Kurang Dari 7 Jam Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Di Tol Batang

PT Jasa Raharja menjamin seluruh korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mini bus dan truk trailer di jalan tol Semarang-Batang, pada Senin, (5/9) lalu.

Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono mengatakan, seluruh korban baik yang meninggal dunia mapun luka, terjamin Undang-Undang No. 34 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

“Saat ini, Jasa Raharja terus berkoordinasi dengan Kepolisian, rumah sakit, dan instansi lainnya untuk mempercepat penyerahan santunan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (6/9).

Rivan mengungkapkan, sesuai Peraturan Menteri Keuangan No.16 Tahun 2017, korban meninggal dunia mendapatkan santunan sebesar Rp 50 juta yang diserahkan kepada ahli waris yang sah.

“Sementara bagi korban luka, kami telah menerbitkan surat jaminan perawatan (guarantee letter) kepada rumah sakit, dengan menanggung biaya perawatan maksimal Rp 20 juta,” ujarnya.

Rivan menegaskan, Jasa Raharja berkomitmen untuk menyelesaikan penyerahan santunan secepatnya dan menjadi wujud kehadiran negara melalui Jasa Raharja.

“Santunan dapat kami serahkan kurang dari 7 jam kepada dua ahli waris korban meninggal dunia” jelasnya.

Pihak Jasa Raharja juga mengingatkan kepada pengguna jalan raya, untuk senantiasa berhati-hati dan mentaati rambu aturan berlalu lintas.

Dia juga mengimbau kepada para masyarakat, untuk tidak memaksakan mengemudi dalam keadaan mengantuk.

“Kami segenap keluarga besar Jasa Raharja, menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan menghadapi musibah ini,” ucapnya.

 

Pasca kejadian, Rivan pun langsung mengunjungi korban luka-luka yang tengah dirawat RSI Weleri Kendal, guna memastikan keterjaminan seluruh korban kecelakaan dan mendapatkan pelayanan terbaik dari pihak rumah sakit.

Setelah itu, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.

“Sudah tugas Jasa Raharja melindungi masyarakat Indonesia, serta memastikan kecepatan penyerahan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga korban,” tegasnya.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mini bus Toyota Hiace Polisi dan truck tailer di jalan tol Semarang-Batang, tepatnya KM 375+300, di wilayah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Senin (5/9) sekitar pukul 07.27 WIB.

Musibah tersebut menyebabkan 7 orang meninggal dunia, dan 6 orang lainnya luka-luka. Para korban langsung dievakuasi ke rumah sakit Sakit Islam (RSI) Kendal. ■

]]> PT Jasa Raharja menjamin seluruh korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mini bus dan truk trailer di jalan tol Semarang-Batang, pada Senin, (5/9) lalu.

Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono mengatakan, seluruh korban baik yang meninggal dunia mapun luka, terjamin Undang-Undang No. 34 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

“Saat ini, Jasa Raharja terus berkoordinasi dengan Kepolisian, rumah sakit, dan instansi lainnya untuk mempercepat penyerahan santunan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (6/9).

Rivan mengungkapkan, sesuai Peraturan Menteri Keuangan No.16 Tahun 2017, korban meninggal dunia mendapatkan santunan sebesar Rp 50 juta yang diserahkan kepada ahli waris yang sah.

“Sementara bagi korban luka, kami telah menerbitkan surat jaminan perawatan (guarantee letter) kepada rumah sakit, dengan menanggung biaya perawatan maksimal Rp 20 juta,” ujarnya.

Rivan menegaskan, Jasa Raharja berkomitmen untuk menyelesaikan penyerahan santunan secepatnya dan menjadi wujud kehadiran negara melalui Jasa Raharja.

“Santunan dapat kami serahkan kurang dari 7 jam kepada dua ahli waris korban meninggal dunia” jelasnya.

Pihak Jasa Raharja juga mengingatkan kepada pengguna jalan raya, untuk senantiasa berhati-hati dan mentaati rambu aturan berlalu lintas.

Dia juga mengimbau kepada para masyarakat, untuk tidak memaksakan mengemudi dalam keadaan mengantuk.

“Kami segenap keluarga besar Jasa Raharja, menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan menghadapi musibah ini,” ucapnya.

 

Pasca kejadian, Rivan pun langsung mengunjungi korban luka-luka yang tengah dirawat RSI Weleri Kendal, guna memastikan keterjaminan seluruh korban kecelakaan dan mendapatkan pelayanan terbaik dari pihak rumah sakit.

Setelah itu, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.

“Sudah tugas Jasa Raharja melindungi masyarakat Indonesia, serta memastikan kecepatan penyerahan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga korban,” tegasnya.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mini bus Toyota Hiace Polisi dan truck tailer di jalan tol Semarang-Batang, tepatnya KM 375+300, di wilayah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Senin (5/9) sekitar pukul 07.27 WIB.

Musibah tersebut menyebabkan 7 orang meninggal dunia, dan 6 orang lainnya luka-luka. Para korban langsung dievakuasi ke rumah sakit Sakit Islam (RSI) Kendal. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories