Manfaatkan Ruang Digital, Wahid Foundation Sebarkan Toleransi

Terbukanya akses ruang digital bagi setiap orang juga menghadirkan tantangan, selain mampu meningkatkan pertumbuhan di sektor ekonomi. Salah satunya, penyebaran narasi intoleransi dan ekstremisme kekerasan.

Melalui Salam Forum yakni kampanye hasil kerja sama Wahid Foundation, YouTube, dan UNDP Bangkok Regional Hub ingin melindungi masyarakat khususnya anak muda di Indonesia dari konten berbahaya.

Kampanye ini dilakukan oleh 10 content creator dari kalangan tokoh, agama, media moderat dan aktivis perempuan. Lewat video berdurasi 4 hingga 8 menit.

“Salam Forum, program fellowship berbentuk mentoring dan pendanaan awal dalam produksi video kampanye untuk perdamaian. Nantinya, video hasil kolaborasi dengan para content creator dapat diakses melalui kanal YouTube oleh seluruh masyarakat,” jelas Direktur Wahid Foundation pada movie screening Salam Campaign seperti ditulis, Senin (4/4).

Kerja sama ini, lanjut Yenny untuk menghasilkan dan menyebarkan pesan damai untuk melawan intoleransi dan ekstremisme kekerasan secara online. Sehingga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya toleransi di tengah perbedaan suku, ras, agama dan kepercayaan di Indonesia.

Tantangan dan ancaman perihal toleransi di Indonesia juga dilihat oleh Habib Husein Ja’far Al Hadar, seorang Da’i Islam Cinta, sekaligus content creator yang berdakwah melalui media sosial. Dia menegaskan masyarakat harus sangat bijak dalam bermedia.

Menurutnya saat ini publik diberikan kemudahan dalam mengakses dan menyebar informasi apapun. Media sosial menjadi platform utama penyebaran informasi.

“Jika tidak digunakan secara bijak dan sesuai etika, media sosial menjadi lahan subur menyebarkan konten terlarang yang bisa menyebabkan intoleransi. Masyarakat harus berpikir sebelum menulis, dan berpikir sebelum menyebarkan konten,” tambah dia. [MER]

]]> Terbukanya akses ruang digital bagi setiap orang juga menghadirkan tantangan, selain mampu meningkatkan pertumbuhan di sektor ekonomi. Salah satunya, penyebaran narasi intoleransi dan ekstremisme kekerasan.

Melalui Salam Forum yakni kampanye hasil kerja sama Wahid Foundation, YouTube, dan UNDP Bangkok Regional Hub ingin melindungi masyarakat khususnya anak muda di Indonesia dari konten berbahaya.

Kampanye ini dilakukan oleh 10 content creator dari kalangan tokoh, agama, media moderat dan aktivis perempuan. Lewat video berdurasi 4 hingga 8 menit.

“Salam Forum, program fellowship berbentuk mentoring dan pendanaan awal dalam produksi video kampanye untuk perdamaian. Nantinya, video hasil kolaborasi dengan para content creator dapat diakses melalui kanal YouTube oleh seluruh masyarakat,” jelas Direktur Wahid Foundation pada movie screening Salam Campaign seperti ditulis, Senin (4/4).

Kerja sama ini, lanjut Yenny untuk menghasilkan dan menyebarkan pesan damai untuk melawan intoleransi dan ekstremisme kekerasan secara online. Sehingga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya toleransi di tengah perbedaan suku, ras, agama dan kepercayaan di Indonesia.

Tantangan dan ancaman perihal toleransi di Indonesia juga dilihat oleh Habib Husein Ja’far Al Hadar, seorang Da’i Islam Cinta, sekaligus content creator yang berdakwah melalui media sosial. Dia menegaskan masyarakat harus sangat bijak dalam bermedia.

Menurutnya saat ini publik diberikan kemudahan dalam mengakses dan menyebar informasi apapun. Media sosial menjadi platform utama penyebaran informasi.

“Jika tidak digunakan secara bijak dan sesuai etika, media sosial menjadi lahan subur menyebarkan konten terlarang yang bisa menyebabkan intoleransi. Masyarakat harus berpikir sebelum menulis, dan berpikir sebelum menyebarkan konten,” tambah dia. [MER]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories