LAZISNU Galang Donasi Untuk Masjid Indonesia Pertama Di Belgia

LAZISNU PBNU mengajak Nahdliyin mewakafkan hartanya dengan nominal Rp 50.000 per orang sebagai upaya membantu kelancaran pembelian bangunan untuk dijadikan Masjid Muslim Indonesia pertama di Belgia. Lokasi tanah dan bangunan itu berada di St Pieters Leeuw, Brussels, Ibu Kota Uni Eropa.

Luas tanahnya adalah 532 meter persegi, sedangkan luas bangunan 530 meter persegi. Pembayaran atas pembelian bangunan itu harus dilunasi pada 30 Juni 2021 mendatang.

“Akhir Ramadhan ini, teman-teman PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) bersama dengan Nusantara Cultural Center Belgia mengajak kerja sama LAZISNU untuk kampanye pembelian sebuah gedung yang akan dijadikan sebagai masjid dan pusat Nusantara Cultural Center,” tutur Ketua PP NU Care-LAZISNU Achmad Sudrajat kepada NU Online, Selasa (11/5).

Ia menambahkan, penggalangan dana wakaf pembelian bangunan untuk masjid tersebut merupakan inisiatif dari mahasiswa Indonesia dan pengurus PCINU di Belgia.

Saat ini mereka sudah mengantongi dana Rp 6 miliar sementara harga bangunan itu senilai Rp9 miliar, sehingga kekurangannya adalah Rp 3 miliar.

“Diharapkan pada akhir Juni 2021, kekurangan Rp3 miliar itu bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Kita dukung, mudah-mudahan dengan kampanye ini bisa menghasilkan lebih dari Rp 3 miliar. Lalu kita kirim dan bayarkan, tinggal renovasi beberapa ruangan yang harus disempurnakan,” ujar Sudrajat.

Menurutnya, inilah momentum bagi seluruh anak bangsa dan terutama NU yang selalu menjadi duta perdamaian di belahan dunia, untuk menggemakan Islam Nusantara yang rahmatan lil ‘alamin di Tanah Eropa.

“Kita perlu pusat penggerak dari teman-teman Indonesia dan kita berharap dari teman-teman PCINU agar menjadi sentral penyebaran Islam Nusantara, Islam rahmatan lil ‘alamin, ke dunia Eropa. Karena selama ini dunia Eropa mengharapkan peran-peran NU secara signifikan,” tegas Sudrajat. [SRI]

]]> LAZISNU PBNU mengajak Nahdliyin mewakafkan hartanya dengan nominal Rp 50.000 per orang sebagai upaya membantu kelancaran pembelian bangunan untuk dijadikan Masjid Muslim Indonesia pertama di Belgia. Lokasi tanah dan bangunan itu berada di St Pieters Leeuw, Brussels, Ibu Kota Uni Eropa.

Luas tanahnya adalah 532 meter persegi, sedangkan luas bangunan 530 meter persegi. Pembayaran atas pembelian bangunan itu harus dilunasi pada 30 Juni 2021 mendatang.

“Akhir Ramadhan ini, teman-teman PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) bersama dengan Nusantara Cultural Center Belgia mengajak kerja sama LAZISNU untuk kampanye pembelian sebuah gedung yang akan dijadikan sebagai masjid dan pusat Nusantara Cultural Center,” tutur Ketua PP NU Care-LAZISNU Achmad Sudrajat kepada NU Online, Selasa (11/5).

Ia menambahkan, penggalangan dana wakaf pembelian bangunan untuk masjid tersebut merupakan inisiatif dari mahasiswa Indonesia dan pengurus PCINU di Belgia.

Saat ini mereka sudah mengantongi dana Rp 6 miliar sementara harga bangunan itu senilai Rp9 miliar, sehingga kekurangannya adalah Rp 3 miliar.

“Diharapkan pada akhir Juni 2021, kekurangan Rp3 miliar itu bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Kita dukung, mudah-mudahan dengan kampanye ini bisa menghasilkan lebih dari Rp 3 miliar. Lalu kita kirim dan bayarkan, tinggal renovasi beberapa ruangan yang harus disempurnakan,” ujar Sudrajat.

Menurutnya, inilah momentum bagi seluruh anak bangsa dan terutama NU yang selalu menjadi duta perdamaian di belahan dunia, untuk menggemakan Islam Nusantara yang rahmatan lil ‘alamin di Tanah Eropa.

“Kita perlu pusat penggerak dari teman-teman Indonesia dan kita berharap dari teman-teman PCINU agar menjadi sentral penyebaran Islam Nusantara, Islam rahmatan lil ‘alamin, ke dunia Eropa. Karena selama ini dunia Eropa mengharapkan peran-peran NU secara signifikan,” tegas Sudrajat. [SRI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories