Masih Lemes Juga, Rupiah Butuh Jamu Kuat

Pagi ini rupiah masih melanjutkan pelemahannya. Rupiah dibuka melemah 0,18 persen ke level Rp 14.422 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin, Rp 14.396 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,24 persen, dolar Taiwan minus 0,13 persen dan dolar Singapura turun 0,11 persen.

Indeks dolar AS terpantau menguat 0,006 poin atau 0,01 persen ke level 92,342. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,01 persen ke level Rp 17.123, terhadap dolar Australia juga naik 0,21 persen ke level 10.993, dan terhadap yuan China juga naik 0,23 persen ke level Rp 2.215.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim melihat, pergerakan rupiah hari ini masih fluktuatif. Namun sentimen positif datang dari optimisme pemerintah Indonesia dalam menjaga kinerja ekonomi di tengah pandemi virus Covid-19. 

“Hal ini terlihat dari naiknya rating utang Indonesia dari Baa3 ke Baa2 oleh lembaga pemeringkat Moody’s,” ujarnya dalam laporan, Rabu (24/3).

Naiknya rating utang tersebut sambung Ibrahim, juga diikuti dengan proyeksi (outlook) stabil yang mengindikasikan kecilnya kemungkinan untuk penurunan rating. Dengan penerimaan negara yang terus meningkat, pemerintah akan semakin mampu membiayai pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, dan belanja lainnya. 

“Bahkan jika pemerintah mampu mewujudkan hal tersebut, bukan tidak mungkin Moody’s akan kembali memberikan kenaikan rating,” imbuhnya.

Di sisi lain, hasil uji coba tahap akhir utama untuk vaksin Covid-19 AstraZeneca lebih baik dari yang diharapkan. “Hasilnya dapat membuka jalan untuk otorisasi darurat di AS dan menenangkan kekhawatiran pasar tentang potensi efek samping vaksin, yang dalam beberapa perdagangan terakhir menjadi katalis negatif di pasar,” ujar Ibrahim.

Ia memprediksi, mata uang Garuda hari ini kemungkinan ditutup menguat pada rentang Rp 14.370-Rp 14.420 per dolar AS. [DWI]

]]> Pagi ini rupiah masih melanjutkan pelemahannya. Rupiah dibuka melemah 0,18 persen ke level Rp 14.422 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin, Rp 14.396 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,24 persen, dolar Taiwan minus 0,13 persen dan dolar Singapura turun 0,11 persen.

Indeks dolar AS terpantau menguat 0,006 poin atau 0,01 persen ke level 92,342. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,01 persen ke level Rp 17.123, terhadap dolar Australia juga naik 0,21 persen ke level 10.993, dan terhadap yuan China juga naik 0,23 persen ke level Rp 2.215.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim melihat, pergerakan rupiah hari ini masih fluktuatif. Namun sentimen positif datang dari optimisme pemerintah Indonesia dalam menjaga kinerja ekonomi di tengah pandemi virus Covid-19. 

“Hal ini terlihat dari naiknya rating utang Indonesia dari Baa3 ke Baa2 oleh lembaga pemeringkat Moody’s,” ujarnya dalam laporan, Rabu (24/3).

Naiknya rating utang tersebut sambung Ibrahim, juga diikuti dengan proyeksi (outlook) stabil yang mengindikasikan kecilnya kemungkinan untuk penurunan rating. Dengan penerimaan negara yang terus meningkat, pemerintah akan semakin mampu membiayai pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, dan belanja lainnya. 

“Bahkan jika pemerintah mampu mewujudkan hal tersebut, bukan tidak mungkin Moody’s akan kembali memberikan kenaikan rating,” imbuhnya.

Di sisi lain, hasil uji coba tahap akhir utama untuk vaksin Covid-19 AstraZeneca lebih baik dari yang diharapkan. “Hasilnya dapat membuka jalan untuk otorisasi darurat di AS dan menenangkan kekhawatiran pasar tentang potensi efek samping vaksin, yang dalam beberapa perdagangan terakhir menjadi katalis negatif di pasar,” ujar Ibrahim.

Ia memprediksi, mata uang Garuda hari ini kemungkinan ditutup menguat pada rentang Rp 14.370-Rp 14.420 per dolar AS. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories