Lansia Jadi Prioritas Selama Bulan Puasa, Jam Kerja Vaksinasi Dipangkas .

Selama Ramadan, vaksinasi dipastikan jalan terus. Tapi, jam operasional fasilitas kesehatan (faskes) dan sentra vaksinasi Covid-19 di berbagai titik wilayah Indonesia akan berkurang sepanjang bulan puasa nanti.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, perubahan jadwal vaksinasi tersebut berkaitan dengan pengaturan jam kerja tenaga kesehatan yang rutin disesuaikan setiap kali memasuki Ramadan.

“Menyesuaikan dengan ketentuan yang nanti akan berlaku secara nasional,” ujar Nadia, kemarin.

Tapi, dia tak bisa memastikan secara rinci pemangkasan jam operasional yang dimaksud. Dia menyebut, perubahan kebijakan itu masih digodok.

Meski begitu, Nadia memastikan, pelayanan yang diberikan kepada warga tetap maksimal. Dia juga memastikan, jumlah tenaga kesehatan dan vaksinator tidak dikurangi.

“Hanya saja jam operasional dari pelayanan tersebut menyesuaikan, mengingat kita sedang dalam ibadah puasa,” imbuhnya.

Kemenkes, lanjut Nadia, akan mengalokasikan 60 persen ketersediaan vaksin Covid-19 di April untuk lansia.

Ditargetkan, 90 persen dari 21.553.118 orang lansia rampung menerima suntikan dosis pertama pada akhir Juni 2021. “Sisanya untuk tenaga pendidik dan guru,” bebernya.

Menurutnya, ketersediaan vaksin pada April terbatas akibat embargo yang dilakukan India. Kemenkes hanya mengandalkan vaksin Sinovac bulk yang telah diolah PT Bio Farma di Bandung. Pada April ini, Bio Farma ditargetkan mampu menghasilkan 7-11 juta dosis vaksin.

Sementara, untuk memenuhi target vaksinasi total terhadap 181,5 juta orang, Kemenkes bakal menggenjot laju vaksinasi di Juli-Desember 2021.

Dalam periode itu, menurutnya, Indonesia akan kedatangan banyak vaksin dari produsen vaksin lain, seperti Novavax hingga Pfizer.

“Bagi kita di saat vaksinasi jumlahnya terbatas, kita melakukan prioritasisasi kelompok mana yang paling rentan untuk mendapatkan vaksin,” terang Nadia.

Sementara, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan, pemerintah sudah memvaksinasi 15,4 juta tenaga kesehatan, lansia dan pelayan publik.

Terpisah, Ketua Satgas Sentra Vaksinasi Bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, jam operasional sentra vaksin akan berkurang, menjadi pukul 07.00 WIB-14.00 WIB selama Ramadan. Artinya, sentra vaksin hanya akan beroperasi selama tujuh jam.

Selain itu, dia menginformasikan, sentra vaksin di Jakarta juga akan diliburkan pada hari pertama puasa. Hal ini agar masyarakat yang beragama Islam bisa khusyuk menjalani ibadah. [DIR]

]]> .
Selama Ramadan, vaksinasi dipastikan jalan terus. Tapi, jam operasional fasilitas kesehatan (faskes) dan sentra vaksinasi Covid-19 di berbagai titik wilayah Indonesia akan berkurang sepanjang bulan puasa nanti.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, perubahan jadwal vaksinasi tersebut berkaitan dengan pengaturan jam kerja tenaga kesehatan yang rutin disesuaikan setiap kali memasuki Ramadan.

“Menyesuaikan dengan ketentuan yang nanti akan berlaku secara nasional,” ujar Nadia, kemarin.

Tapi, dia tak bisa memastikan secara rinci pemangkasan jam operasional yang dimaksud. Dia menyebut, perubahan kebijakan itu masih digodok.

Meski begitu, Nadia memastikan, pelayanan yang diberikan kepada warga tetap maksimal. Dia juga memastikan, jumlah tenaga kesehatan dan vaksinator tidak dikurangi.

“Hanya saja jam operasional dari pelayanan tersebut menyesuaikan, mengingat kita sedang dalam ibadah puasa,” imbuhnya.

Kemenkes, lanjut Nadia, akan mengalokasikan 60 persen ketersediaan vaksin Covid-19 di April untuk lansia.

Ditargetkan, 90 persen dari 21.553.118 orang lansia rampung menerima suntikan dosis pertama pada akhir Juni 2021. “Sisanya untuk tenaga pendidik dan guru,” bebernya.

Menurutnya, ketersediaan vaksin pada April terbatas akibat embargo yang dilakukan India. Kemenkes hanya mengandalkan vaksin Sinovac bulk yang telah diolah PT Bio Farma di Bandung. Pada April ini, Bio Farma ditargetkan mampu menghasilkan 7-11 juta dosis vaksin.

Sementara, untuk memenuhi target vaksinasi total terhadap 181,5 juta orang, Kemenkes bakal menggenjot laju vaksinasi di Juli-Desember 2021.

Dalam periode itu, menurutnya, Indonesia akan kedatangan banyak vaksin dari produsen vaksin lain, seperti Novavax hingga Pfizer.

“Bagi kita di saat vaksinasi jumlahnya terbatas, kita melakukan prioritasisasi kelompok mana yang paling rentan untuk mendapatkan vaksin,” terang Nadia.

Sementara, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan, pemerintah sudah memvaksinasi 15,4 juta tenaga kesehatan, lansia dan pelayan publik.

Terpisah, Ketua Satgas Sentra Vaksinasi Bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, jam operasional sentra vaksin akan berkurang, menjadi pukul 07.00 WIB-14.00 WIB selama Ramadan. Artinya, sentra vaksin hanya akan beroperasi selama tujuh jam.

Selain itu, dia menginformasikan, sentra vaksin di Jakarta juga akan diliburkan pada hari pertama puasa. Hal ini agar masyarakat yang beragama Islam bisa khusyuk menjalani ibadah. [DIR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories