Libur Imlek Di Rumah Aja, Kumpul Bersama Keluarga

Libur panjang selalu berujung pada kenaikan kasus positif Covid-19. Sebab, masyarakat banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Agar kasus tak naik terus, masyarakat baiknya  nggak usah ke mana-mana.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo. Menurutnya, libur panjang membuat kasus positif Covid-19 semakin banyak. 

“Berdasarkan pengalaman dan evaluasi selama ini, libur panjang senantiasa menyumbang klaster paparan Covid-19,” ujar Rahmad.

Rahmad menilai, Pemerintah sudah tepat mengeluarkan aturan larangan bepergian bagi aparatur negara selama libur panjang. Pemerintah juga mengatur tata cara merayakan Imlek agar tidak menimbulkan kerumunan.

Menurut Rahmad, akan lebih baik kalau masyarakat meluangkan waktu berkumpul dengan keluarga masing-masing dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak penting. 

Sebab, pengendalian Covid-19 harus dimulai dari disiplin diri dan keluarga masing-masing. 

Ingat, dari catatan dan pengalaman liburan panjang senantiasa memberikan kontribusi peningkatan Covid-19. 

“Mari kita selamatkan bersama dengan benar-benar tidak bepergian bila tidak perlu, dan senantiasa menjaga kesehatan dengan protokol kesehatan di setiap kesempatan,” ajak Rahmad.

Hal sama disampaikan Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono.

“Pokoknya setiap ada libur panjang selalu terjadi kenaikan (kasus positif Covid-19),” kata Pandu kepada wartawan, Kamis (11/2).

Agustus 2020, dua pekan setelah libur panjang, kasus positif Covid-19 di Jakarta melonjak 49 persen. Dari 7.960 menjadi 11.824 kasus aktif. Angka kematian juga naik 17 persen.

Satgas Penanganan Covid-19 juga mencatat ada kenaikan kasus Covid-19 usai libur panjang 28 Oktober-1 November.

Penambahan kasus harian saat itu sempat mencapai rekor, sebanyak 5.000 kasus. Saat itu, jumlah orang yang menjalani tes Covid-19 juga sangat banyak, yakni 30 ribu orang per hari.

Untuk menahan laju pesebaran pandemi, Pandu mengajak masyarakat tidak bepergian saat  Imlek, akhir pekan ini. 

“Jangan bepergian kalau tidak perlu. Merayakan Imlek dengan keluarga inti saja,” ujar Pandu. [REN]

 

 

]]> Libur panjang selalu berujung pada kenaikan kasus positif Covid-19. Sebab, masyarakat banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Agar kasus tak naik terus, masyarakat baiknya  nggak usah ke mana-mana.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo. Menurutnya, libur panjang membuat kasus positif Covid-19 semakin banyak. 

“Berdasarkan pengalaman dan evaluasi selama ini, libur panjang senantiasa menyumbang klaster paparan Covid-19,” ujar Rahmad.

Rahmad menilai, Pemerintah sudah tepat mengeluarkan aturan larangan bepergian bagi aparatur negara selama libur panjang. Pemerintah juga mengatur tata cara merayakan Imlek agar tidak menimbulkan kerumunan.

Menurut Rahmad, akan lebih baik kalau masyarakat meluangkan waktu berkumpul dengan keluarga masing-masing dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak penting. 

Sebab, pengendalian Covid-19 harus dimulai dari disiplin diri dan keluarga masing-masing. 

Ingat, dari catatan dan pengalaman liburan panjang senantiasa memberikan kontribusi peningkatan Covid-19. 

“Mari kita selamatkan bersama dengan benar-benar tidak bepergian bila tidak perlu, dan senantiasa menjaga kesehatan dengan protokol kesehatan di setiap kesempatan,” ajak Rahmad.

Hal sama disampaikan Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono.

“Pokoknya setiap ada libur panjang selalu terjadi kenaikan (kasus positif Covid-19),” kata Pandu kepada wartawan, Kamis (11/2).

Agustus 2020, dua pekan setelah libur panjang, kasus positif Covid-19 di Jakarta melonjak 49 persen. Dari 7.960 menjadi 11.824 kasus aktif. Angka kematian juga naik 17 persen.

Satgas Penanganan Covid-19 juga mencatat ada kenaikan kasus Covid-19 usai libur panjang 28 Oktober-1 November.

Penambahan kasus harian saat itu sempat mencapai rekor, sebanyak 5.000 kasus. Saat itu, jumlah orang yang menjalani tes Covid-19 juga sangat banyak, yakni 30 ribu orang per hari.

Untuk menahan laju pesebaran pandemi, Pandu mengajak masyarakat tidak bepergian saat  Imlek, akhir pekan ini. 

“Jangan bepergian kalau tidak perlu. Merayakan Imlek dengan keluarga inti saja,” ujar Pandu. [REN]

 

 
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories