Malaysia Deteksi Sembilan Kasus Varian Corona B.1.351

Kementerian Kesehatan Malaysia mendeteksi adanya sembilan kasus varian Covid-19 baru di negaranya. Varian itu adalah B.1.351, yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan akhir tahun lalu.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan, Institute for Medical Research (IMR) telah mengidentifikasi dan mengkonfirmasi keberadaan varian ini di antara kasus lokal positif Covid-19.

“Pada 31 Maret, sembilan kasus positif Covid-19 telah diidentifikasi terinfeksi varian B.1.351 melalui infeksi lokal,” ujar Noor Hisham, Jumat (2/4), seperti dikutip New Straits Times dalam situs nst.com.my, Minggu (4/4).

Noor Hisham mengatakan, di Malaysia, varian tersebut pertama kali diidentifikasi di antara empat kasus lokal pada Maret 2021. Pemeriksaan pendahuluan, kata dia, menemukan, keempat kasus terkait dengan lokasi geografis dan terkait erat dengan kluster Jalan Lima.

“Dua kasus diduga berasal dari klaster Jalan Lima yang merupakan karyawan salah satu perusahaan yang berbasis di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Sepang,” tuturnya.

Hisham bilang, sulit untuk menentukan dan memastikan sumber penularan varian B.1.351 kepada dua pekerja di bandara itu.

Kemudian, satu kasus berasal dari kluster Kebun Baru. Dan satu kasus lagi berasal dari anggota keluarga pasien positif Covid-19 yang tinggal di rumah sama.

Setelah penemuan awal varian B.1.351, pemerintah melakukan lebih banyak tes urutan genom dengan menggunakan sampel positif Covid-19 dari Kuala Langat dan Sepang.

Hasil tes menemukan lima kasus lagi dari wilayah ini yang telah terinfeksi varian tersebut. “Empat kasus dari klaster Kebun Baru dan satu kasus dari klaster Jalan Lima,” bebernya.

Sampai saat ini, kata Hisham, analisis filogenetik serta korelasi geografis menunjukkan kemungkinan kasus seperti itu berasal dari sumber infeksi yang sama.

Dia mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuala Langat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sepang akan terus melakukan genom sequencing dari sampel klinis untuk memantau keberadaan varian ini, serta varian lainnya.

Hisham berjanji, Kemenkes akan terus waspada dan menerapkan berbagai langkah untuk mencegah menyebarnya varian baru virus Corona ini di Malaysia.

“Kami berharap semua upaya untuk mengekang penyebaran varian baru ini akan membantu negara tersebut memutus rantai infeksi Covid-19 di Malaysia,” tandasnya.

Varian B.1.351 pertama kali ditemukan pada Desember 2020 di dua negara, yakni Inggris dan Afrika Selatan.

Sejak awal 2021, varian itu juga telah dilaporkan di negara lain termasuk Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Australia, dan Korea Selatan.

Para ilmuwan telah melaporkan, kemungkinan, varian ini menyebar lebih mudah. Penelitian juga menunjukkan, varian ini mungkin dapat menghindari beberapa perlindungan yang diberikan vaksin. [OKT]

]]> Kementerian Kesehatan Malaysia mendeteksi adanya sembilan kasus varian Covid-19 baru di negaranya. Varian itu adalah B.1.351, yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan akhir tahun lalu.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan, Institute for Medical Research (IMR) telah mengidentifikasi dan mengkonfirmasi keberadaan varian ini di antara kasus lokal positif Covid-19.

“Pada 31 Maret, sembilan kasus positif Covid-19 telah diidentifikasi terinfeksi varian B.1.351 melalui infeksi lokal,” ujar Noor Hisham, Jumat (2/4), seperti dikutip New Straits Times dalam situs nst.com.my, Minggu (4/4).

Noor Hisham mengatakan, di Malaysia, varian tersebut pertama kali diidentifikasi di antara empat kasus lokal pada Maret 2021. Pemeriksaan pendahuluan, kata dia, menemukan, keempat kasus terkait dengan lokasi geografis dan terkait erat dengan kluster Jalan Lima.

“Dua kasus diduga berasal dari klaster Jalan Lima yang merupakan karyawan salah satu perusahaan yang berbasis di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Sepang,” tuturnya.

Hisham bilang, sulit untuk menentukan dan memastikan sumber penularan varian B.1.351 kepada dua pekerja di bandara itu.

Kemudian, satu kasus berasal dari kluster Kebun Baru. Dan satu kasus lagi berasal dari anggota keluarga pasien positif Covid-19 yang tinggal di rumah sama.

Setelah penemuan awal varian B.1.351, pemerintah melakukan lebih banyak tes urutan genom dengan menggunakan sampel positif Covid-19 dari Kuala Langat dan Sepang.

Hasil tes menemukan lima kasus lagi dari wilayah ini yang telah terinfeksi varian tersebut. “Empat kasus dari klaster Kebun Baru dan satu kasus dari klaster Jalan Lima,” bebernya.

Sampai saat ini, kata Hisham, analisis filogenetik serta korelasi geografis menunjukkan kemungkinan kasus seperti itu berasal dari sumber infeksi yang sama.

Dia mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuala Langat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sepang akan terus melakukan genom sequencing dari sampel klinis untuk memantau keberadaan varian ini, serta varian lainnya.

Hisham berjanji, Kemenkes akan terus waspada dan menerapkan berbagai langkah untuk mencegah menyebarnya varian baru virus Corona ini di Malaysia.

“Kami berharap semua upaya untuk mengekang penyebaran varian baru ini akan membantu negara tersebut memutus rantai infeksi Covid-19 di Malaysia,” tandasnya.

Varian B.1.351 pertama kali ditemukan pada Desember 2020 di dua negara, yakni Inggris dan Afrika Selatan.

Sejak awal 2021, varian itu juga telah dilaporkan di negara lain termasuk Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Australia, dan Korea Selatan.

Para ilmuwan telah melaporkan, kemungkinan, varian ini menyebar lebih mudah. Penelitian juga menunjukkan, varian ini mungkin dapat menghindari beberapa perlindungan yang diberikan vaksin. [OKT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories