Laksanakan Putusan MK, KPU Segera Bahas PSU Pilkada Sabu Raijua

Komisi Pemilihan Umum (KPU) siap menjalankan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilkada Sabu Raijua 2020. Anggota KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti putusan MK itu dengan melakukan langkah-langkah strategis.

Langkah strategis yang dimaksud adalah, melaksanakan rapat bersama KPU Nusa Tenggara Timur (NTT) dan KPU Sabu Raijua di Kantor KPU RI pada 15 April 2021. Rapat untuk menelaah putusan MK tadi dalam pelaksanaan secara teknis. Kemudian, memberikan supervisi pada KPU Kabupaten Sabu Raijua sebagai penyelenggara pemungutan suara ulang (PSU).

Kemudian, melaksanakan putusan MK dengan memastikan rancangan tahapan, program, dan jadwal PSU, ketersediaan anggaran, penyediaan logistik pemilihan. Juga memetakan wilayah-wilayah yang terdampak bencana, khususnya terhadap keberadaan pemilih di wilayah tersebut, yang berakibat TPS tidak dapat dibentuk di tempat semula dan pemilih pun juga dievakuasi di tempat tertentu yang tidak mungkin lagi akan memberikan suara di TPS semula.

Langkah strategis selanjutnya, meminta KPU NTT serta KPU Kabupaten Sabu Raijua melaksanakan sosialisasi serta Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait. Terakhir, meminta KPU Kabupaten Sabu Raijua untuk menentukan tanggal PSU dalam batas waktu 60 hari kerja sesuai putusan MK.

“KPU mengimbau semua pihak dapat berpartisipasi dalam menyukseskan PSU di Kabupaten Sabu Raijua,” ujar Dewa, seperti dikutip Antara, Senin (194). [USU]

]]> Komisi Pemilihan Umum (KPU) siap menjalankan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilkada Sabu Raijua 2020. Anggota KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti putusan MK itu dengan melakukan langkah-langkah strategis.

Langkah strategis yang dimaksud adalah, melaksanakan rapat bersama KPU Nusa Tenggara Timur (NTT) dan KPU Sabu Raijua di Kantor KPU RI pada 15 April 2021. Rapat untuk menelaah putusan MK tadi dalam pelaksanaan secara teknis. Kemudian, memberikan supervisi pada KPU Kabupaten Sabu Raijua sebagai penyelenggara pemungutan suara ulang (PSU).

Kemudian, melaksanakan putusan MK dengan memastikan rancangan tahapan, program, dan jadwal PSU, ketersediaan anggaran, penyediaan logistik pemilihan. Juga memetakan wilayah-wilayah yang terdampak bencana, khususnya terhadap keberadaan pemilih di wilayah tersebut, yang berakibat TPS tidak dapat dibentuk di tempat semula dan pemilih pun juga dievakuasi di tempat tertentu yang tidak mungkin lagi akan memberikan suara di TPS semula.

Langkah strategis selanjutnya, meminta KPU NTT serta KPU Kabupaten Sabu Raijua melaksanakan sosialisasi serta Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait. Terakhir, meminta KPU Kabupaten Sabu Raijua untuk menentukan tanggal PSU dalam batas waktu 60 hari kerja sesuai putusan MK.

“KPU mengimbau semua pihak dapat berpartisipasi dalam menyukseskan PSU di Kabupaten Sabu Raijua,” ujar Dewa, seperti dikutip Antara, Senin (194). [USU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories