Mahfud MD Sambangi Keuskupan Dan Korban Pengeboman Gereja Katedral Makassar .

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berkunjung ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/4). Menko Mahfud menghadiri sejumlah kegiatan di kota ini.

Agenda pertama Mahfud adalah menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Al Markaz Al Islami, Jalan Masjid Raya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam khutbahnya, Mahfud menekankan pentingnya menjaga ketakwaan, agar tidak menjadi orang yang bangkrut dalam takwa di hari akhir.

“Ketakwaan bisa dijaga dengan berperilaku baik, dan tidak menyakiti orang lain, karena pada dasarnya agama Islam mengajarkan kebaikan,” imbaunya saat menjadi Khatib di Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar, Jumat, (23/04). 

Ditambahkan Mahfud, Islam adalah agama kemanusiaan. “Jangan sakiti orang lain, dan jangan langgar hak orang lain, jika kamu tidak  ingin menjadi orang yang bangkrut di akhirat,” ujar Mahfud.

Usai menjadi Khatib, Menko Polhukam menuju Keuskupan Makassar. Kepada media, Mahfud menegaskan, pemerintah serius dalam menangani masalah terorisme. Namun demikian, pemerintah harus menaati aturan hukum. Sehinga harus hati-hati dan tidak bisa sembarangan menangkap orang.

“Per hari ini laporan yang saya terima dari Kaporlri ada 83 orang sudah ditangkap, dan 33 di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan. Kita sudah punya pedoman standar,” ujar Menko Polhukam di Keuskupan Agung Makassar.

“Jadi jangan dipikir pemerintah lambat. Tidak lambat juga, ini 83 orang ditangkap cepat. Tetapi itu dilakukan dengan hati-hati harus ada bukti yang cukup,” tekan Mahfud MD.

Sementara itu, Uskup Agung Makassar Yohanes Likuada menyatakan rasa hormatnya atas kerja keras pemerintah dalam upaya menguatkan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

“Atas nama umat Katolik seluruh Keuskupan Agung Makassar, saya dari relung hati paling dalam mengucapkan terima kasih, kepada Bapak Menko atas kunjungan beliau yang merupakan dukungan dari pemerintah untuk masyarakat, dan termasuk di dalamnya tentu saja umat Katolik Keuskupan Agung Makassar ini,” ujar Yohanes.

Yohanes berharap, peristiwa serupa tidak terjadi lagi. “Kita percaya pemerintah sungguh-sungguh. Kami para pemuka agama memiliki tugas membangkitkan kesadaran masyarakat, agar tidak terprovokasi,” tambahnya.

Pihaknya sebagai umat Katolik akan terus berupaya menjaga kebersamaan dan semakin mempererat persaudaraan di bawah Pancasila dan NKRI.

“Negara menegakkan hukumnya, menjamin ketertibannya, menangkap pelakunya. Sementara tokoh-tokoh agama, menjamin kesadaran umatnya agar hidup damai dan rukun,” tandasnya.

Selepas dari Keuskupan, Menko Polhukam melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, menjenguk sejumlah korban yang masih dirawat. Dalam kesempatan ini, Mahfud menguatkan para korban agar tetap semangat dan tetap mengikuti saran dokter.

Usai dari Rumah Sakit Bhayangkara, berikutnya, Mahfud MD menghadiri pertemuan dengan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

“Tadi bertemu dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, Forkompida yang dipimpin bapak Plt Gubernur. Kami melakukan dialog dan silaturahim, dengan fokus pembahasan moderasi beragama di dalam menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa,” ujar Mahfud sebelum meninggalkan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, untuk melanjutkan pertemuan dengan Netizen dan Generasi milenial Makasar. [FAQ]

]]> .
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berkunjung ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/4). Menko Mahfud menghadiri sejumlah kegiatan di kota ini.

Agenda pertama Mahfud adalah menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Al Markaz Al Islami, Jalan Masjid Raya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam khutbahnya, Mahfud menekankan pentingnya menjaga ketakwaan, agar tidak menjadi orang yang bangkrut dalam takwa di hari akhir.

“Ketakwaan bisa dijaga dengan berperilaku baik, dan tidak menyakiti orang lain, karena pada dasarnya agama Islam mengajarkan kebaikan,” imbaunya saat menjadi Khatib di Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar, Jumat, (23/04). 

Ditambahkan Mahfud, Islam adalah agama kemanusiaan. “Jangan sakiti orang lain, dan jangan langgar hak orang lain, jika kamu tidak  ingin menjadi orang yang bangkrut di akhirat,” ujar Mahfud.

Usai menjadi Khatib, Menko Polhukam menuju Keuskupan Makassar. Kepada media, Mahfud menegaskan, pemerintah serius dalam menangani masalah terorisme. Namun demikian, pemerintah harus menaati aturan hukum. Sehinga harus hati-hati dan tidak bisa sembarangan menangkap orang.

“Per hari ini laporan yang saya terima dari Kaporlri ada 83 orang sudah ditangkap, dan 33 di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan. Kita sudah punya pedoman standar,” ujar Menko Polhukam di Keuskupan Agung Makassar.

“Jadi jangan dipikir pemerintah lambat. Tidak lambat juga, ini 83 orang ditangkap cepat. Tetapi itu dilakukan dengan hati-hati harus ada bukti yang cukup,” tekan Mahfud MD.

Sementara itu, Uskup Agung Makassar Yohanes Likuada menyatakan rasa hormatnya atas kerja keras pemerintah dalam upaya menguatkan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

“Atas nama umat Katolik seluruh Keuskupan Agung Makassar, saya dari relung hati paling dalam mengucapkan terima kasih, kepada Bapak Menko atas kunjungan beliau yang merupakan dukungan dari pemerintah untuk masyarakat, dan termasuk di dalamnya tentu saja umat Katolik Keuskupan Agung Makassar ini,” ujar Yohanes.

Yohanes berharap, peristiwa serupa tidak terjadi lagi. “Kita percaya pemerintah sungguh-sungguh. Kami para pemuka agama memiliki tugas membangkitkan kesadaran masyarakat, agar tidak terprovokasi,” tambahnya.

Pihaknya sebagai umat Katolik akan terus berupaya menjaga kebersamaan dan semakin mempererat persaudaraan di bawah Pancasila dan NKRI.

“Negara menegakkan hukumnya, menjamin ketertibannya, menangkap pelakunya. Sementara tokoh-tokoh agama, menjamin kesadaran umatnya agar hidup damai dan rukun,” tandasnya.

Selepas dari Keuskupan, Menko Polhukam melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, menjenguk sejumlah korban yang masih dirawat. Dalam kesempatan ini, Mahfud menguatkan para korban agar tetap semangat dan tetap mengikuti saran dokter.

Usai dari Rumah Sakit Bhayangkara, berikutnya, Mahfud MD menghadiri pertemuan dengan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

“Tadi bertemu dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, Forkompida yang dipimpin bapak Plt Gubernur. Kami melakukan dialog dan silaturahim, dengan fokus pembahasan moderasi beragama di dalam menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa,” ujar Mahfud sebelum meninggalkan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, untuk melanjutkan pertemuan dengan Netizen dan Generasi milenial Makasar. [FAQ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories