LPDB KUMKM Siap Kucurkan Dana Bergulir Untuk Dua Koperasi NTB .

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) siap memberikan dukungan modal usaha kepada dua koperasi di Nusa Tenggara Barat (NTB), yaitu Koperasi Cabe Rawit di Kota Mataram, dan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Ammar Sasambo di Lombok Tengah, NTB. 

Produk-produk dari anggota masing-masing koperasi ini dinilai punya nilai khusus dan unggul dibandingkan dengan produk anggota koperasi lainnya. Untuk diketahui, selama pandemi Covid-19 modal usaha dari masing-masing anggota koperasi tergerus. Sementara kemampuan koperasi untuk terus memberikan pembiayaan bagi anggotanya juga terbatas. Oleh sebab itu, agar usaha para UMKM anggota koperasi tidak “mati suri”, maka perlu ada dukungan permodalan terutama dari LPDB-KUMKM yang disalurkan melalui koperasi. 

Direktur Bisnis LPDB-KUMKM, Krisdianto Sudarmono menjelaskan,  sebagai satuan kerja (satker) Kementerian Koperasi dan UKM, pihaknya sangat komitmen untuk terus mendukung kemajuan koperasi. Dan saat ini  LPDB sedang melakukan asessment terhadap dua koperasi tersebut agar bisa menjadi mitra usahanya. 

Dari assesment awal, imbuhnya, koperasi-koperasi tersebut memiliki potensi yang besar untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan demi menambah modal kerjanya. Pasalnya, dari track record administrasi dan juga produk-produk yang dihasilkan oleh anggotanya cukup meyakinkan. 

“Tim kami telah melakukan diskusi dengan teman-teman di sini. Yang dibutuhkan untuk Koperasi Cabe Rawit salah satunya adalah mesin packaging. Kami LPDB-KUMKM siap memberikan pembiayaan pinjaman. Secara produk sudah baik, tidak kalah dengan produk lain. Kami siap membantu koperasi ini,” katanya dalam keterangan, Selasa (23/2). 

Ia menegaskan, pembiayaan yang disalurkan oleh LPDB-KUMKM sangat kompetitif lantaran tingkat bunganya sangat rendah, yakni 3 persen. Besaran bunga ini lebih rendah bahkan terhadap suku bunga kredit yang disalurkan lembaga perbankan melalui skim kredit usaha rakyat (KUR) yang tingkat bunganya 6 persen. 

Dengan tingkat bunga yang rendah ini, maka akan memberikan ruang yang lebar bagi koperasi untuk bisa memperoleh margin yang kompetitif. Sementara bagi UMKM yang menjadi anggotanya, bisa mendapatkan dana murah dengan tingkat bunga yang lebih rendah di koperasinya. 

Ketua Koperasi Cabe Rawit, Endang Susilowati mengatakan, anggotanya yang berjumlah 95 orang itu memiliki latar belakang usaha yang berbeda-beda. Mulai dari kuliner hingga produk tekstil. Namun yang menjadi unggulan dari produk anggotanya adalah produk kuliner. 

“Bahkan produk makanan olahan yang diproduksi dari anggota mendapat pujian dari Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu,” ceritanya.

Koperasi ini juga mendapat apresiasi dari Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA), karena kemampuannya dalam mendiversifikasi produk makanan olahan. Sehingga bisa dipasarkan hingga ke luar NTB. Selain fokus pada produk kuliner, koperasi ini juga mengembangkan basis usahanya melalui culinary training center, yaitu kelas khusus untuk mengajarkan masak memasak pada siswa. 

Endang berharap, agar LPDB-KUMKM dapat memberi perkuatan permodalan bagi koperasinya, terutama untuk pengadaan alat produksi seperti mesin packaging. Sebab diakuinya, hasil produk olahan anggota belum dikemas secara maksimal. Sehingga diperlukan alat untuk mempercantik hasil produk agar dapat memiliki nilai lebih dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. [DWI]

]]> .
Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) siap memberikan dukungan modal usaha kepada dua koperasi di Nusa Tenggara Barat (NTB), yaitu Koperasi Cabe Rawit di Kota Mataram, dan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Ammar Sasambo di Lombok Tengah, NTB. 

Produk-produk dari anggota masing-masing koperasi ini dinilai punya nilai khusus dan unggul dibandingkan dengan produk anggota koperasi lainnya. Untuk diketahui, selama pandemi Covid-19 modal usaha dari masing-masing anggota koperasi tergerus. Sementara kemampuan koperasi untuk terus memberikan pembiayaan bagi anggotanya juga terbatas. Oleh sebab itu, agar usaha para UMKM anggota koperasi tidak “mati suri”, maka perlu ada dukungan permodalan terutama dari LPDB-KUMKM yang disalurkan melalui koperasi. 

Direktur Bisnis LPDB-KUMKM, Krisdianto Sudarmono menjelaskan,  sebagai satuan kerja (satker) Kementerian Koperasi dan UKM, pihaknya sangat komitmen untuk terus mendukung kemajuan koperasi. Dan saat ini  LPDB sedang melakukan asessment terhadap dua koperasi tersebut agar bisa menjadi mitra usahanya. 

Dari assesment awal, imbuhnya, koperasi-koperasi tersebut memiliki potensi yang besar untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan demi menambah modal kerjanya. Pasalnya, dari track record administrasi dan juga produk-produk yang dihasilkan oleh anggotanya cukup meyakinkan. 

“Tim kami telah melakukan diskusi dengan teman-teman di sini. Yang dibutuhkan untuk Koperasi Cabe Rawit salah satunya adalah mesin packaging. Kami LPDB-KUMKM siap memberikan pembiayaan pinjaman. Secara produk sudah baik, tidak kalah dengan produk lain. Kami siap membantu koperasi ini,” katanya dalam keterangan, Selasa (23/2). 

Ia menegaskan, pembiayaan yang disalurkan oleh LPDB-KUMKM sangat kompetitif lantaran tingkat bunganya sangat rendah, yakni 3 persen. Besaran bunga ini lebih rendah bahkan terhadap suku bunga kredit yang disalurkan lembaga perbankan melalui skim kredit usaha rakyat (KUR) yang tingkat bunganya 6 persen. 

Dengan tingkat bunga yang rendah ini, maka akan memberikan ruang yang lebar bagi koperasi untuk bisa memperoleh margin yang kompetitif. Sementara bagi UMKM yang menjadi anggotanya, bisa mendapatkan dana murah dengan tingkat bunga yang lebih rendah di koperasinya. 

Ketua Koperasi Cabe Rawit, Endang Susilowati mengatakan, anggotanya yang berjumlah 95 orang itu memiliki latar belakang usaha yang berbeda-beda. Mulai dari kuliner hingga produk tekstil. Namun yang menjadi unggulan dari produk anggotanya adalah produk kuliner. 

“Bahkan produk makanan olahan yang diproduksi dari anggota mendapat pujian dari Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu,” ceritanya.

Koperasi ini juga mendapat apresiasi dari Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA), karena kemampuannya dalam mendiversifikasi produk makanan olahan. Sehingga bisa dipasarkan hingga ke luar NTB. Selain fokus pada produk kuliner, koperasi ini juga mengembangkan basis usahanya melalui culinary training center, yaitu kelas khusus untuk mengajarkan masak memasak pada siswa. 

Endang berharap, agar LPDB-KUMKM dapat memberi perkuatan permodalan bagi koperasinya, terutama untuk pengadaan alat produksi seperti mesin packaging. Sebab diakuinya, hasil produk olahan anggota belum dikemas secara maksimal. Sehingga diperlukan alat untuk mempercantik hasil produk agar dapat memiliki nilai lebih dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. [DWI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories