Kunker Ke China 3 Menteri Raih Kesepakatan Bisnis Rp 20 T .

Kunjungan delegasi Indonesia ke China dalam rangka meningkatkan perdagangan dan investasi membuahkan hasil positif. Salah satunya adalah penandatanganan enam kesepakatan bisnis atau Letter of Intent (LOI) antara Indonesia dengan China senilai Rp 20 triliun.

Adapun penandatanganan tersebut dilakukan oleh importir China dan Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun dan Atase Perdagangan Indonesia di China yang disaksikan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.

“Dengan peningkatan investasi dan kerja sama ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor Indonesia ke China menjadi 100 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2024,” ungkap Lutfi dalam keterangan resminya, Sabtu (3/4) malam.

Seperti diketahui, ada 3 menteri ikut dalam delegasi tersebut yaitu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

Diterangkan Mendag Lutfi lebih rinci, LOI tersebut mencakup produk sarang burung walet (SBW), buah-buahan, serta produk kayu dan mebel Indonesia dengan nilai kontrak mencapai 1,38 miliar dolar AS atau senilai Rp 20 triliun untuk kontrak tahun ini hingga 2023.

Kesepakatan dagang tersebut berasal dari komitmen enam perusahaan China yang akan mengimpor produk sarang burung walet, buah tropis khususnya nanas, porang, gula aren dan furnitur.

Sedangkan untuk produk furnitur, lanju Lutfi, sudah ada perusahaan Shandong Jinruyi Group yang mengungkapkan minatnya melakukan investasi di Indonesia yang diperkirakan bisa menyerap hingga 3.000 tenaga kerja.

Kedua negara juga sepakat menjajaki kerja sama ekonomi yang lebih dalam dengan melakukan pembaruan dari skema bilateral Economic and Trade Cooperation yang telah terjalin sejak 2011 menjadi Trade and Investment Facility Agreement (TIFA),” jelas Lutfi. [NOV]

]]> .
Kunjungan delegasi Indonesia ke China dalam rangka meningkatkan perdagangan dan investasi membuahkan hasil positif. Salah satunya adalah penandatanganan enam kesepakatan bisnis atau Letter of Intent (LOI) antara Indonesia dengan China senilai Rp 20 triliun.

Adapun penandatanganan tersebut dilakukan oleh importir China dan Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun dan Atase Perdagangan Indonesia di China yang disaksikan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.

“Dengan peningkatan investasi dan kerja sama ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor Indonesia ke China menjadi 100 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2024,” ungkap Lutfi dalam keterangan resminya, Sabtu (3/4) malam.

Seperti diketahui, ada 3 menteri ikut dalam delegasi tersebut yaitu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

Diterangkan Mendag Lutfi lebih rinci, LOI tersebut mencakup produk sarang burung walet (SBW), buah-buahan, serta produk kayu dan mebel Indonesia dengan nilai kontrak mencapai 1,38 miliar dolar AS atau senilai Rp 20 triliun untuk kontrak tahun ini hingga 2023.

Kesepakatan dagang tersebut berasal dari komitmen enam perusahaan China yang akan mengimpor produk sarang burung walet, buah tropis khususnya nanas, porang, gula aren dan furnitur.

Sedangkan untuk produk furnitur, lanju Lutfi, sudah ada perusahaan Shandong Jinruyi Group yang mengungkapkan minatnya melakukan investasi di Indonesia yang diperkirakan bisa menyerap hingga 3.000 tenaga kerja.

Kedua negara juga sepakat menjajaki kerja sama ekonomi yang lebih dalam dengan melakukan pembaruan dari skema bilateral Economic and Trade Cooperation yang telah terjalin sejak 2011 menjadi Trade and Investment Facility Agreement (TIFA),” jelas Lutfi. [NOV]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories