Lama Dicekal, Kini Marcos Jr Bakal Disambut Paman Sam

Presiden terpilih Filipina, Ferdinand Marcos Jr alias Bongbong kini akan disambut dengan tangan terbuka, jika mengunjungi Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, pada 2012, Pengadilan Tinggi AS mencekal Bongbong, ibunya, Imelda Marcos, serta keluarga Marcos lainnya, menginjakkan kakinya di Negeri Paman Sam itu. Malah, rumah Keluarga Marcos disita dan mereka tidak dapat mencairkan aset yang ada di Filipina.

Kebijakan AS itu berdasarkan kasus pelanggaran HAM dan korupsi yang dilakukan Marcos, ayahnya Marcos Jr, selama masa kepemimpinannya.

“Kenyataannya, dia (Marcos Jr)adalah seorang pemimpin negara yang memiliki kekebalan diplomatik. Dia jelas akan diterima dengan baik jika mendatangi AS,” terang Wakil Menteri Luar Negeri AS, Wendy Sherman, dalam jumpa pers di Pasay City, Filipina, Kamis (9/6).

Sherman juga telah melakukan pertemuan dengan Marcos Jr di Manila, Kamis (9/6). Bongbong dan Sherman dikabarkan melakukan perbincangan akrab mengenai upaya penguatan kerja sama bilateral.

Usai bertemu Bongbong, Sherman mengatakan, keduanya membahas berbagai isu, termasuk upaya mempererat aliansi AS-Filipina, memperdalam hubungan ekonomi, memajukan hak asasi manusia, dan melestarikan kawasan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka.

Bongbong terpilih menjadi Presiden pada pemilu bulan lalu. Terpilihnya Marcos Jr ini memunculkan kekhawatiran dari kelompok HAM dan aktivis pro-demokrasi.

Kendati demikian, AS menyatakan kesiapan dan kesediaannya untuk bekerja bersama Marcos. Presiden Joe Biden bahkan menjadi salah satu pemimpin dunia pertama yang memberikan ucapan selamat kepada Marcos Jr, setelah dia memenangkan pilpres.

Diberitakan Associated Press, lawatan Sherman ke Filipina merupakan bagian dari upaya diplomatik Washington, yang sedang berlangsung di kawasan Asia-Pasifik. Usaha tersebut dilakukan untuk meredam pengaruh China dan meningkatkan pengaruh AS di wilayah tersebut.

Selain Filipina, Sherman juga berkunjung ke Korea Selatan, Laos dan Vietnam. Sementara penasihat Kementerian Luar Negeri AS, Derek Chollet, juga tengah melakukan tur diplomatik di kawasan ini. Dia singgah di Thailand, Singapura dan Brunei Darussalam.

Kemlu AS mengatakan, kedua perjalanan tersebut menyoroti komitmen AS terhadap ASEAN, serta kemitraan bilateral Washington.

“Ada beberapa komponen dalam strategi IndoPasifik kami, mulai dari memajukan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, yakni kami dapat menangani masalah secara terbuka dan memiliki aturan yang diterapkan secara transparan dan adil,” ungkapnya.

“Bagian kedua dari strategi ini adalah menjalin koneksi yang lebih kuat di dalam dan di luar kawasan,” pungkas Chollet.■ 

]]> Presiden terpilih Filipina, Ferdinand Marcos Jr alias Bongbong kini akan disambut dengan tangan terbuka, jika mengunjungi Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, pada 2012, Pengadilan Tinggi AS mencekal Bongbong, ibunya, Imelda Marcos, serta keluarga Marcos lainnya, menginjakkan kakinya di Negeri Paman Sam itu. Malah, rumah Keluarga Marcos disita dan mereka tidak dapat mencairkan aset yang ada di Filipina.

Kebijakan AS itu berdasarkan kasus pelanggaran HAM dan korupsi yang dilakukan Marcos, ayahnya Marcos Jr, selama masa kepemimpinannya.

“Kenyataannya, dia (Marcos Jr)adalah seorang pemimpin negara yang memiliki kekebalan diplomatik. Dia jelas akan diterima dengan baik jika mendatangi AS,” terang Wakil Menteri Luar Negeri AS, Wendy Sherman, dalam jumpa pers di Pasay City, Filipina, Kamis (9/6).

Sherman juga telah melakukan pertemuan dengan Marcos Jr di Manila, Kamis (9/6). Bongbong dan Sherman dikabarkan melakukan perbincangan akrab mengenai upaya penguatan kerja sama bilateral.

Usai bertemu Bongbong, Sherman mengatakan, keduanya membahas berbagai isu, termasuk upaya mempererat aliansi AS-Filipina, memperdalam hubungan ekonomi, memajukan hak asasi manusia, dan melestarikan kawasan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka.

Bongbong terpilih menjadi Presiden pada pemilu bulan lalu. Terpilihnya Marcos Jr ini memunculkan kekhawatiran dari kelompok HAM dan aktivis pro-demokrasi.

Kendati demikian, AS menyatakan kesiapan dan kesediaannya untuk bekerja bersama Marcos. Presiden Joe Biden bahkan menjadi salah satu pemimpin dunia pertama yang memberikan ucapan selamat kepada Marcos Jr, setelah dia memenangkan pilpres.

Diberitakan Associated Press, lawatan Sherman ke Filipina merupakan bagian dari upaya diplomatik Washington, yang sedang berlangsung di kawasan Asia-Pasifik. Usaha tersebut dilakukan untuk meredam pengaruh China dan meningkatkan pengaruh AS di wilayah tersebut.

Selain Filipina, Sherman juga berkunjung ke Korea Selatan, Laos dan Vietnam. Sementara penasihat Kementerian Luar Negeri AS, Derek Chollet, juga tengah melakukan tur diplomatik di kawasan ini. Dia singgah di Thailand, Singapura dan Brunei Darussalam.

Kemlu AS mengatakan, kedua perjalanan tersebut menyoroti komitmen AS terhadap ASEAN, serta kemitraan bilateral Washington.

“Ada beberapa komponen dalam strategi IndoPasifik kami, mulai dari memajukan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, yakni kami dapat menangani masalah secara terbuka dan memiliki aturan yang diterapkan secara transparan dan adil,” ungkapnya.

“Bagian kedua dari strategi ini adalah menjalin koneksi yang lebih kuat di dalam dan di luar kawasan,” pungkas Chollet.■ 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories