juni tahun depan. Kita coba sih, mungkin lebih cepat, tapi worst scenario (skenario terburuk) kira-kira itu,” tuturnya.

Walaupun terkendala, Luhut ya­kin kereta cepat Jakarta-Bandung bisa beroperasi pada Juni 2023.

“Tidak ada yang perlu dikha­watirkan mengenai schedule-nya, karena saya dengan Pak Menhub dan Pak Tiko (Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo) memantau betul progres itu,” tegasnya.

Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Rahadian Ratry mengatakan, progres proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung saat ini sudah mencapai 80 persen. Kereta siap diuji coba pada November mendatang.

“Uji coba dilakukan dengan konsep dynamic test, yakni kereta akan melaju dengan ke­cepatan yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada 2 tunnel atau terowongan yang belum tembus. Ditargetkannya, tero­wongan tersebut rampung pada April hingga Mei 2022.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan, membangun infrastruktur perkeretaapian memang tak semu­dah membangun infrastruktur jalan raya seperti jalan tol.

“Hal ini yang menyebabkan banyak investor swasta lebih tertarik membangun jalan tol,” ucap Djoko. [KPJ]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories