Larangan Mudik Ancam Bisnis Hotel, PHRI Minta Stimulus .

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menerima imbauan larangan mudik Lebaran oleh pemerintah pada Lebaran demi mencegah lonjakan kasus positif Covid-19. Namun, mereka minta bantuan dana stimulus agar tetap bisa bertahan.

Begitu, kata Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani seperti dikutip dari Antara, Senin (29/3).

“Kita menyadari pemerintah yang punya otoritas untuk memutuskan tersebut, kita juga harus terima kondisinya,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu.

Dia berharap, pemerintah membantu pelaku di industri wisata agar arus kas bisa tetap berjalan lancar dengan intervensi dan dana stimulus. Sebab, aliran pendapatan dan pengeluaran tidak seimbang mengingat banyak orang berdiam diri di rumah dan tidak bepergian.

Menurut dia, larangan mudik Lebaran berdampak kepada pelaku-pelaku wisata di daerah yang biasa jadi tujuan mudik sekaligus berlibur. Karena itu terjadi ketimpangan pemasukan dan dana yang harus dikeluarkan agar hotel tetap operasi.

“Yang paling berat cash flow tertekan sekali, memang harus ada perlakuan khusus kalau tidak bisa kolaps semua, antara uang masuk dan kewajiban tidak seimbang,” ujar dia.

Untuk diketahui, sebelumnya pemerintah melarang mudik pada 6-17 Mei 2021 bagi seluruh masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri, karyawan swasta maupun pekerja mandiri. Pertimbangannya untuk menekan penyebaran Covid-19. [DIT]

 

]]> .
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menerima imbauan larangan mudik Lebaran oleh pemerintah pada Lebaran demi mencegah lonjakan kasus positif Covid-19. Namun, mereka minta bantuan dana stimulus agar tetap bisa bertahan.

Begitu, kata Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani seperti dikutip dari Antara, Senin (29/3).

“Kita menyadari pemerintah yang punya otoritas untuk memutuskan tersebut, kita juga harus terima kondisinya,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu.

Dia berharap, pemerintah membantu pelaku di industri wisata agar arus kas bisa tetap berjalan lancar dengan intervensi dan dana stimulus. Sebab, aliran pendapatan dan pengeluaran tidak seimbang mengingat banyak orang berdiam diri di rumah dan tidak bepergian.

Menurut dia, larangan mudik Lebaran berdampak kepada pelaku-pelaku wisata di daerah yang biasa jadi tujuan mudik sekaligus berlibur. Karena itu terjadi ketimpangan pemasukan dan dana yang harus dikeluarkan agar hotel tetap operasi.

“Yang paling berat cash flow tertekan sekali, memang harus ada perlakuan khusus kalau tidak bisa kolaps semua, antara uang masuk dan kewajiban tidak seimbang,” ujar dia.

Untuk diketahui, sebelumnya pemerintah melarang mudik pada 6-17 Mei 2021 bagi seluruh masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri, karyawan swasta maupun pekerja mandiri. Pertimbangannya untuk menekan penyebaran Covid-19. [DIT]

 
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories