Madura, Penyangga Utama Kebutuhan Migas Jatim .

Pulau Madura menjadi penyangga utama kebutuhan minyak dan gas bumi (migas) Jawa Timur. Terbaru adalah temuan cadangan minyak oleh Petronas melalui unit usaha Petronas Carigali North Madura II Ltd, operator Wilayah Kerja (WK)/ Blok North Madura II.

Temuan cadangan minyak ini berasal dari pengeboran sumur eksplorasi Hidayah-1. Pengeboran yang mulai dilakukan pada 7 Januari 2021 ini, merupakan salah satu dari kegiatan komitmen pasti WK North Madura II. Targetnya menyentuh Formasi Ngimbang Carbonate, dengan besaran sumber daya inplace sebesar 158 juta barel minyak (MMBO).

Sebelumnya, juga ada temuan cadangan minyak onshore oleh PT Energi Mineral Langgeng (EML).

PT EML berhasil mengebor sumur eksplorasi ENC-02 di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Cadangan minyak sumur ENC-02 diprediksi mencapai 70 juta barel.

Nurwahidi, Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali dan Nusa Tenggara menerangkan, sumur eksplorasi ini mulai ditajak pada 9 September 2018 dan berakhir 6 April 2019.

Tindak lanjut kegiatan eksplorasi di wilayah South East Madura Block itu bisa mempengaruhi status Kabupaten Sumenep, sebagai daerah penghasil minyak dan gas.

“Ini penemuan yang menggembirakan dan besar artinya bagi Kabupaten Sumenep yang sudah bertahun-tahun berjuang menjadi daerah penghasil migas,” jelas Nurwahidi, seperti dilansir disemua.com milik BBS Group, mengutip suarasurabaya.net.

Jika nantinya secara keekonomian bisa diproduksi, produksi minyak dan gas yang dikelola EML bisa meningkatkan perekonomian daerah.

“Apalagi, selama proses pengeboran sumur eksplorasi ENC-02 juga telah melibatkan sedikitnya 50 orang pekerja yang berasal dari warga Desa Tanjung dan sekitarnya. Ini setara dengan sepertiga jumlah pekerja yang terlibat dalam kegiatan tersebut,” jelasnya.

Senada, dosen Universitas Trunojoyo, Dr Sutikno mengakui potensi migas di Madura sangat luar biasa. Sepanjang pesisir Madura mulai dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep sangat luar biasa.

“Per hari untuk satu titik itu bisa jutaan kubik yang bisa dieksploitasi. Sedangkan yang kini sudah beroperasi baru satu titik yang maksimal. Sehingga 70 persen kebutuhan migas di Jatim dipasok dari Madura,” kata Sutikno, seperti dikutip detikcom. [FAQ]

]]> .
Pulau Madura menjadi penyangga utama kebutuhan minyak dan gas bumi (migas) Jawa Timur. Terbaru adalah temuan cadangan minyak oleh Petronas melalui unit usaha Petronas Carigali North Madura II Ltd, operator Wilayah Kerja (WK)/ Blok North Madura II.

Temuan cadangan minyak ini berasal dari pengeboran sumur eksplorasi Hidayah-1. Pengeboran yang mulai dilakukan pada 7 Januari 2021 ini, merupakan salah satu dari kegiatan komitmen pasti WK North Madura II. Targetnya menyentuh Formasi Ngimbang Carbonate, dengan besaran sumber daya inplace sebesar 158 juta barel minyak (MMBO).

Sebelumnya, juga ada temuan cadangan minyak onshore oleh PT Energi Mineral Langgeng (EML).

PT EML berhasil mengebor sumur eksplorasi ENC-02 di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Cadangan minyak sumur ENC-02 diprediksi mencapai 70 juta barel.

Nurwahidi, Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali dan Nusa Tenggara menerangkan, sumur eksplorasi ini mulai ditajak pada 9 September 2018 dan berakhir 6 April 2019.

Tindak lanjut kegiatan eksplorasi di wilayah South East Madura Block itu bisa mempengaruhi status Kabupaten Sumenep, sebagai daerah penghasil minyak dan gas.

“Ini penemuan yang menggembirakan dan besar artinya bagi Kabupaten Sumenep yang sudah bertahun-tahun berjuang menjadi daerah penghasil migas,” jelas Nurwahidi, seperti dilansir disemua.com milik BBS Group, mengutip suarasurabaya.net.

Jika nantinya secara keekonomian bisa diproduksi, produksi minyak dan gas yang dikelola EML bisa meningkatkan perekonomian daerah.

“Apalagi, selama proses pengeboran sumur eksplorasi ENC-02 juga telah melibatkan sedikitnya 50 orang pekerja yang berasal dari warga Desa Tanjung dan sekitarnya. Ini setara dengan sepertiga jumlah pekerja yang terlibat dalam kegiatan tersebut,” jelasnya.

Senada, dosen Universitas Trunojoyo, Dr Sutikno mengakui potensi migas di Madura sangat luar biasa. Sepanjang pesisir Madura mulai dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep sangat luar biasa.

“Per hari untuk satu titik itu bisa jutaan kubik yang bisa dieksploitasi. Sedangkan yang kini sudah beroperasi baru satu titik yang maksimal. Sehingga 70 persen kebutuhan migas di Jatim dipasok dari Madura,” kata Sutikno, seperti dikutip detikcom. [FAQ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories