Macet Lagi, Macet Lagi

Beberapa minggu belakangan, muncul lagi kejadian yang sudah cukup lama tak terlihat di sekitar tempat tinggal saya di Depok, yaitu antrean kendaraan. Motor dan mobil mulai terlihat antre lagi di jalan raya pada saat pagi hari waktu berangkat kerja.

Sabtu dan Minggu siang, antrean kendaraan makin parah dan panjang. Dari depan gang rumah saya hingga pertigaan, kendaraan terlihat antre untuk keluar dari Jalan Srengseng Sawah. Biasanya sih kemacetan ini terjadi karena banyak kendaraan yang melalui tol Rp 2.000.

Yang disebut tol Rp 2.000 itu adalah jalan memotong, untuk bisa menyeberang ke jalan raya arah Depok. Kendaraan biasanya terhambat, karena setelah tol tersebut, kendaraan harus menyeberangi jalur menuju Lenteng agung dan perlintasan kereta api.

Belum lagi untuk masuk ke tol kecil tersebut, kita juga harus menyeberangi jalur ke arah Lenteng Agung juga. Akibatnya terjadi penumpukan kendaraan di sekitar tol tersebut, yang biasanya memanjang hingga ke jalan raya dekat rumah.

Kejadian semacam ini sempat tak terlihat. Semenjak pandemi melanda, warga agak jarang keluar rumah karena khawatir terinfeksi Covid-19.

Tapi, kekhawatiran itu sepertinya sudah agak berkurang. Jika tidak, terjadi kemacetan seperti sekarang. Memang jumlahnya belum sebanyak dulu, yang saat akhir pekan kemacetan bisa sampai di depan Kampus Polimedia.

Tapi, tetap saja jumlahnya cukup banyak jika dibandingkan dengan beberapa bulan belakangan, yang jarang sekali terjadi kemacetan di jalanan sekitar. Bahkan, minggu lalu kemacetan semacam ini hampir tidak terjadi. Belakangan ini, kemacetan terjadi biasanya karena ada kendaraan yang parkir di pinggir jalan.

Bukan karena banyaknya kendaraan yang keluar ke jalan, seperti saat ini. Mungkin kebetulan saja banyak orang yang ada keperluan penting, sehingga banyak yang pergi ke luar rumah di akhir pekan.

Tapi, saya lebih yakin itu karena warga sudah mulai berani beraktivitas seperti dulu lagi. Karena kemacetan di akhir pekan, berarti banyak orang yang pergi untuk bersantai. Sebuah aktivitas yang sudah jarang dilakukan di tengah pandemi. [Nanda Prananda/Wartawan Rakyat Merdeka]

]]> Beberapa minggu belakangan, muncul lagi kejadian yang sudah cukup lama tak terlihat di sekitar tempat tinggal saya di Depok, yaitu antrean kendaraan. Motor dan mobil mulai terlihat antre lagi di jalan raya pada saat pagi hari waktu berangkat kerja.

Sabtu dan Minggu siang, antrean kendaraan makin parah dan panjang. Dari depan gang rumah saya hingga pertigaan, kendaraan terlihat antre untuk keluar dari Jalan Srengseng Sawah. Biasanya sih kemacetan ini terjadi karena banyak kendaraan yang melalui tol Rp 2.000.

Yang disebut tol Rp 2.000 itu adalah jalan memotong, untuk bisa menyeberang ke jalan raya arah Depok. Kendaraan biasanya terhambat, karena setelah tol tersebut, kendaraan harus menyeberangi jalur menuju Lenteng agung dan perlintasan kereta api.

Belum lagi untuk masuk ke tol kecil tersebut, kita juga harus menyeberangi jalur ke arah Lenteng Agung juga. Akibatnya terjadi penumpukan kendaraan di sekitar tol tersebut, yang biasanya memanjang hingga ke jalan raya dekat rumah.

Kejadian semacam ini sempat tak terlihat. Semenjak pandemi melanda, warga agak jarang keluar rumah karena khawatir terinfeksi Covid-19.

Tapi, kekhawatiran itu sepertinya sudah agak berkurang. Jika tidak, terjadi kemacetan seperti sekarang. Memang jumlahnya belum sebanyak dulu, yang saat akhir pekan kemacetan bisa sampai di depan Kampus Polimedia.

Tapi, tetap saja jumlahnya cukup banyak jika dibandingkan dengan beberapa bulan belakangan, yang jarang sekali terjadi kemacetan di jalanan sekitar. Bahkan, minggu lalu kemacetan semacam ini hampir tidak terjadi. Belakangan ini, kemacetan terjadi biasanya karena ada kendaraan yang parkir di pinggir jalan.

Bukan karena banyaknya kendaraan yang keluar ke jalan, seperti saat ini. Mungkin kebetulan saja banyak orang yang ada keperluan penting, sehingga banyak yang pergi ke luar rumah di akhir pekan.

Tapi, saya lebih yakin itu karena warga sudah mulai berani beraktivitas seperti dulu lagi. Karena kemacetan di akhir pekan, berarti banyak orang yang pergi untuk bersantai. Sebuah aktivitas yang sudah jarang dilakukan di tengah pandemi. [Nanda Prananda/Wartawan Rakyat Merdeka]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories