Lacak Korban Hilang Dalam Musibah Banjir Dan Longsor Di NTT, SAR Dog Dikerahkan

Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengerahkan anjing dengan kualifikasi rescue (SAR) dog dan K9, untuk membantu pencarian korban hilang dalam musibah banjir dan tanah longsor akibat Siklon Seroja di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur: Lembata, Flores Timur dan Alor.

BNPB mendapatkan dukungan Polri dan Jakarta Rescue untuk membantu operasi pencarian dan evakuasi dengan SAR dog di lokasi tersebut.

Jakarta Rescue mengirimkan 7 SAR dog, sedangkan Polri mengirimkan 6 anjing K9.

Ketujuh SAR dog Jakarta Rescue yang dikerahkan oleh BNPB ini berasal dari beberapa unit, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jakarta Timur dan Jawa Tengah.

Dukungan 1 SAR dog berada di Adonara, sedangkan 4 SAR dog di Lembata. Jakarta Rescue menyiagakan 2 lainnya di Kupang.

Hari ini, 1 SAR dog akan dikerahkan ke Kabupaten Kupang.

Sedangkan anjing jenis K9 dari Polri terdiri 3 Belgian Malinois, 2 German Shepherd, dan 1 Pointer.

Keenam anjing membantu pencarian korban hilang, dengan komposisi 3 di Adonara dan 3 di Lembata.

Hari ini, Mabes Polri akan menambah 10 anjing untuk membantu pencarian.

Dalam rapat koordinasi penanganan darurat bencana siklon tropis Seroja, Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan untuk memaksimalkan SAR dog di ketiga wilayah.

Terkait dengan penambahan SAR dog, Doni mengarahkan kekuatan tersebut di wilayah Alor.

Doni menyampaikan bahwa dukungan SAR dog sangat membantu petugas dalam pencarian korban maupun dalam mengarahkan alat berat di lokasi.

“SAR dog efektif untuk menyasar jenazah yang tertimbun,” ujar Doni dalam konferensi pers virtual, pada Kamis (8/4).

 

Pencarian dan evakuasi di lapangan dilakukan dari berbagai unsur seperti Basarnas, TNI, Polri, SAR gabungan, sukarelawan dan warga setempat.

Medan berat dan kondisi lapangan dan kurangnya alat berat menghambat operasi di lapangan.

Masing-masing posko terus melakukan upaya penanganan darurat seperti pencarian dan evakuasi korban, pelayanan warga dipengungsian, pendistribusian bantuan, pendataan maupun pembukaan akses yang terisolisasi.

Pendataan ini masih bersifat dinamis. Pemutakhiran data akan dilakukan secara periodik dan disampaikan kepada masyarakat. [HES]

]]> Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengerahkan anjing dengan kualifikasi rescue (SAR) dog dan K9, untuk membantu pencarian korban hilang dalam musibah banjir dan tanah longsor akibat Siklon Seroja di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur: Lembata, Flores Timur dan Alor.

BNPB mendapatkan dukungan Polri dan Jakarta Rescue untuk membantu operasi pencarian dan evakuasi dengan SAR dog di lokasi tersebut.

Jakarta Rescue mengirimkan 7 SAR dog, sedangkan Polri mengirimkan 6 anjing K9.

Ketujuh SAR dog Jakarta Rescue yang dikerahkan oleh BNPB ini berasal dari beberapa unit, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jakarta Timur dan Jawa Tengah.

Dukungan 1 SAR dog berada di Adonara, sedangkan 4 SAR dog di Lembata. Jakarta Rescue menyiagakan 2 lainnya di Kupang.

Hari ini, 1 SAR dog akan dikerahkan ke Kabupaten Kupang.

Sedangkan anjing jenis K9 dari Polri terdiri 3 Belgian Malinois, 2 German Shepherd, dan 1 Pointer.

Keenam anjing membantu pencarian korban hilang, dengan komposisi 3 di Adonara dan 3 di Lembata.

Hari ini, Mabes Polri akan menambah 10 anjing untuk membantu pencarian.

Dalam rapat koordinasi penanganan darurat bencana siklon tropis Seroja, Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan untuk memaksimalkan SAR dog di ketiga wilayah.

Terkait dengan penambahan SAR dog, Doni mengarahkan kekuatan tersebut di wilayah Alor.

Doni menyampaikan bahwa dukungan SAR dog sangat membantu petugas dalam pencarian korban maupun dalam mengarahkan alat berat di lokasi.

“SAR dog efektif untuk menyasar jenazah yang tertimbun,” ujar Doni dalam konferensi pers virtual, pada Kamis (8/4).

 

Pencarian dan evakuasi di lapangan dilakukan dari berbagai unsur seperti Basarnas, TNI, Polri, SAR gabungan, sukarelawan dan warga setempat.

Medan berat dan kondisi lapangan dan kurangnya alat berat menghambat operasi di lapangan.

Masing-masing posko terus melakukan upaya penanganan darurat seperti pencarian dan evakuasi korban, pelayanan warga dipengungsian, pendistribusian bantuan, pendataan maupun pembukaan akses yang terisolisasi.

Pendataan ini masih bersifat dinamis. Pemutakhiran data akan dilakukan secara periodik dan disampaikan kepada masyarakat. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories