
Laura Seca, Pegolf Milenial Yang Peduli Lingkungan
Siapa bilang anak muda tidak peduli lingkungan. Pegolf muda, Laura Seca, justru ingin membawa perubahan dan paradigma tentang menjaga lingkungan.
“Saya bermain di banyak lapangan golf yang indah di seluruh dunia. Ironisnya, di antara hamparan hijau asri terlihat sampah di aliran sungai, air danau jadi cokelat,” ungkap Laura dalam pernyataannya yang dikutip, Selasa (13/4).
Menurut dia, sampah yang menumpuk telah merusak keindahan dan kenyamanan lingkungan dan menyebabkan polusi udara.
Sebagai kaum milenial, Laura pun tergerak ingin membantu mencari solusi. Caranya, melakukan sesuatu yang sederhana.
“Saya mengontrol, mengurangi sampah yang saya hasilkan dalam sehari,” jelas perempuan yang mulai latihan bermain golf pada usia 9 tahun ini.
Dia juga membuat Gerakan Junior Golfers For A Cause. Kegiatan sosial berupa pengumpulan donasi untuk disumbangkan ke organisasi yang bergerak di konservasi atau edukasi lingkungan hidup.
Cara mengumpulkan donasi ini cukup unik, dengan melakukan ‘juggling golf ball’, untuk setiap seribu rupiah yang masuk.
Laura mengaku, kegiatan ini telah dilakukan sejak 25 Maret 2021 dan akan berlangsung hingga 30 April 2021.
“Saat ini donasi yang terkumpul sekitar Rp 6,5 juta,” ungkapnya.
Rencananya, donasi yang terkumpul akan diserahkan kepada Teens Go Green Indonesia, sebuah komunitas anak muda yang melakukan kegiatan edukasi lingkungan bagi para remaja.
Menurut pemilik nama lahir Laura Seca Widyatmodjo ini, setiap orang dan siapa saja dapat berpartisipasi dalam Gerakan Junior Golfers for A Cause.
Minimum donasi Rp 100 ribu untuk 100 juggles. “Setiap tindakan kecil atau besar akan sangat dihargai,” katanya. [MER]
]]> Siapa bilang anak muda tidak peduli lingkungan. Pegolf muda, Laura Seca, justru ingin membawa perubahan dan paradigma tentang menjaga lingkungan.
“Saya bermain di banyak lapangan golf yang indah di seluruh dunia. Ironisnya, di antara hamparan hijau asri terlihat sampah di aliran sungai, air danau jadi cokelat,” ungkap Laura dalam pernyataannya yang dikutip, Selasa (13/4).
Menurut dia, sampah yang menumpuk telah merusak keindahan dan kenyamanan lingkungan dan menyebabkan polusi udara.
Sebagai kaum milenial, Laura pun tergerak ingin membantu mencari solusi. Caranya, melakukan sesuatu yang sederhana.
“Saya mengontrol, mengurangi sampah yang saya hasilkan dalam sehari,” jelas perempuan yang mulai latihan bermain golf pada usia 9 tahun ini.
Dia juga membuat Gerakan Junior Golfers For A Cause. Kegiatan sosial berupa pengumpulan donasi untuk disumbangkan ke organisasi yang bergerak di konservasi atau edukasi lingkungan hidup.
Cara mengumpulkan donasi ini cukup unik, dengan melakukan ‘juggling golf ball’, untuk setiap seribu rupiah yang masuk.
Laura mengaku, kegiatan ini telah dilakukan sejak 25 Maret 2021 dan akan berlangsung hingga 30 April 2021.
“Saat ini donasi yang terkumpul sekitar Rp 6,5 juta,” ungkapnya.
Rencananya, donasi yang terkumpul akan diserahkan kepada Teens Go Green Indonesia, sebuah komunitas anak muda yang melakukan kegiatan edukasi lingkungan bagi para remaja.
Menurut pemilik nama lahir Laura Seca Widyatmodjo ini, setiap orang dan siapa saja dapat berpartisipasi dalam Gerakan Junior Golfers for A Cause.
Minimum donasi Rp 100 ribu untuk 100 juggles. “Setiap tindakan kecil atau besar akan sangat dihargai,” katanya. [MER]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .