Makan-makan Di Tengah Pandemi Sekjen Koalisi Rapatkan Barisan Membela Jokowi

Di tengah pandemi sedang merajalela, para sekjen partai koalisi pemerintah menggelar pertemuan dan makan-makan, Rabu malam (23/6). Ada banyak hal penting yang mereka bahas. Salah satunya, merapatkan barisan membela Presiden Jokowi.

Acara makan-makan para sekjen partai koalisi ini, pertama kali diketahui dari unggahan Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni di akun Instagramnya, @rajaantoni, Rabu (23/6) malam. Pertemuan ini kemudian diketahui digelar di Plataran Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Saat itu, Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate bertindak sebagai tuan rumah.

Para sekjen mulai berdatangan ke lokasi sejak pukul 5 sore. Yang duluan datang, sempat ngopi-ngopi dulu di pekarangan restoran. Sesekali suara ketawa pecah di antara obrolan para elite partai ini.

Yang hadir tidak cuma sekjen aktif, tapi juga mantan sekjen yang ketika Pilpres 2019 sama-sama menjabat sebagai sekjen dan memperkuat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Mereka adalah eks Sekjen PPP Arsul Sani yang kini jadi Wakil Ketua Umum PPP. Lalu, eks Sekjen PSI Raja Juli Antoni yang kini jadi Sekretaris Dewan Pembina. Ada juga eks Sekjen PKB Hanif Dhakiri. Dari PKB, sekjen sekarang, yaitu Hasanuddin Wahid juga hadir. Begitu pun PPP, yang posisi sekjennya saat ini dipegang Arwani Thomafi.

Sekjen yang masih bertahan, seperti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor, Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan, dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq juga tak ketinggalan. Hanya Sekjen dari Golkar dan Hanura saja yang absen.

Di meja makan, ada banyak sajian lezat, seperti sop iga, dendeng batokok, aneka jus, dan kopi. Menariknya, ada satu buku karangan mantan Kepala BIN AM Hendropriyono yang tergeletak di antara makanan itu. Judulnya: SPY SI.

Pertemuan tangan kanan para pembesar partai itu, cukup lama. Diketahui baru bubar sekitar pukul 8 malam. “Tidak ada pembicaraan serius. Reuni ringan dan makan malam berjamaah,” tulis Raja Juli, di unggahannya.

 

Ia juga memastikan, pertemuan itu berlangsung dengan protokol kesehatan ketat. Namun, banyak netizen mengkritisi pertemuan yang disebut tidak penting itu. Pasalnya, sejak perpanjangan kembali PPKM Mikro, masyarakat menahan diri untuk kumpul-kumpul semacam itu.

Sekjen NasDem Johnny G Plate punya alasan. Menkominfo ini bilang, ada beberapa hal penting yang dibahas. Antara lain, terkait penanganan pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi, keuangan negara, dan urusan legislasi-legislasi prioritas. “Secara umum mempertegas dukungan kepada pemerintah,” kata Johnny, kepada wartawan, kemarin.

Pernyataan Johnny ini diamini Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor. Namun, ia tidak menampik pertemuan itu juga membahas seputar perkembangan politik terakhir, termasuk wacana presiden 3 periode.

“Yang namanya sekjen parpol, pasti ngomongin politiklah. Tapi yang jelas, pertemuan itu untuk memberikan dukungan dan support penuh kepada Pak Jokowi dalam menangani pandemi dan memulihkan perekonomian,” kata Ferry.

Ia menambahkan, soal wacana presiden 3 periode, respons para sekjen partai beda-beda. “Tapi, pada umumnya tetap 2 periode, sesuai amanat konstitusi,” sambungnya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno meyakini, ada hal yang super penting dibahas para sekjen parpol koalisi dalam pertemuan tersebut. “Kalau iseng-iseng, nggak mungkin tatap muka di tengah pandemi makin menggila. Kalau curcol-curcol doang, kan bisa lewat zoom,” kata Adi, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam. “Artinya ada yang dianggap genting,” sambungnya.

Ia menduga, para sekjen ini membahas perkembangan politik terakhir. Termasuk isu wacana presiden 3 periode yang lagi panas-panasnya. “All in. Gosip-gosip warung kopi, bulan depan juga ada reshuffle. Katanya ini bakal jadi reshuffle terakhir. Tapi, wallahu a’lam. Yang jelas, bukan hal iseng-iseng. Masak iseng-iseng mempertaruhkan kesehatan,” tandasnya. [SAR]

]]> Di tengah pandemi sedang merajalela, para sekjen partai koalisi pemerintah menggelar pertemuan dan makan-makan, Rabu malam (23/6). Ada banyak hal penting yang mereka bahas. Salah satunya, merapatkan barisan membela Presiden Jokowi.
Acara makan-makan para sekjen partai koalisi ini, pertama kali diketahui dari unggahan Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni di akun Instagramnya, @rajaantoni, Rabu (23/6) malam. Pertemuan ini kemudian diketahui digelar di Plataran Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Saat itu, Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate bertindak sebagai tuan rumah.
Para sekjen mulai berdatangan ke lokasi sejak pukul 5 sore. Yang duluan datang, sempat ngopi-ngopi dulu di pekarangan restoran. Sesekali suara ketawa pecah di antara obrolan para elite partai ini.
Yang hadir tidak cuma sekjen aktif, tapi juga mantan sekjen yang ketika Pilpres 2019 sama-sama menjabat sebagai sekjen dan memperkuat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Mereka adalah eks Sekjen PPP Arsul Sani yang kini jadi Wakil Ketua Umum PPP. Lalu, eks Sekjen PSI Raja Juli Antoni yang kini jadi Sekretaris Dewan Pembina. Ada juga eks Sekjen PKB Hanif Dhakiri. Dari PKB, sekjen sekarang, yaitu Hasanuddin Wahid juga hadir. Begitu pun PPP, yang posisi sekjennya saat ini dipegang Arwani Thomafi.
Sekjen yang masih bertahan, seperti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor, Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan, dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq juga tak ketinggalan. Hanya Sekjen dari Golkar dan Hanura saja yang absen.
Di meja makan, ada banyak sajian lezat, seperti sop iga, dendeng batokok, aneka jus, dan kopi. Menariknya, ada satu buku karangan mantan Kepala BIN AM Hendropriyono yang tergeletak di antara makanan itu. Judulnya: SPY SI.
Pertemuan tangan kanan para pembesar partai itu, cukup lama. Diketahui baru bubar sekitar pukul 8 malam. “Tidak ada pembicaraan serius. Reuni ringan dan makan malam berjamaah,” tulis Raja Juli, di unggahannya.

 

Ia juga memastikan, pertemuan itu berlangsung dengan protokol kesehatan ketat. Namun, banyak netizen mengkritisi pertemuan yang disebut tidak penting itu. Pasalnya, sejak perpanjangan kembali PPKM Mikro, masyarakat menahan diri untuk kumpul-kumpul semacam itu.
Sekjen NasDem Johnny G Plate punya alasan. Menkominfo ini bilang, ada beberapa hal penting yang dibahas. Antara lain, terkait penanganan pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi, keuangan negara, dan urusan legislasi-legislasi prioritas. “Secara umum mempertegas dukungan kepada pemerintah,” kata Johnny, kepada wartawan, kemarin.
Pernyataan Johnny ini diamini Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor. Namun, ia tidak menampik pertemuan itu juga membahas seputar perkembangan politik terakhir, termasuk wacana presiden 3 periode.
“Yang namanya sekjen parpol, pasti ngomongin politiklah. Tapi yang jelas, pertemuan itu untuk memberikan dukungan dan support penuh kepada Pak Jokowi dalam menangani pandemi dan memulihkan perekonomian,” kata Ferry.
Ia menambahkan, soal wacana presiden 3 periode, respons para sekjen partai beda-beda. “Tapi, pada umumnya tetap 2 periode, sesuai amanat konstitusi,” sambungnya.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno meyakini, ada hal yang super penting dibahas para sekjen parpol koalisi dalam pertemuan tersebut. “Kalau iseng-iseng, nggak mungkin tatap muka di tengah pandemi makin menggila. Kalau curcol-curcol doang, kan bisa lewat zoom,” kata Adi, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam. “Artinya ada yang dianggap genting,” sambungnya.
Ia menduga, para sekjen ini membahas perkembangan politik terakhir. Termasuk isu wacana presiden 3 periode yang lagi panas-panasnya. “All in. Gosip-gosip warung kopi, bulan depan juga ada reshuffle. Katanya ini bakal jadi reshuffle terakhir. Tapi, wallahu a’lam. Yang jelas, bukan hal iseng-iseng. Masak iseng-iseng mempertaruhkan kesehatan,” tandasnya. [SAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories