Lewat Optimalisasi Fasilitas HSE TC Sungai Gerong, Pertamina Dorong Penerapan HSSE

Komitmen perusahaan terhadap Health Safety Security Environmental (HSSE) bagi perusahaan di bisnis energi adalah modal utama dalam beroperasi.

PT Pertamina (Persero) memiliki modal itu untuk bisa menumbuhkan HSSE di setiap pekerjanya bahkan tidak hanya dilingkungan internal perusahaan tapi juga eksternal.

VP HSSE Pertamina Deddy Syam, menuturkan salah satu modal besar yang dimiliki Pertamina adalah dengan adanya fasilitas SHE Training Center (HSE TC) Sungai Gerong di Palembang, Sumatera Selatan.

Fasilitas training tersebut hingga kini yang terbesar dimiliki Pertamina.

“Ini tempat yang diharapkan bisa memberikan kontribusi bangsa indonesia dan Pertamina untuk berlatih skill keterampilan tentang HSSE, trainertrainer juga punya experience. Untuk itu ke depan tidak hanya Pertamina bisa training di sini,” kata Deddy, Rabu (20/7).

Tidak hanya sekadar untuk latihan penyelamatan saat kondisi darurat atau kesiapsiagaan para pekerja perusahaan seperti Pertamina, lanjut Deddy, juga berdampak langsung terhadap rating ESG perusahaan.

Apalagi salah satu indikator terbesar penentuan peringkatnya adalah kondisi kesiapan di bidang HSSE.

“HSSE bagian dari ESG itu rating kita untuk dapat investor, kalau ESG bagus Erating bagus, investor bagus, 60 persen ESG itu HSSE,” ujar Deddy.

Untuk meningkatkan fasilitas HSE TC Sungai Gerong, Pertamina menyiapkan alokasi anggaran khusus.

“Kami sadar kita harus terus perbaiki sarana, kita perbaiki, budget alokasikan, timnya juga harus benar dan strong,” tegas Deddy.

HSE TC Sungai Gerong adalah salah satu fungsi dibawah Pertamina Corporate University dan Direktorat Sumber Daya Manusia Pertamina.

Di area yang memiliki luas lebih dari 28 hektare ini ada berbagai fasilitas pelatihan yang tidak dimiliki oleh fasilitas lainnya seperti T Bosiet terdiri atas simulasi helicopter, underwater rescue, sea survival.

Selain itu ada juga fasilitas high angle rescue, fire ground, smoke chamber, serta simulator fire fighting.

VP Pertamina Corporate University Yan Martes Andreas, menjelaskan untuk memastikan pemenuhan tim tanggap darurat di Wilayah Kerja lingkungan perusahaan dalam kesiapsiagaan penanggulangan keadaan emergency yang berakibat ke People, Environment, Asset dan Reputation sesuai aturan yang berlaku, maka kemampuan setiap pekerja baik di Pertamina maupun eksternal perusahaan perlu terus diasah melalui berbagai kegiatan yang bisa dilakukan di HSE TC Sungai Gerong.

“HSE TC PCU Sungai Gerong sebagai satu-satunya tempat pelatihan HSE di pertamina dan terbesar di Indonesia, kami memiliki visi selain menjadikan Perwira lebih Profesional dan kompeten, juga meningkatkan Value dari HSE TC untuk menambah jumlah customer baik internal maupun External Pertamina,” jelas Yan.

 

SVP Human Capital Management PT Pertamina Lelin Eprianto, menegaskan kemampuan HSE TC Sungai Gerong sudah bisa mengakomodir berbagai syarat untuk melakukan berbagai kegiatan pelatihan kelas dunia khususnya untuk penyelematan dari kebakaran yang merupakan salah satu risiko terbesar di bisnis hulu migas.

Menurut Lelin, manajemen sudah berkomitmen agar keberadaan HSE TC Sungai Gerong juga turut andil dalam peningkatan keselamatan kerja di bisnis hulu migas tanah air secara keseluruhan.

Untuk itu, koordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) terus ditingkatkan, sehingga tidak hanya perusahaan di lingkungan Pertamina yang bisa merasakan manfaatkan fasilitas HSE TC Sungai Gerong.

“Kami sudah bicara dengan SKK Migas, bahkan tidak hanya KKKS lain tapi juga BUMN lain apabila perlu pelatihan HSSE maka ada Sungai Gerong, sangat bisa jadi bukan hanya KKKS,” ujar Lelin.

Manajer HSE TC Sungai Gerong Helmi Fadillah Lubis, menyatakan berbagai pengembangan telah dilakukan terhadap fasilitas pelatihan HSE TC Sungai Gerong. Paling terasa adalah dengan pengembangan metode pelatihan yang tidak hanya offline atau hadir fisik tapi juga online.

Hal itu kata dia tidak lepas dari pandemi sehingga membuat berbagai aktivitas fisik ditiadakan selama dua tahun.

“Kami tidak berhenti waktu pandemi, latihan training jalan terus. Kami mengembangkan berbagai simulasi pelatihan secara virtual. Salah satunya penggunaan APAR melalui gamifikasi,” ungkap Helmi. ■

]]> Komitmen perusahaan terhadap Health Safety Security Environmental (HSSE) bagi perusahaan di bisnis energi adalah modal utama dalam beroperasi.

PT Pertamina (Persero) memiliki modal itu untuk bisa menumbuhkan HSSE di setiap pekerjanya bahkan tidak hanya dilingkungan internal perusahaan tapi juga eksternal.

VP HSSE Pertamina Deddy Syam, menuturkan salah satu modal besar yang dimiliki Pertamina adalah dengan adanya fasilitas SHE Training Center (HSE TC) Sungai Gerong di Palembang, Sumatera Selatan.

Fasilitas training tersebut hingga kini yang terbesar dimiliki Pertamina.

“Ini tempat yang diharapkan bisa memberikan kontribusi bangsa indonesia dan Pertamina untuk berlatih skill keterampilan tentang HSSE, trainer-trainer juga punya experience. Untuk itu ke depan tidak hanya Pertamina bisa training di sini,” kata Deddy, Rabu (20/7).

Tidak hanya sekadar untuk latihan penyelamatan saat kondisi darurat atau kesiapsiagaan para pekerja perusahaan seperti Pertamina, lanjut Deddy, juga berdampak langsung terhadap rating ESG perusahaan.

Apalagi salah satu indikator terbesar penentuan peringkatnya adalah kondisi kesiapan di bidang HSSE.

“HSSE bagian dari ESG itu rating kita untuk dapat investor, kalau ESG bagus Erating bagus, investor bagus, 60 persen ESG itu HSSE,” ujar Deddy.

Untuk meningkatkan fasilitas HSE TC Sungai Gerong, Pertamina menyiapkan alokasi anggaran khusus.

“Kami sadar kita harus terus perbaiki sarana, kita perbaiki, budget alokasikan, timnya juga harus benar dan strong,” tegas Deddy.

HSE TC Sungai Gerong adalah salah satu fungsi dibawah Pertamina Corporate University dan Direktorat Sumber Daya Manusia Pertamina.

Di area yang memiliki luas lebih dari 28 hektare ini ada berbagai fasilitas pelatihan yang tidak dimiliki oleh fasilitas lainnya seperti T Bosiet terdiri atas simulasi helicopter, underwater rescue, sea survival.

Selain itu ada juga fasilitas high angle rescue, fire ground, smoke chamber, serta simulator fire fighting.

VP Pertamina Corporate University Yan Martes Andreas, menjelaskan untuk memastikan pemenuhan tim tanggap darurat di Wilayah Kerja lingkungan perusahaan dalam kesiapsiagaan penanggulangan keadaan emergency yang berakibat ke People, Environment, Asset dan Reputation sesuai aturan yang berlaku, maka kemampuan setiap pekerja baik di Pertamina maupun eksternal perusahaan perlu terus diasah melalui berbagai kegiatan yang bisa dilakukan di HSE TC Sungai Gerong.

“HSE TC PCU Sungai Gerong sebagai satu-satunya tempat pelatihan HSE di pertamina dan terbesar di Indonesia, kami memiliki visi selain menjadikan Perwira lebih Profesional dan kompeten, juga meningkatkan Value dari HSE TC untuk menambah jumlah customer baik internal maupun External Pertamina,” jelas Yan.

 

SVP Human Capital Management PT Pertamina Lelin Eprianto, menegaskan kemampuan HSE TC Sungai Gerong sudah bisa mengakomodir berbagai syarat untuk melakukan berbagai kegiatan pelatihan kelas dunia khususnya untuk penyelematan dari kebakaran yang merupakan salah satu risiko terbesar di bisnis hulu migas.

Menurut Lelin, manajemen sudah berkomitmen agar keberadaan HSE TC Sungai Gerong juga turut andil dalam peningkatan keselamatan kerja di bisnis hulu migas tanah air secara keseluruhan.

Untuk itu, koordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) terus ditingkatkan, sehingga tidak hanya perusahaan di lingkungan Pertamina yang bisa merasakan manfaatkan fasilitas HSE TC Sungai Gerong.

“Kami sudah bicara dengan SKK Migas, bahkan tidak hanya KKKS lain tapi juga BUMN lain apabila perlu pelatihan HSSE maka ada Sungai Gerong, sangat bisa jadi bukan hanya KKKS,” ujar Lelin.

Manajer HSE TC Sungai Gerong Helmi Fadillah Lubis, menyatakan berbagai pengembangan telah dilakukan terhadap fasilitas pelatihan HSE TC Sungai Gerong. Paling terasa adalah dengan pengembangan metode pelatihan yang tidak hanya offline atau hadir fisik tapi juga online.

Hal itu kata dia tidak lepas dari pandemi sehingga membuat berbagai aktivitas fisik ditiadakan selama dua tahun.

“Kami tidak berhenti waktu pandemi, latihan training jalan terus. Kami mengembangkan berbagai simulasi pelatihan secara virtual. Salah satunya penggunaan APAR melalui gamifikasi,” ungkap Helmi. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories