Lanjut Mesra Di Masjid Mega Bicara Keluarga, Jokowi Bicara Anak Bandel

Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri kembali menunjukkan kemesraannya. Setelah mesra di Istana, mereka lanjut mesra di masjid.

Pemandangan itu nampak saat Jokowi dan Mega meresmikan Masjid At-Taufiq, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kemarin. Jokowi sampai bela-belain bolak-balik Jakarta-Jawa Tengah lalu ke Jakarta lagi dalam sehari demi memenuhi undangan Mega itu.

Awalnya, sempat dikira Jokowi batal menghadiri undangan Mega. Karena pagi-pagi sekali, Jokowi sudah terbang ke Semarang, meninjau industri baterai listrik di Batang, Jawa Tengah. Tapi tak disangka, Jokowi tetap menunjukkan perhatian dan hormatnya pada Mega untuk meresmikan Masjid At-Taufiq yang dibangun untuk mengenang jasa almarhum Taufik Kiemas, suami Mega.

Sekitar pukul setengah 5 sore, rombongan Jokowi tiba di lokasi. Dari mobil kepresidenan, Jokowi keluar tidak sendiri. Ia didampingi ibu negara Iriana.

Kepala negara tampil bersahaja dengan koko dan sarung putih dibalut jas warna biru gelap. Ia juga mengenakan peci warna hitam. Jokosi disambut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Setiba di lokasi, Jokowi sempat menengok-nengok masjid dengan desain yang tidak biasa ini. Tidak ada kubah sebagaimana masjid pada umumnya.

Bentuknya khas rumah tradisional nusantara. Mirip rumah gadang, rumah adat Minangkabau. Masjid seluas 1.800 meter persegi ini, punya daya tampung sekitar 400-500 jemaah.
Mega tampak senang melihat Jokowi hadir di acara tersebut. Sebab, mantan Wali Kota Solo itu sudah beberapa kali diminta untuk meluangkan waktu datang ke Masjid At-Taufiq sejak 3 bulan lalu. Bukan hanya Mega, putrinya yang juga Ketua DPR, Puan Maharani juga 2 kali mengingatkan Jokowi untuk hadir. Terakhir ketika bertemu di Ancol saat menonton balapan Formula E.

Rasa gembira terpancar dari wajah Mega. Bahkan, Ketum PDIP itu sampai tercekat suaranya saat menyampaikan terima kasih kepada Jokowi karena berkenan menorehkan tanda tangan di prasasti masjid yang didedikasikan untuk mendiang suaminya itu.

“Sekali lagi, terima kasih sekali. Atas nama keluarga Taufiq Kiemas, atas kesediaan Bapak Presiden untuk ikut membuka dan menorehkan tanda tangan sebentar lagi,” ucap Mega. Mata Mega berkaca-kaca. Jokowi mengangguk pelan.

Giliran Jokowi pidato. Ia juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menjelaskan hubungannya dengan Mega, yang belakangan ini diisukan renggang.

“Ibu Mega itu seperti ibu saya sendiri. Saya sangat, sangat, sangat menghormati beliau, Ibu Mega,” tegas Jokowi dengan nada penekanan.

“Dan hubungan anak dengan ibu ini itu hubungan batin. Saya sangat hormat kepada beliau yang selalu penuh dengan rasa kepercayaan yang tidak pernah berubah,” sambungnya.

Ia mengakui, jika dalam hubungan ibu dan anak kadang kala ditemukan, dihadapkan dengan perbedaan pendapat. Menurutnya hal itu lumrah terjadi. “Kalau dalam perjalanan panjang kadang-kadang ada antara anak dan Ibu ya itu wajar-wajar saja biasa,” tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Usai acara, kepada wartawan Jokowi kembali menepis isu keretakan hubungannya dengan Mega. “Siapa bilang renggang, saya dengan ibu Megawati sudah seperti keluarga besar. Jelas, kan?” ucap Jokowi.

Ia kembali mengulang pidatonya, bahwa biasa terjadi jika seorang anak dalam perjalanannya kadang bandel atau nakal. “Bahwa dalam perjalanan, anak kadang ada yang bandel. Ada yang nakal, biasa. Itu wajar. Jangan ditarik ke mana-mana,” tegas Jokowi lagi.

Setali tiga uang, Mega juga bilang Jokowi sudah dianggap seperti keluarga sendiri. “Ini ada Pak Jokowi, ada ibu (Iriana) juga, kami dari dulu kekeluargaan,” kata Megawati.

Karena itu, ia berhadap wartawan melakukan check and recheck setiap ada isu yang tidak jelas, khususnya terkait isu kerenggangannya dengan Jokowi belakangan ini. “Jadi, kalau mau istilahnya digoreng-goreng (hubungannya) itu, kan, begitulah,” sambungnya.

Politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno meminta, isu Mega-Jokowi renggang tidak diungkit-ungit lagi. Kata dia, relasi tokoh-tokoh nasional selevel Mega dan Jokowi jangan direduksi sedemikian rupa.

“Seolah-olah mereka baru belajar politik, sehingga dianggap sedang bermain yoyo,” ujar Hendrawan, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Kata dia, tokoh sekaliber Mega dan Jokowi sudah selesai dengan urusan pribadi masing-masing. “Para tokoh nasional lebih mementingkan komitmen kepada kehidupan dan masa depan negara bangsa,” tegas Hendrawan.

Pakar komunikasi politik, Lely Arrianie juga punya pandangan yang sama. Lely yang sempat menjadi Staf Ahli Taufiq Kiemas itu menilai, hubungan Jokowi dengan Mega bukan sekedar relasi dramaturgis. Sebagaimana hubungan antar sesama politisi lainnya.

Jokowi, sebut Lely, sangat menghormati Megawati. Bahkan petugas kebersihan yang sudah bekerja hampir 15 tahun di kediaman Megawati juga dianggap seperti bagian dari keluarga sendiri.

“Orang tukang sapu saja di Teuku Umar dicium tangannya, hormat beliau itu tinggi banget (ke keluarga Mega),” kata Lely, tadi malam.

Karena itu, ia menilai usaha untuk merenggangkan hubungan keduanya akan sangat sulit berhasil. “Itu selesai antara ibu dan anak. Pak Jokowi dan bu Mega selalu menemukan pola komunikasi,” lanjutnya.

Ia mengingatkanJokowi , sering diistimewakan Mega dalam membangun karir politiknya. Bahkan, presiden kelima itu rela menanggalkan egonya untuk kembali maju di Pilpres 2014 silam. Mega justru memberikan tiket itu kepada Jokowi.

“Bukan sekedar jasa, semua momen politik Jokowi memang dibentuk oleh Bu Mega. Hampir semua gerakannya didukung Bu Mega. Mesin partai semua bekerja,” terangnya.

Dengan hubungan seerat itu, akankah Jokowi punya itikad mengkhianati Mega di Pilpres 2024 mendatang? “Enggak selamat hidupnya kalau berkhianat ke Bu Mega,” pungkas Lely.

]]> Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri kembali menunjukkan kemesraannya. Setelah mesra di Istana, mereka lanjut mesra di masjid.

Pemandangan itu nampak saat Jokowi dan Mega meresmikan Masjid At-Taufiq, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kemarin. Jokowi sampai bela-belain bolak-balik Jakarta-Jawa Tengah lalu ke Jakarta lagi dalam sehari demi memenuhi undangan Mega itu.

Awalnya, sempat dikira Jokowi batal menghadiri undangan Mega. Karena pagi-pagi sekali, Jokowi sudah terbang ke Semarang, meninjau industri baterai listrik di Batang, Jawa Tengah. Tapi tak disangka, Jokowi tetap menunjukkan perhatian dan hormatnya pada Mega untuk meresmikan Masjid At-Taufiq yang dibangun untuk mengenang jasa almarhum Taufik Kiemas, suami Mega.

Sekitar pukul setengah 5 sore, rombongan Jokowi tiba di lokasi. Dari mobil kepresidenan, Jokowi keluar tidak sendiri. Ia didampingi ibu negara Iriana.

Kepala negara tampil bersahaja dengan koko dan sarung putih dibalut jas warna biru gelap. Ia juga mengenakan peci warna hitam. Jokosi disambut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Setiba di lokasi, Jokowi sempat menengok-nengok masjid dengan desain yang tidak biasa ini. Tidak ada kubah sebagaimana masjid pada umumnya.

Bentuknya khas rumah tradisional nusantara. Mirip rumah gadang, rumah adat Minangkabau. Masjid seluas 1.800 meter persegi ini, punya daya tampung sekitar 400-500 jemaah.
Mega tampak senang melihat Jokowi hadir di acara tersebut. Sebab, mantan Wali Kota Solo itu sudah beberapa kali diminta untuk meluangkan waktu datang ke Masjid At-Taufiq sejak 3 bulan lalu. Bukan hanya Mega, putrinya yang juga Ketua DPR, Puan Maharani juga 2 kali mengingatkan Jokowi untuk hadir. Terakhir ketika bertemu di Ancol saat menonton balapan Formula E.

Rasa gembira terpancar dari wajah Mega. Bahkan, Ketum PDIP itu sampai tercekat suaranya saat menyampaikan terima kasih kepada Jokowi karena berkenan menorehkan tanda tangan di prasasti masjid yang didedikasikan untuk mendiang suaminya itu.

“Sekali lagi, terima kasih sekali. Atas nama keluarga Taufiq Kiemas, atas kesediaan Bapak Presiden untuk ikut membuka dan menorehkan tanda tangan sebentar lagi,” ucap Mega. Mata Mega berkaca-kaca. Jokowi mengangguk pelan.

Giliran Jokowi pidato. Ia juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menjelaskan hubungannya dengan Mega, yang belakangan ini diisukan renggang.

“Ibu Mega itu seperti ibu saya sendiri. Saya sangat, sangat, sangat menghormati beliau, Ibu Mega,” tegas Jokowi dengan nada penekanan.

“Dan hubungan anak dengan ibu ini itu hubungan batin. Saya sangat hormat kepada beliau yang selalu penuh dengan rasa kepercayaan yang tidak pernah berubah,” sambungnya.

Ia mengakui, jika dalam hubungan ibu dan anak kadang kala ditemukan, dihadapkan dengan perbedaan pendapat. Menurutnya hal itu lumrah terjadi. “Kalau dalam perjalanan panjang kadang-kadang ada antara anak dan Ibu ya itu wajar-wajar saja biasa,” tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Usai acara, kepada wartawan Jokowi kembali menepis isu keretakan hubungannya dengan Mega. “Siapa bilang renggang, saya dengan ibu Megawati sudah seperti keluarga besar. Jelas, kan?” ucap Jokowi.

Ia kembali mengulang pidatonya, bahwa biasa terjadi jika seorang anak dalam perjalanannya kadang bandel atau nakal. “Bahwa dalam perjalanan, anak kadang ada yang bandel. Ada yang nakal, biasa. Itu wajar. Jangan ditarik ke mana-mana,” tegas Jokowi lagi.

Setali tiga uang, Mega juga bilang Jokowi sudah dianggap seperti keluarga sendiri. “Ini ada Pak Jokowi, ada ibu (Iriana) juga, kami dari dulu kekeluargaan,” kata Megawati.

Karena itu, ia berhadap wartawan melakukan check and recheck setiap ada isu yang tidak jelas, khususnya terkait isu kerenggangannya dengan Jokowi belakangan ini. “Jadi, kalau mau istilahnya digoreng-goreng (hubungannya) itu, kan, begitulah,” sambungnya.

Politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno meminta, isu Mega-Jokowi renggang tidak diungkit-ungit lagi. Kata dia, relasi tokoh-tokoh nasional selevel Mega dan Jokowi jangan direduksi sedemikian rupa.

“Seolah-olah mereka baru belajar politik, sehingga dianggap sedang bermain yoyo,” ujar Hendrawan, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Kata dia, tokoh sekaliber Mega dan Jokowi sudah selesai dengan urusan pribadi masing-masing. “Para tokoh nasional lebih mementingkan komitmen kepada kehidupan dan masa depan negara bangsa,” tegas Hendrawan.

Pakar komunikasi politik, Lely Arrianie juga punya pandangan yang sama. Lely yang sempat menjadi Staf Ahli Taufiq Kiemas itu menilai, hubungan Jokowi dengan Mega bukan sekedar relasi dramaturgis. Sebagaimana hubungan antar sesama politisi lainnya.

Jokowi, sebut Lely, sangat menghormati Megawati. Bahkan petugas kebersihan yang sudah bekerja hampir 15 tahun di kediaman Megawati juga dianggap seperti bagian dari keluarga sendiri.

“Orang tukang sapu saja di Teuku Umar dicium tangannya, hormat beliau itu tinggi banget (ke keluarga Mega),” kata Lely, tadi malam.

Karena itu, ia menilai usaha untuk merenggangkan hubungan keduanya akan sangat sulit berhasil. “Itu selesai antara ibu dan anak. Pak Jokowi dan bu Mega selalu menemukan pola komunikasi,” lanjutnya.

Ia mengingatkanJokowi , sering diistimewakan Mega dalam membangun karir politiknya. Bahkan, presiden kelima itu rela menanggalkan egonya untuk kembali maju di Pilpres 2014 silam. Mega justru memberikan tiket itu kepada Jokowi.

“Bukan sekedar jasa, semua momen politik Jokowi memang dibentuk oleh Bu Mega. Hampir semua gerakannya didukung Bu Mega. Mesin partai semua bekerja,” terangnya.

Dengan hubungan seerat itu, akankah Jokowi punya itikad mengkhianati Mega di Pilpres 2024 mendatang? “Enggak selamat hidupnya kalau berkhianat ke Bu Mega,” pungkas Lely.
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories