Lampaui Target, Laba BTPN Syariah Tembus 1,46 T Di 2021

Proyeksi cemerlang ditorehkan BTPN Syariah di 2021. Meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp 1,46 triliun.

Capaian itu tumbuh 71,35 persen dibandingkan dengan laba periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 855 miliar.

Direktur Utama BTPN Syariah Hadi Wibowo mengatakan, perolehan laba ditopang oleh pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang naik 21 persen secara tahunan (yoy), menjadi sebesar Rp 4,27 triliun.

Sedangkan beban operasional lainnya menyusut dari Rp 2,42 triliun per 31 Desember 2020 menjadi Rp 2,39 triliun per 31 Desember 2021.

Alhasil, laba operasional naik 68 persen yoy menjadi Rp 1,88 triliun. Kenaikan juga ditunjukan dari total yang sebelumnya Rp 16,43 triliun menjadi Rp 18,56 triliun di periode 31 Desember 2021.

Raihan ini bahkan mencatatkan kinerja positif sepanjang 2021 berhasil melebihi capaian sebelum pandemi. Perbaikan kinerja terjadi pada semua sektor.

“Kondisi kinerja pada semua sektor mengalami perbaikan,” ujar Hadi di Hotel The Darmawangsa, Rabu (9/2).

 

Di kesempatan sama, Direktur Fachmy Achmad berujar pembiayaan perseroan meningkat 10 persen pada 2021. Pembiayaan naik dari Rp 9,52 triliun per Desember 2020 menjadi Rp 10,44 triliun per Desember 2021.

Selain itu, perseroan mampu menekan beban biaya dana sepanjang tahun lalu, meski Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami kenaikan.

“Pembiayaan kita tumbuh 10 persen, sebelum write off sampai 19 persen. CoF kami juga turun meskipun DPK naik. Artinya beban biaya dana kami turun,” ujar Fachmy.

Dia mengungkapkan perseroan meningkatkan beban pencadangan sepanjang tahun lalu. Beban pencadangan naik 7,9 persen pada 2021. “Beban pencadangan kami naik. Kami tetap konservatif dengan kenaikan 7,9 persen,” ujarnya. [UMM]

]]> Proyeksi cemerlang ditorehkan BTPN Syariah di 2021. Meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp 1,46 triliun.

Capaian itu tumbuh 71,35 persen dibandingkan dengan laba periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 855 miliar.

Direktur Utama BTPN Syariah Hadi Wibowo mengatakan, perolehan laba ditopang oleh pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang naik 21 persen secara tahunan (yoy), menjadi sebesar Rp 4,27 triliun.

Sedangkan beban operasional lainnya menyusut dari Rp 2,42 triliun per 31 Desember 2020 menjadi Rp 2,39 triliun per 31 Desember 2021.

Alhasil, laba operasional naik 68 persen yoy menjadi Rp 1,88 triliun. Kenaikan juga ditunjukan dari total yang sebelumnya Rp 16,43 triliun menjadi Rp 18,56 triliun di periode 31 Desember 2021.

Raihan ini bahkan mencatatkan kinerja positif sepanjang 2021 berhasil melebihi capaian sebelum pandemi. Perbaikan kinerja terjadi pada semua sektor.

“Kondisi kinerja pada semua sektor mengalami perbaikan,” ujar Hadi di Hotel The Darmawangsa, Rabu (9/2).

 

Di kesempatan sama, Direktur Fachmy Achmad berujar pembiayaan perseroan meningkat 10 persen pada 2021. Pembiayaan naik dari Rp 9,52 triliun per Desember 2020 menjadi Rp 10,44 triliun per Desember 2021.

Selain itu, perseroan mampu menekan beban biaya dana sepanjang tahun lalu, meski Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami kenaikan.

“Pembiayaan kita tumbuh 10 persen, sebelum write off sampai 19 persen. CoF kami juga turun meskipun DPK naik. Artinya beban biaya dana kami turun,” ujar Fachmy.

Dia mengungkapkan perseroan meningkatkan beban pencadangan sepanjang tahun lalu. Beban pencadangan naik 7,9 persen pada 2021. “Beban pencadangan kami naik. Kami tetap konservatif dengan kenaikan 7,9 persen,” ujarnya. [UMM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories