Mantap, Industri Ekonomi Kreatif Sumbang Rp 1.100 Triliun Untuk Negara .

Ekonomi kreatif bisa menjadi tulang punggung perekonomian di tengah pandemi Covid-19. 

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Menurutnya, industri ekonomi kreatif punya daya tahan yang cukup baik dalam menghadapi kontraksi akibat Corona. Bahkan, dari 17 subsektor industri di bidang ini, sebagian justru kian moncer.

Sandi mencontohkan ekosistem e-Sport hingga ekonomi kreatif yang kini sudah mulai masuk ke ekosistem pasar digital. 

“Setidaknya tahun ini ekonomi kreatif sudah berkontribusi hingga Rp 1.100 triliun. Nominal segini, padahal baru awal banget,” kata Sandi dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (7/4). 

Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta ini merinci tiga subsektor utama yang menjadi penyumbang terbesar. Yakni sektor fashion, kuliner serta kriya. 

Subsektor fashion tercatat menyumbang 18 persen atau setara Rp 200 triliun. Kemudian sektor kuliner telah menghasilkan 42 persen atau sekitar Rp 455 triliun, serta kriya Rp 16 triliun atau setara 15 persen.

Sandi berharap kementeriannya bisa terus mendorong digitalisasi sektor ekonomi kreatif. Seiring dengan kian gencarnya program Bangga Buatan Indonesia. Pasalnya, ini momentum tepat untuk mengadopsi konsep digital.

“Jangan hanya mengkonsumsi, tapi teman-teman ekonomi kreatif menjadi jawara, dan ikut dari sisi demand dan supply side dalam pengembangan pascapandemi,” pungkas mantan Calon Wakil Presiden 2019 itu. [UMM]

]]> .
Ekonomi kreatif bisa menjadi tulang punggung perekonomian di tengah pandemi Covid-19. 

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Menurutnya, industri ekonomi kreatif punya daya tahan yang cukup baik dalam menghadapi kontraksi akibat Corona. Bahkan, dari 17 subsektor industri di bidang ini, sebagian justru kian moncer.

Sandi mencontohkan ekosistem e-Sport hingga ekonomi kreatif yang kini sudah mulai masuk ke ekosistem pasar digital. 

“Setidaknya tahun ini ekonomi kreatif sudah berkontribusi hingga Rp 1.100 triliun. Nominal segini, padahal baru awal banget,” kata Sandi dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (7/4). 

Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta ini merinci tiga subsektor utama yang menjadi penyumbang terbesar. Yakni sektor fashion, kuliner serta kriya. 

Subsektor fashion tercatat menyumbang 18 persen atau setara Rp 200 triliun. Kemudian sektor kuliner telah menghasilkan 42 persen atau sekitar Rp 455 triliun, serta kriya Rp 16 triliun atau setara 15 persen.

Sandi berharap kementeriannya bisa terus mendorong digitalisasi sektor ekonomi kreatif. Seiring dengan kian gencarnya program Bangga Buatan Indonesia. Pasalnya, ini momentum tepat untuk mengadopsi konsep digital.

“Jangan hanya mengkonsumsi, tapi teman-teman ekonomi kreatif menjadi jawara, dan ikut dari sisi demand dan supply side dalam pengembangan pascapandemi,” pungkas mantan Calon Wakil Presiden 2019 itu. [UMM]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories